Sidqi, Firas Quthbi (2022) Analisis Keamanan Sistem Interkoneksi 500 kV Jawa-Madura-Bali (Jamali) Ditinjau Dari Kestabilan Transien Mempertimbangkan Lepasnya Saluran Transmisi Utama. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
07111840000139-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) memiliki saluran utama 500 kV sepanjang 6569 kms. Saluran 500 kV yang sangat panjang ini rawan terkendala pada batasan-batasan operasional seperti overvoltage karena efek line charging serta generator yang beroperasi pada faktor daya leading (underexcited). Overvoltage serta generator yang bekerja underexcited meningkatkan potensi kehilangan kondisi sinkron ketika terjadi gangguan karena arus eksitasi terlalu rendah dan berpotensi menyebabkan black out. Pada hari Minggu, 4 Agustus 2019 jam 11:58 telah terjadi black out di sisi barat Jamali. Kegagalan konsekutif ini mengakibatkan lepasnya 40% total beban sistem Jamali selama 10 jam. Kejadian ini dilatarbelakangi oleh saluran ganda 500 kV Pemalang – Ungaran di koridor utara terputus karena gangguan, sedangkan 1 dari 2 saluran Kesugihan – Tasik di koridor selatan sedang dalam perbaikan. Dari 4 saluran, hanya 1 saluran Kesugihan – Tasik yang bekerja untuk mentransfer daya dari timur ke barat, mengakibatkan saluran tersebut terbebani transfer daya sebesar 2.260 MW. Kondisi saluran Kesugihan – Tasik sepanjang 108.5 kms yang sangat terbebani ini mengakibatkan power swing yang memicu relai jarak untuk memerintahkan CB untuk open. Lepasnya saluran Kesugihan – Tasik dan Pemalang – Ungaran mengakibatkan kondisi islanding Jamali barat dan timur menjadi 2 bagian. Islanding berakibat pada kurangnya suplai daya area barat sebesar 2.260 MW, penurunan frekuensi area barat hingga 48,36 Hz, oversuplai area timur dan naiknya frekuensi area timur sampai 51,43 Hz. Terdapat faktor-faktor yang memperlambat restorasi yaitu gagalnya black black start PLTP Salak, PLTG Muarakarang, dan lain-lain. Oleh karena itu diperlukan analisis kestabilan transien demi meningkatkan keandalan dan keamanan sistem interkoneksi Jamali untuk mencegah X putusnya saluran sisa 500 kV ketika gangguan dan pemeliharaan terjadi yang berpotensi menyebabkan black-out. Analisis dilakukan dengan meniru event serupa pada 4 Agustus 2019 dengan kombinasi saluran 500 kV dengan parameter utama stabilitas sudut rotor dan frekuensi. Apabila base case tidak bisa mempertahankan keamanan sistem, maka dibuat strategi pertahanan baru agar sistem dapat bertahan dari gangguan serupa.
========================================================================================================================================
The Java-Madura-Bali (Jamali) interconnection system has 6569 Kmc primary line of 500 kV. These long 500 kV lines are vulnerable to operational constraints as well as overvoltage due to line charging effects and generators operating under leading powerfactors (underexcited). Overvoltages and underexcited generators increase the potential for loss of synchronous conditions when a fault occurs because the excitation current is too low and probably cause black-outs. On Sunday, August 4 2019 at 11:58 a black-out occurred on the west side of Jamali. This consecutive failure, loss of 40% total Jamali load for 10 hours. This incident was caused by the 500 kV Pemalang–Ungaran double circuit in the north corridor being cut off due to fault, while 1 of 2 Kesugihan–Tasik lines in the south corridor was on maintenance. Because only 1 out of 4 lines that available to transfer power from east to west, causing this line to be stressed by power transfer of 2260 MW. 108.5 Kms long of Kesugihan– Tasik line was extremely stressed, causing a power swing that triggered the distance relay to open CB. The lost of the Kesugihan–Tasik and Pemalang–Ungaran lines and islanding condition occured in the western and eastern Jamali. Islanding conditions impact the lack of power supply in the west area by 2,260 MW, decreasing frequency in the west area to 48.36 Hz, oversupplying the east area, and increasing the frequency to 51,43 Hz. There are factors that detain the restoration, black start failure of PLTP Salak, PLTG Muarakarang, etc. Therefore, a transient stability analysis is required to improve the safety and reliability of Jamali interconnection system to prevent disconnection of the remaining 500 kV interconnection lines when fault occurred and maintenance condition potentially cause black-out. The analysis simulate a similar event on August 4 2019 under 500 kV line combinations with the main concern is rotor angle and frequency stability. If the base case cannot maintain the safety of Jamali system, then a new defense scheme is made so that the system can endure from similar disturbances.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSE 621.319 21 Sid a 2022 3100022094052 |
| Uncontrolled Keywords: | Interkoneksi Jamali, Keamanan Sistem, Black-out, Stabilitas Transien, Strategi Pertahanan Sistem. |
| Subjects: | T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK1010 Electric power system stability. Electric filters, Passive. T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK3226 Transients (Electricity). Electric power systems. Harmonics (Electric waves). |
| Divisions: | Faculty of Intelligent Electrical and Informatics Technology (ELECTICS) > Electrical Engineering > 20201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Anis Wulandari |
| Date Deposited: | 08 Oct 2026 07:34 |
| Last Modified: | 08 Oct 2026 07:34 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/145442 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
