Analisa Limpasan dan Genangan Air Hujan dengan Digital Elevation Model Menggunakan Software Arcgis 9.2 (Studi Kasus: Kabupaten Lamongan)

Idris, Mirzanur (2009) Analisa Limpasan dan Genangan Air Hujan dengan Digital Elevation Model Menggunakan Software Arcgis 9.2 (Studi Kasus: Kabupaten Lamongan). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 3504100013-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
3504100013-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (25MB)

Abstract

Kabupaten Lamongan memiliki curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan terjadinya luapan di sepanjang Sungai Bengawan Solo. Selain itu, limpasan dan genangan air hujan dipengaruhi oleh empat faktor, yaitu tutupan lahan, ketinggian permukaan tanah, intensitas curah hujan, dan tekstur tanah. Namun, perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan solusi tersendiri dalam mengatasi permasalahan limpasan dan genangan air hujan. Ekstensi 3D Analyst yang terdapat pada perangkat lunak ArcGIS 9.2 digunakan untuk menggambarkan relief permukaan bumi melalui model komputer yang dikenal sebagai Digital Elevation Model (DEM).
Pembuatan DEM dilakukan menggunakan ekstensi 3D Analyst pada perangkat lunak ArcGIS 9.2 dengan memanfaatkan data peta kontur. Sementara itu, pengolahan citra SPOT 2 dengan resolusi 20 meter dan waktu akuisisi 12 Januari 2008 dilakukan menggunakan perangkat lunak ER Mapper 7.0. Hasil pengolahan citra SPOT 2 berupa peta limpasan dan genangan air hujan serta peta tutupan lahan. Hasil overlay antara peta administrasi, peta jaringan sungai, peta limpasan dan genangan air hujan, peta tutupan lahan, DEM, peta isohyet, dan peta tekstur tanah menghasilkan peta visualisasi limpasan dan genangan air hujan beserta faktor penyebab dan dampaknya.
Hasil peta visualisasi limpasan dan genangan air hujan beserta faktor penyebab dan dampaknya menggambarkan bahwa limpasan dan genangan air hujan disebabkan oleh sedikitnya vegetasi di sepanjang Sungai Bengawan Solo, ketinggian wilayah yang relatif rendah, yaitu 0–12,5 meter, curah hujan sebesar 200–440 mm/bulan pada Januari 2008, serta tekstur tanah berupa liat, liat berdebu, dan lempung berliat. Ketiga jenis tekstur tanah tersebut memiliki permeabilitas yang rendah. Selain itu, peta tersebut menggambarkan dampak limpasan dan genangan air hujan yang meliputi area seluas 15.481,834 hektare di delapan kecamatan di Kabupaten Lamongan, yaitu Laren, Maduran, Sekaran, Babat, Kalitengah, Karangbinangun, Glagah, dan Karanggeneng. Dampak paling parah terjadi di Kecamatan Laren. Daerah tersebut memiliki peruntukan lahan sebagai sawah, kebun dan ladang, badan air, serta permukiman.
===================================================================================================================================
Lamongan Regency has high rainfall, which causes flooding along the Bengawan Solo River. Surface runoff and rainwater accumulation are influenced by four factors: land cover, ground elevation, rainfall intensity, and soil texture. However, rapid technological advancements have provided solutions for addressing surface runoff and rainwater accumulation. One such solution is the use of the 3D Analyst extension in ArcGIS 9.2 software, which can be used to represent the Earth's surface relief through a computer-based model known as the Digital Elevation Model (DEM).
The DEM was constructed using the 3D Analyst extension in ArcGIS 9.2 software, based on contour map data. Meanwhile, SPOT 2 imagery with a spatial resolution of 20 meters and an acquisition date of January 12, 2008, was processed using ER Mapper 7.0 software. The processing of SPOT 2 imagery produced surface runoff and rainwater accumulation maps, as well as a land cover map. The overlay of the administrative map, river network map, surface runoff and rainwater accumulation maps, land cover map, DEM, isohyet map, and soil texture map resulted in a visualization map of surface runoff and rainwater accumulation, including their causes and effects.
The visualization map of surface runoff and rainwater accumulation, along with their causes and effects, indicates that these phenomena are associated with sparse vegetation along the Bengawan Solo River, relatively low elevations ranging from 0 to 12.5 meters, rainfall of 200–440 mm per month in January 2008, and soil textures consisting of clay, silty clay, and clay loam. These three soil textures have low permeability. Furthermore, the map shows that surface runoff and rainwater accumulation affected an area of 15,481.834 hectares across eight subdistricts in Lamongan Regency: Laren, Maduran, Sekaran, Babat, Kalitengah, Karangbinangun, Glagah, and Karanggeneng. Laren Subdistrict was the most severely affected area, with land uses including rice fields, gardens and dry fields, water bodies, and settlements.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSG 004 Idr a
Uncontrolled Keywords: Limpasan dan genangan air hujan, Digital Elevation Model, SPOT 2, 3D Analyst, ArcG1S 9.2. Surface rub off and retention of rain, Digital Elevation Model, SPOT, 3D Analyst, ArcGIS 9.2.
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK7888.3 Digital computers
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 14 Oct 2026 02:56
Last Modified: 14 Oct 2026 02:56
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/145563

Actions (login required)

View Item View Item