Perancangan Buku Visual Heritage Building Of Surabaya dengan Konsep Historical Hospitality

Guscahyono, R.E (2008) Perancangan Buku Visual Heritage Building Of Surabaya dengan Konsep Historical Hospitality. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3404100005-Undergraduate_thesis.pdf] Text
3404100005-Undergraduate_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Sebagai bagian dari kekayaan budaya, benda-benda cagar budaya bukan saja harus dilindungi, tetapi juga dipikirkan upaya pelestariannya ke depan. Selama ini, sudah bukan rahasia lagi bahwa kesadaran masyarakat terhadap peninggalan budaya dan benda-benda purbakala sedemikian rendah. Banyak bangunan-bangunan bersejarah rusak atau dicuri isinya, tidak sedikit pula bangunan cagar budaya yang ditelantarkan, dan bahkan dibongkar diganti bangunan perkantoran, rumah atau pusat perbelanjaan baru yang modern dan megah, tetapi ironisnya justru mengkhianati akar sejarahnya. Di kota besar seperti Surabaya, diakui atau tidak, keberadaan benda-benda cagar budaya seringkali rawan berubah, bahkan rawan tergusur karena kurangnya kesadaran masyarakat, intervensi kekuatan komersial maupun kurangnya dukungan dana serta ketidakkonsistenan sikap pemerintah kota dalam melindungi benda-benda cagar budaya yang dimiliki. Sebagai kota metropolitan yang berkembang pesat, Surabaya dalam 5–10 tahun terakhir bukan saja tampil makin gemerlap dan modern, tetapi juga makin seragam: seolah-olah tidak ada lagi kekhasan dan akar sejarah kota yang tersisa. Pelan, namun pasti, benda-benda cagar budaya yang semestinya dilindungi mulai tergusur dan kawasan yang seharusnya dipertahankan peruntukannya sebagai kawasan budaya, itu pun tak lagi steril dari pengaruh kekuatan komersial. Untuk mencegah agar keberadaan benda-benda cagar budaya bisa tetap lestari dan disesuaikan dengan kemajuan serta manfaatnya bagi masyarakat kota, maka sangat diperlukan kepedulian dan komitmen pemerintah kota dan masyarakat Surabaya, khususnya dalam menjaga dan ikut melestarikan bangunan-bangunan cagar budaya tersebut. Untuk memperkenalkan sebuah budaya, buku merupakan media yang sangat tepat. Buku memiliki karakter bersifat abadi dan tidak termakan zaman, salah satu manfaat dari buku adalah dapat menceritakan pada kita tentang masa lalu. Buku juga dapat mengajarkan penemuan-penemuan yang dilakukan oleh ahli di masa lampau. Buku koleksi adalah buku dengan topik tertentu sebagai sebuah peristiwa penting seperti sejarah ataupun suatu budaya yang valuable untuk diketahui oleh masyarakat dan juga difungsikan sebagai buku untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, untuk memperkenalkan kepada masyarakat tentang Bangunan Cagar Budaya, media yang digunakan adalah Buku Koleksi. Perancangan buku ini ditujukan kepada masyarakat umum, juga kalangan praktisi arsitektur, pihak pengembang bangunan, dan investor, yang mana melalui perancangan buku tersebut berusaha ditanamkan nilai-nilai yang dapat membantu audiens mengenal sejarah kota Surabaya sebagai kota pahlawan dan elemen-elemen yang membangunnya. Elemen-elemen yang dimaksud di sini adalah bangunan-bangunan tua yang memiliki kaitan sejarah dengan kota Surabaya. Diharapkan, melalui cara tersebut akan timbul sense of belonging di dalam diri audiens terhadap bangunan-bangunan cagar budaya, serta wawasan tentang sejarah akan bertambah dan kesadaran bersejarah mereka akan berkembang sehingga mereka tidak hidup sebagai generasi anomali budaya. Dan dengan adanya buku yang memuat tentang bangunan-bangunan bersejarah, kemungkinan masyarakat akan menjadi tahu untuk sedikit demi sedikit bergerak ikut melestarikan cagar budaya Surabaya.
======================================================================================================================================
As part of the cultural wealth, the objects of cultural conservation should not only be protected, but also have their future preservation efforts considered. So far, it is no secret that public awareness of cultural heritage and archaeological objects is very low. Many historic buildings are damaged or have their contents stolen, not a few cultural conservation buildings are neglected, and some are even dismantled and replaced with new office buildings, homes, or shopping centers that are modern and luxurious, but ironically betray the roots of their history. In big cities such as Surabaya, recognized or not, objects of cultural conservation are often prone to change, even vulnerable to being displaced because of the lack of public awareness, intervention by commercial forces, lack of funding, and lack of consistency in the government's attitude toward protecting objects that have cultural conservation value. As a thriving metropolitan city, Surabaya in the past 5–10 years has not only appeared more modern and glamorous, but also more uniform: as though there were no more distinctive characteristics and historical roots remaining. Slowly but surely, cultural conservation objects that should be protected are being displaced, and areas that should be preserved as cultural areas are no longer free from the influence of commercial forces. To prevent the existence of cultural conservation objects from being lost and to adapt them to progress and the benefits of the urban community, it is very necessary to have concern and commitment from the Surabaya government and society, particularly in protecting and preserving cultural conservation buildings. To introduce a culture, a book is the perfect medium. The book has an enduring character and is not affected by the passage of time; one benefit of a book is that it can tell us about the past. The book can also teach about discoveries made by experts in the past. A collection book is a book with a specific topic about an important event, such as history or a culture, that is valuable for the public to know and is also intended to be stored for a long time. Therefore, to introduce heritage buildings to the public, the media used is a collection book. The design of this book is aimed at the general public, as well as architecture practitioners, building developers, and investors. Through the design of the book, values are instilled that can help the audience learn about the history of the city of Surabaya as a city of heroes and the elements that built it. The elements referred to here are old buildings that have historical connections with the city of Surabaya. Hopefully, through this approach, a sense of belonging will arise within the audience toward heritage buildings, their historical knowledge will increase, and their historical awareness will develop so that they do not live as a generation of cultural anomalies. And with a book that contains information about historic buildings, the public will likely gradually become aware and participate in preserving the cultural heritage of Surabaya.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSDP 741.64 Gus p
Uncontrolled Keywords: Bangunan Cagar Budaya dan Buku Koleksi, Heritage Buildings and Book Collection.
Subjects: Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z116.A3 Book design.
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Industrial Product Design > 90231-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 21 Oct 2026 03:43
Last Modified: 21 Oct 2026 03:43
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/145746

Actions (login required)

View Item View Item