Widhowati, Putri (2007) Analisa Kemampuan Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria Sp.) dan Kembang Sepatu (Hibiscus Rosa-Sinensis) dalam Penurunan Konsentrasi Gas Co. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
3303100015-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (20MB) |
Abstract
Pencemaran udara merupakan keberadaan zat-zat yang mestinya bukan bagian dari komposisi atmosfer. Salah satu faktor penyebab meningkatnya pencemaran udara adalah semakin meningkatnya populasi penduduk di suatu tempat, terutama di kota-kota besar. Berdasarkan estimasi, jumlah CO dari sumber buatan diperkirakan mendekati 60 juta ton per tahun. Separuh dari jumlah ini berasal dari kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar bensin dan sepertiganya berasal dari sumber tidak bergerak seperti pembakaran batubara dan minyak dari industri dan pembakaran sampah domestik. Di dalam laporan WHO (1992) dinyatakan paling tidak 90% dari CO di udara perkotaan berasal dari emisi kendaraan bermotor. Pada penelitian ini penurunan gas pencemar CO dilakukan dengan memanfaatkan tanaman. Penelitian dilakukan pada variasi jenis tanaman Lidah Mertua (*Sansevieria* sp.) dan Kembang Sepatu (*Hibiscus rosa-sinensis*). Sedangkan variasi tinggi tanaman yang dilakukan adalah 50 cm dan 100 cm. Gas pencemar yang dipaparkan terhadap tanaman uji merupakan pencemar buatan yang diperoleh melalui pemanasan Natrium Format ditambah dengan Asam Sulfat pekat. Pengukuran kandungan gas CO dalam reaktor menggunakan tabung impinger dengan metode spektrofotometri. Tanaman yang dipilih adalah jenis tanaman yang memiliki persentase penyisihan terbesar dalam penurunan konsentrasi gas CO. Dari hasil penelitian didapatkan tanaman lidah mertua dengan tinggi 100 cm memiliki kemampuan terbesar dalam penurunan konsentrasi gas CO dibandingkan tanaman kembang sepatu yaitu sebesar 84,18%.
======================================================================================================================================
Air pollution is the existence of unwanted substances in the atmosphere. One of the reasons is the increasing population, especially in a city. Based on the estimation, the amount of CO from artificial sources is approaching 60 million tons per year. Half of the amount is coming from motor vehicles using gasoline and from immobile sources such as coal and oil burning from industry and domestic waste burning. WHO (1992) reported that about 90% of CO in the air of a town comes from motor vehicles. In this research, the decrease of CO as a gas pollutant was done with plant exploitation. The research was done with variations in the types of Lidah Mertua (*Sansevieria* sp.) and Kembang Sepatu (*Hibiscus rosa-sinensis*). While the variations in plant height are 50 cm and 100 cm. Gas pollutant which is dispersed to the experimental plants is an artificial pollutant from Natrium Format heating and the addition of concentrated Sulfuric Acid. Measuring CO gas content in the reactor is using an impinger tube with a spectrophotometric method. The chosen plants are the plant types which have a higher percentage of CO gas removal. The result of the research shows that Lidah Mertua with a height of 100 cm has a higher CO gas removal capability than Kembang Sepatu, which is about 84.18%.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSL 628.166 Ika a |
| Uncontrolled Keywords: | Pencemaran Udara, Gas CO, Lidah Mertua, Kembang Sepatu, Air Pollution, CO gas, Sansevieria sp., Hibiscus rosa- sinensis |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 23 Oct 2026 04:23 |
| Last Modified: | 23 Oct 2026 04:23 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/145822 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
