Studi Pengaruh Variasi Jenis Fluks Dalam Proses Aglomerasi Bijih Nikel Laterit Terhadap Kadar Ni Dan Fe Serta Morfologi Aglomerat Sebagai Bahan Umpan Mini Blast Furnace

Anggarda, Dio Yoshitaka (2017) Studi Pengaruh Variasi Jenis Fluks Dalam Proses Aglomerasi Bijih Nikel Laterit Terhadap Kadar Ni Dan Fe Serta Morfologi Aglomerat Sebagai Bahan Umpan Mini Blast Furnace. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2713100088-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Saat ini penggunaan Mini Blast Furnace untuk pengolahan bijih nikel laterit di Indonesia masih belum optimal. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk optimalisasi proses salah satunya dengan optimalisasi pada penggunaan fluks. Fluks yang digunakan yaitu dolomit, kerang hijau, dan gypsum. Penelitian dilakukan dengan melakukan proses aglomerasi briket bijih nikel laterit yang telah dicampur dengan batu bara, fluks, dan natrium sulfat. Proses aglomerasi dilaukan dengan heat rate 10 oC / menit hingga temperatur 1200 oC yang kemudian di holding selama 3 jam. Setelah dilakukan proses aglomerasi, briket hasil aglomerasi dilakukan pengujian SEM-EDX dan XRD untuk mengetahui kadar unsur Fe dan Ni, fasa yang terbentuk, dan morfologi briket. Hasil penelitian ini dibandingkan dengan kondisi awalnya. Hasil penelitian ini diperoleh peningkatan kadar Ni yang paling tinggi pada penggunaan fluks kerang hijau dengan peningkatan sebesar 0,6 %. Dari segi permeabilitas yang paling tinggi pada penggunaan fluks kerang hijau. ================================================================================================================== Today the use of Mini Blast Furnace to the processing of laterite nickel ore in Indonesia is still not optimal. Therefore research to optimize the process of one of them by optimizing the use of flux. Flux used is dolomite, green oyster shells, and gypsum. The study was conducted by the agglomeration process laterite ore briquettes which have been mixed with coal, flux, and sodium sulfate. The agglomeration process have done on a heat rate of 10 ° C / min up to a temperature of 1200 ° C and then holding for 3 hours. After the agglomeration process, briquettes agglomeration results got test of SEM-EDX and XRD to determine levels of Fe and Ni elements, phases are formed, and the morphology of the briquettes. The results of this study compared with the initial condition. The results of this study obtained an highest increase in Ni content in the use of flux green oyster shells with an increase of 0.6%. In terms of the highest permeability in the use of flux green oyster shells.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Nikel Laterit, Aglomerasi, Briket, Permeabilitas
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Material & Metallurgical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - DIO YOSHITAKA ANGGARDA
Date Deposited: 24 Mar 2017 02:52
Last Modified: 24 Mar 2017 02:52
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/2151

Actions (login required)

View Item View Item