KARAKTERISASI UNJUK KERJA MESIN DIESEL SISTEM DUAL FUEL BIODIESEL-SYNGAS HASIL GASIFIKASI MUNICIPAL SOLID WASTE DENGAN VARIASI AIR FUEL RATIO( AFR) MENGGUNAKAN BLOWER

GEMILANG, SATRIO ENDRA (2017) KARAKTERISASI UNJUK KERJA MESIN DIESEL SISTEM DUAL FUEL BIODIESEL-SYNGAS HASIL GASIFIKASI MUNICIPAL SOLID WASTE DENGAN VARIASI AIR FUEL RATIO( AFR) MENGGUNAKAN BLOWER. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
21112100099-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Pengembangan mesin diesel menjadi sistem dual-fuel umumnya mengalami permasalahan pada berkurangnya rasio udara pembakaran dan bahan bakar. Jumlah udara pembakaran menjadi lebih kecil dikarenakan adanya pemasukan syngas pada intake, hal tersebut menyebabkan AFR menjadi lebih rendah. Oleh karena itu pada penelitian dipasang blower sebagai penambah suplai udara masuk. Dengan penambahan suplai udara masuk diharapkan performa dan efisiensi dari mesin diesel meningkat. Karakterisasi unjuk kerja sistem dual-fuel ini dilakukan dengan mengoperasikan mesin diesel pada putaran konstan 2000 rpm dan pembebanan dari 200 W hingga 2000 W dengan interval 200 W. Sistem pemasukan syngas menggunakan mixer venturi secara langsung dari reaktor syngas yang alirannya dianggap konstan. Keberadaan syngas pada ruang bakar menyebabkan penurunan nilai AFR sehingga perlu ditambahkan blower untuk menaikan AFR. Blower diatur kecepatannya sehingga massflowrate udara dihitung berdasarkan perubahan tinggi manometer V menjadi variasi antara 0.004 kg/s; 0.0044 kg/s; 0.0048 kg/s; 0.0052 kg/s. Pengukuran dilakukan terhadap: arus dan tegangan listrik tiap pembebanan, waktu konsumsi bahan bakar biodiesel 10 ml, temperatur operasi: gas buang, oli mesin, pendingin radiator serta temperatur mesin. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Pada pembebanan maksimal sistem dual-fuel biodiesel dan syngas dapat menggurangi konsumsi biodiesel sebesar 43,26% dari kondisi single-fuel. Nilai spesific fuel consumption (sfc) biodiesel rata-rata pada AFR tertinggi mengalami penurunan sebesar 32% dibandingkan single-fuel. Nilai spesific fuel consumption (sfc) dual- fuel rata-rata dengan AFR tertinggi mengalami penurunan sebesar 9% dari AFR terendah. Rata-rata Air fuel ratio (AFR) dual-fuel mengalami kenaikan sebesar 14% pada penggunaan blower maksimal. Nilai effisiensi thermal sistem dual-fuel AFR tertinggi mengalami kenaikan sebesar 54% dari standar biodiesel single-fuel. Nilai effisiensi thermal sistem dual-fuel dengan AFR tertinggi mengalami kenaikan sebesar 24% dibandingkan pada AFR rendah. Nilai dari rata-rata energi persiklus pada sistem dual-fuel dengan AFR tertinggi mengalami penurunan sebesar 17% dari biodiesel single-fuel. Nilai dari rata-rata energi per siklus pada sistem dual- fuel dengan AFR tertinggi mengalami penurunan sebesar 11% dibandingkan AFR terendah. ======================================================================================================== The development a dual-fuel diesel engines system generally problems with decrease of air fuel ratio (AFR).The number of air combustion decrease by revenue syngas into intake, this is causing afr to be lower. Hence to research install blower acts as an air intake supply. With the addition of air supply performance in expected and efficiency than that of diesel increased. Characterization system works were dual-fuel was conducted by operating diesel engines the constantspeed 2000 rpm and encumbrances of 200 w to 2000 w by 200w. Intervals system syngas is using a mixer venturi directly from reactor syngas is that it are considered to be constant. The syngas is in the fuel cause a decrease value of AFR, blower so should be added to increase afr. Blower set the pace and massflowrate air calculated based on change high manometer v variations into between 0.004 kg / s; 0.0044 kg / s; 0.0048 kg / s; 0.0052 kg / s. measurement do with: the voltage encumbering, every the consumption of fuel biodiesel 10 ml, temperatures operation: gas waste, oil, machine cooler temperatures radiators and machine. results from this research is on encumbering maximum dual-fuel biodiesel system and syngas is can reduce biodiesel consumption to 43,26 % of condition single-fuel. The specific fuel consumption ( sfc )average biodiesel on highest afr decreased by 32 % than single-fuel. The average specific fuel consumption ( sfc ) dual- fuel with highest afr decreased by 9 % of afr lowest.average air fuel ratio ( afr ) dual-fuel increased by 14 % on the use of maximum blower.The system effisiensi thermal dual-fuel afr highest an increase of 54 % from standard biodiesel single-fuel.The thermal dual-fuel effisiensi system with afr highest increased by 24 % compared to afr low.The value of rata-rata energy persiklus on system dual-fuel with highest afr decreased by 17 % of biodiesel single-fuel. The value of rata-rata energy per on a system of two cycle

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: diesel dual-fuel, syngas, biodiesel, AFR
Subjects: Q Science
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery > TJ799 Diesel motor--Electronic control.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering
Depositing User: SATRIO ENDRA GEMILANG
Date Deposited: 30 Jan 2017 03:14
Last Modified: 30 Jan 2017 03:14
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/2212

Actions (login required)

View Item View Item