EVALUASI RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI FITODRAINASE DI PERKOTAAN SIDOARJO RAYON UTARA (SUB-DAS PUCANG DAN SUB-DAS KEMAMBANG)

SUSANTI, LISA PUTRANING (2017) EVALUASI RUANG TERBUKA HIJAU SEBAGAI FITODRAINASE DI PERKOTAAN SIDOARJO RAYON UTARA (SUB-DAS PUCANG DAN SUB-DAS KEMAMBANG). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Full text not available from this repository.

Abstract

Fitodrainase adalah teknologi drainase alamiah yang menggunakan tumbuhan untuk memperbesar infiltrasi dalam bentuk ruang terbuka hijau. Konsep ini sejalan dengan konsep drainase ramah lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan kebutuhan ruang terbuka hijau sebagai pengurang limpasan di Sub-DAS Pucang dan Sub-DAS Kemambang Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian berupa metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dengan ruang terbuka hijau eksisting seluas 60,24% mampu mengurangi limpasan sebesar 42,98% di Sub-DAS Pucang, dan dengan ruang terbuka hijau seluas 36,59% mampu mengurangi limpasan sebesar 34,92% di Sub-DAS Kemambang. Fungsi ruang terbuka hijau sebagai fitodrainase di Sidoarjo efektif mengurangi limpasan di bagian hulu (Zona 1 dan Zona 2) dengan jenis tanah lempung berpasir, namun kurang efektif pada bagian hilir (Zona 3 dan 4) dengan jenis tanah lempung berlumpur. Ruang terbuka hijau akan efektif sebagai fitodrainase jika tersedia seluas 35% di Sub-DAS Pucang dan 78% di Sub-DAS Kemambang. Ruang terbuka hijau sebagai fitodrainase layak dilaksanakan secara ekonomi dan dapat berfungsi maksimal jika antar lembaga pengelola/ instansi yang terkait sumber daya air di Pemerintah Daerah Sidoarjo memiliki manajemen yang terintegrasi dibawah koordinasi Badan Perencana Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Lembaga-lembaga tersebut dituntut menjalankan fungsi pengawasan dengan konsisten dan selalu berinovasi dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat. Kata kunci : fitodrainase, limpasan, ruang terbuka hijau ============================================================ Phytodrainage is natural drainage technology that uses plants to increase soil infiltration capacity in the form of greenspace. This concept is in line with the ecodrainage. This study aimed to determine the ability and requirement of greenspace for rainwater runoff reduction in the Pucang ang Kemambang Sub-Watersheds Sidoarjo Regency. Methods research consisted of descriptive analysis method qualitative and quantitative. The results revealed with existing greenspace area of 60.24% could reduce rainwater runoff by 42.98% in Pucang Sub-Watershed and 36.59% of greenspace could rainwater runoff by 34.92% in Kemambang Sub-Watershed. Greenspace function as phytodrainage for Pucang and Kemambang Sub-Watersheds effectively reduce rainwater runoff upstream section, which characterized by a sandy loam soil, but was less effective in the downstream, which composed of muddy clay soil. Green open space would be effective as phytodrainage if available of 35% in the Pucang Sub-Watershed and 78% in the Kemambang Sub-Watershed. The greenspace as phytodrainage was feasible economically and would be optimally if the inter-agency / institution which related to water resources in Sidoarjo Local Government has management which integrated under the coordination of the Planning Agency. These institutions should be competent oversight consistent and always innovate in the approach to the public. KEYWORDS: phytodrainage, greenspace, runoff reduction

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: - LISA PUTRANING SUSANTI
Date Deposited: 15 Feb 2018 00:58
Last Modified: 15 Feb 2018 00:58
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/2310

Actions (login required)

View Item View Item