Optimasi penempatan Group Tower Crane pada proyek pembangunan My Tower Surabaya

Septiawan, Ahmad Puguh (2017) Optimasi penempatan Group Tower Crane pada proyek pembangunan My Tower Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114106021-Undergraduate-Theses.pdf - Published Version

Download (9MB) | Preview

Abstract

Pada konstruksi proyek yang besar, seperti pada proyek My Tower Surabaya, tower crane bekerja lebih ekstra terutama ketika tower crane tunggal tidak bisa melayani keseluruhan pekerjaan pengangkatan dari semua titik persediaan dan titik kebutuhan, maka perlu digunakan lebih dari satu tower crane, atau biasa disebut group tower crane. Dengan adanya lebih dari satu tower crane bukan berarti semua masalah pekerjaan pengangkatan bisa teratasi, karena pada proyek yang memiliki lahan yang kurang luas, semakin banyak tower crane menyebabkan sering terjadinya tabrakan ataupun tumpang tindih antar tower crane. Dari permasalahan tersebut perlu adanya pengoptimalan lokasi untuk group tower crane. Lokasi yang optimal adalah lokasi yang memiliki konflik indek dan keseimbangan beban kerja antar tower crane terkecil. Karena tower crane yang digunakan lebih dari satu maka penempatan tower crane harus sesuai pada titik yang optimal. Dari perhitungan 3 skenario yang direncanakan pada penelitian ini, maka didapatkan hasil sebagai berikut: • Skenario 1 Titik optimal group tower crane berada pada koordinat TC1 (19 ; 4) dan TC 2 (121 ; 54), nilai konflik indek (NC) sebesar 36, keseimbangan beban kerja antar tower crane (σ) 3,202 jam • Skenario 2 Titik optimal group tower crane berada pada koordinat TC1 (19 ; 3) dan TC 2 (121 ; 53), nilai konflik indek (NC) sebesar 36, keseimbangan beban kerja antar tower crane (σ) 2,749 jam • Skenario 3 Titik optimal group Tower Crane berada pada koordinat TC1 (34 ; 4) dan TC 2 (111 ; 54), nilai konflik indek (NC) sebesar 6, keseimbangan beban kerja antar Tower Crane (σ) 2,249 jam Jadi dari hasil ketiga skenario perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa skenario 3 adalah yang paling optimal, karena memiliki nilai nilai konflik indek (NC) dan keseimbangan beban kerja antar tower crane (σ) terendah dari skenario lainnya, serta dengan biaya operasional sebesar Rp 1.256.778.497, -. ====================================================================================== In the construction of large projects, such as the My Tower Surabaya project, tower crane working more extra, especially when the single tower crane can not serve the overall lifting work in all supply point and demand point, it’s important to use more than one tower crane, or it’s called group of tower crane. With the group of tower crane, not mean that all the lifting work problems can be resolved, because the project has less land area, sometimes more tower crane can make many overlapping between tower cranes. These problems need optimization for the location of the tower crane group. The optimal location is a location that has a conflict index and balance the workload between the smallest tower crane. Because the tower crane used more than one, then the placement of the tower crane should correspond to the optimal point. The calculations of 3 scenarios that planned in this study, then obtained the following result: • Scenario 1 Optimal point of group tower crane is at coordinates TC1 (19 ; 4) and TC 2 (121 ; 54), value of conflict index (NC) is 36, workloads balance between the tower crane (σ) is 3,202 hours • Scenario 2 Optimal point of group tower crane is at coordinates TC1 (19 ; 3) and TC 2 (121 ; 53), value of conflict index (NC) is 36, workloads balance between the tower crane (σ) is 2,749 hours • Scenario 3 Optimal point of group tower crane is at coordinates TC1 (34 ; 4) and TC 2 (111 ; 54), value of conflict index (NC) is 6, workloads balance between the tower crane (σ) 2,249 hours Thus, the result of three scenarios of these calculations can be concluded that the third scenario is the most optimal, because it has the value of conflict of index (NC) and workloads balance between the tower crane (σ) are the lowest of the other scenarios, and the operational cost is Rp 1,256,778,497 , -.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Tower Crane; Konflik Indek; Keseimbangan Beban Kerja; Optimasi Lokasi; Conflict Index; Workload Balance; Location Optimization
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T56.8 Project Management
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - AHMAD PUGUH SEPTIAWAN
Date Deposited: 01 Mar 2017 07:50
Last Modified: 05 Mar 2019 07:53
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/2325

Actions (login required)

View Item View Item