MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL POP PADANG MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK

SIAGIAN, PESTA DUMARIS (2017) MODIFIKASI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG HOTEL POP PADANG MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIK. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114106024-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (19MB) | Preview

Abstract

Struktur baja merupakan bahan yang mempunyai daktilitas yang sangat baik, oleh karenanya struktur baja memiliki ketahanan terhadap gempa yang lebih baik dibandingkan beton. Salah satu jenis sistem penahan gempa pada bangunan baja adalah Sistem rangka Bresing Eksentrik (SRBE). Jenis struktur ini adalah penggabungan masing-masing keuntungan dari Sistem Rangka Pemikul Momen (SRPM) dan Sistem Rangka Bresing Konsentrik (SRBK). Kelebihan sistem ini adalah mekanisme kelelehan geser yang terjadi pada link pendek sangat baik. Elemen link berguna untuk mendissipasi energy gempa, maka elemen lain di luar link harus tetap berperilaku elastic saat elemen link telah mencapai kelelehan. Berdasarkan kajian-kajian penelitian yang pernah dilakukan, pengecekan terhadap tekuk pada bresing memberikan hasil bahwa sistem portal berpengaku eksentrik memberikan nilai lebih bila dibandingkan dengan sistem lainnya. Dengan demikian perlu adanya perencanaan pada bangunan gedung bertingkat dengan tingkat seismitas yang tinggi menggunakan sistem rangka bresing eksentrik sehingga dapat diketahui bagaimana perilaku struktur yang terjadi jika diaplikasikan pada sebuah gedung. Maka pada tugas akhir ini dilakukan perencanaan gedung dengan menggunakan bresing eksentrik. Modifikasi perancangan ini akan mendisain ulang gedung Hotel POP Padang 10 lantai yang mulanya merupakan gedung dengan struktur beton bertulang menjadi struktur baja daktail sistim EBF. Hasil redisain yang nantinya akan diperoleh, diharapkan dapat menggantikan desain struktur gedung beton sehingga menjadi lebih daktail dan mengurangi kerusakan akibat risiko gempa tinggi di Kota Padang. Dari analisa dan perhitungan diperoleh hasil, yaitu tebal pelat lantai hotel, atap, dan dak atap 9 cm, dimensi balok induk hotel lantai WF-500.300.11.18 dan WF-500.200.10.16 dimensi balok induk hotel atap WF-500.200.10.16 dan WF-450.200.9.14, dimensi kolom lantai 1 – 5 KC-800.300.14.26, dimensi kolom lantai 6 – 10 KC-588.300.12.20, dimensi breising WF-200.200.8.12, base plate menggunakan dimensi pelat landasan 1000.1000 tebal 55 mm dan panjang link direncanakan 100 cm. Sambungan struktur utama direncanakan sebagai sambungan kaku dengan baut fub 825 Mpa. Perencanaan pondasi menggunakan tiang pancang beton pracetak diameter 50 cm dengan kedalaman 14 m. Sloof ukuran 40 cm × 60 cm dengan tulangan utama 8D22 dan tulangan geser Ø12 – 300. ========================================================================================================== Steel structure is a material that has good ductility, therefore the steel structure has resistance to earthquakes better than concrete. One type of seismic restraint systems on steel buildings are Eccentrically Braced Frame (EBF). This type of structure is combination advantages of Moment Resisting Frame (MRF) and Concentrically Braced Frame (CBF). The advantages of this method is good ductility with shear melting mechanism happened to short link. Link is the weakest part of the EBF. Therefore, any failure and collapse of the structure, the first damage occurs on the link, link must has a high level of ductility. EBF design concept is the link defined as part which become damaged but other elements remain inelastic condition. Based on research studies that have been done, checking buckling bresing provide result that eccentrically braced frame is the most effective than other system. Thus the need for planning in high story building with high seismic with eccentrically braced frame. So that it can be seen how the structural behavior that occurs when applied to a building. So in this final project planning of the building using eccentrically bresing. This modification design will redesign Pop Hotel Padang 10 story building that at the first design this building is reinforced concrete structure then will be redesigned become ductile steel structure with EBF system. The result of this design is expected to replace the first design reinforced concrete design so that the structure become more ductile and reduce the damage due to high seismic risk in Padang City. From analyzing and calculating the result which are obtained are 9 cm thick plate of floor and roof, WF- 500.300.11.18 and WF-500.200.10.16 are the structure steel of main beam of hotel floor, WF-500.200.10.16 and 450.200.9.14 for floor roof. Column use King Cross structure steel KC- 800.300.14.26 for floor 1 – 5 KC-400.200.8.13 for floor 6– 10. Bracing use structure steel WF-200.200.8.12. For Base plate using plate 1000x1000 mm square and 55 mm thick. Link are designed 100 cm long. The main splicing structure is planned as rigid connection with bolt fub 825 Mpa. Fondation is designed using pile of precast concrete with 50 cm diameter and 14 m depth. The dimension of sloof is 40 cm × 60 cm with 8D25 longitudinal reinforcement and Ø12 – 300 transfersal reinforcement.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: EBF, Gempa, Link, Strukturbaja
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - PESTA DUMARIS SIAGIAN
Date Deposited: 24 Jan 2017 02:29
Last Modified: 06 Mar 2019 02:19
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/2782

Actions (login required)

View Item View Item