Pengaruh Pemberian Induksi Medan Magnet Pada Aliran Bahan Bakar Terhadap Penyerapan Radiasi Infra Merah Molekul Hidrokarbon Dan Unjuk Kerja Mesin Sinjai 650 Cc 2 Silinder (Studi Kasus : Sumber Tegangan Dari Alternator)

Firmansyah, Anang (2017) Pengaruh Pemberian Induksi Medan Magnet Pada Aliran Bahan Bakar Terhadap Penyerapan Radiasi Infra Merah Molekul Hidrokarbon Dan Unjuk Kerja Mesin Sinjai 650 Cc 2 Silinder (Studi Kasus : Sumber Tegangan Dari Alternator). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
2114105011-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Pada umumnya Molekul hidrokarbon dalam senyawa bensin akan melakukan aktifitas getaran (vibrasi) dalam arah intinya. Selain itu cenderung untuk saling tarik menarik satu sama lain, membentuk molekul-molekul yang bergerombol (clustering). Sehingga pada proses pencampuran dengan udara menyebabkan tidak bisa menjangkau molekul bahan bakar bagian dalam. Pemberian medan magnet dapat merubah molekul bahan bakar sehingga susunannya menjadi lebih teratur (de-clustering) serta proses pembakaran pada ruang bakar akan lebih baik. Metode penelitian diawali dengan proses pembuatan induksi magnet dari inti besi karbon berbentuk silinder sebanyak tiga buah yang dililiti kawat tembaga. Setelah melakukan pengujina kuat medan magnet dipilihlah satu dari ketiga magnet tersebut yang memiliki kuat medan magnet yang paling besar. Untuk bangkitan induksi medan magnet yaitu dengan sumber listrik DC yang mengikuti pembebanan serta putaran mesin. Pengujian clustering bahan bakar dilakukan menggunakan metode FTIR yaitu dengan mengukur prosentase penyerapan radiasi infra merah pada molekul bahan bakar setelah dimagnetisasi. Selanjutnya dilakukan pengujian pengaruh induksi magnet terhadap unjuk kerja mesin sinjai 2 silinder 650 cc secara variable speed mulai dari 5000 sampai 2000 rpm, sedangkan untuk parameter yang diukur dan dihitung meliputi torsi, m ̇ bahan bakar, m ̇ udara, temperatur, dan emisi gas buang. Dari pengujian FTIR secara rata – rata terjadi perubahan prosentase intensitas transmittance pada panjang gelombang. Perubahan prosentase terbesar terjadi pada instrumen medan magnet dengan masukan tegangan maksimal sebesar 26 volt pada putaran 5000 rpm dengan kenaikan yaitu 3,28%. Sedangkan hasil penelitian unjuk kerja mesin sinjai dengan pemberian tegangan listrik sesuai dengan putaran mesin diperoleh kenaikan unjuk kerja yaitu: Torsi maksimum pada putaran 3500 rpm sebesar 42,919 Nm. Daya maksimum dengan pada putaran 4500 rpm sebesar 16,962 kW. Tekanan efektif rata – rata (Bmep) maksimum pada putaran 3500 rpm sebesar 8,380 bar. Efisiensi thermal maksimum pada putaran 3500 rpm sebesar 34,367 %. Efisiensi volumetris maksimum pada putaran 3500 rpm sebesar 73,317 %. Lalu diperoleh penurunan unjuk kerja dibandingkan dengan kondisi tanpa magnetisasi yaitu: konsumsi bahan bakar spesifik (Bsfc) minimum pada putaran 3500 rpm sebesar 244 (g/kW.h). Serta terjadi pula penurunan emisi secara rata-rata sebesar 28,52 % untuk HC dan 8,89 % untuk CO. ======================================================================================== Commonly , the hydrocarbon molecules in the compound gasoline does the vibration activity (vibration) in direction of its core. In addition, to a mutual attraction to each other, forming molecules to be huddle (clustering). So, in the process of mixing with the air causes can't reach the inside of the fuel molecules. The granting of the electromagnetic can change fuel molecules in order to be more regular (de-clustering) as well as the combustion process in the combustion chamber will be better. Research method begins with the making of magnetic induction from cylindrical carbon iron core as much as three entwined copper wire. After testing the strength of electromagnetic, it is choosen for one of third magnets which has the most strongest electromagnetic. For the electromagnetic induction, it needs DC power source to follow the imposition as well as the rotation of the engine. Testing clustering fuel is done by using FTIR method which measures the percentage of infrared radiation absorption in a fuel molecule after dimagnetization. Furthermore , test is performed for the influence of the magnetic induction towards the performance of 2 cylinder 650cc Sinjai machine in variable speed ranging from 5000 to 2000 rpm, while for the parameters measured and calculated include torque, fuel, air, temperature, and exhaust emissions. Based on the average of FTIR testing, it changes the percentage wavelength of transmitancce intensity. The largest percentage changed can occur when the electromagnetic gets voltage input is 26 volts with the increased percentage of the intensity transmitancce is 3.28%. Whereas, The results of the Sinjai machine with voltage in accordance with the rotation machine retrieved the increase in performance compared to conditions without magnetization: a maximum torque at 3500 rpm of 42,919Nm. Maximum power at 4500 rpm with of 16,962 kW. The mean effective pressure (Bmep) flat – maximum of 3500 rpm on the round of 8,380. Maximum thermal efficiency at 3500 rpm of 34,367%. Volumetris maximum efficiency at 3500 rpm of 73.317%. Then, it reduces the performance compared to conditions without magnetization: specific fuel consumption (Bsfc) minimum rpm of 3500 on lap 244 (g/kW. h). As well as a decrease in emissions also occur an average of 28,52% for HC and 8,89% for CO.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Induksi Medan Magnet, FTIR, Hidrokarbon, Unjuk Kerja SINJAI 650 CC
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Z Bibliography. Library Science. Information Resources > Z665 Library Science. Information Science
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: ANANG FIRMANSYAH
Date Deposited: 03 Apr 2017 08:29
Last Modified: 18 Dec 2017 01:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/2941

Actions (login required)

View Item View Item