PENYUSUNAN PRIORITAS REHABILITASI EMBUNG DI KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

NIRWANA, PUTRI MITRA (2016) PENYUSUNAN PRIORITAS REHABILITASI EMBUNG DI KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[img]
Preview
Text
3114207814-Master_Theses.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Provinsi Jawa Timur adalah salah satu daerah yang ditetapkan Pemerintah Indonesia sebagai lumbung padi nasional. Kekeringan menyebabkan terganggunya produktifitas pertanian di beberapa wilayah di Jawa Timur. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah adalah dengan melakukan pembangunan embung. Kabupaten Malang adalah salah satu daerah di Provinsi Jawa Timur yang sering mengalami kekeringan pada saat musim kemarau. Lahan pertanian yang mengalami kekeringan pada bulan Agustus 2015 seluas 17.562 hektar atau 39,9 persen dari total luas lahan pertanian 45.033 hektar. Sekitar 10.000 hektar berupa lahan persawahan mengalami gagal panen atau puso. Mayoritas lahan pertanian di Kabupaten Malang berupa sawah tadah hujan. Maka, Pemerintah Kab. Malang berusaha untuk mengoptimalkan pemanfaatan embung atau kolam penampung air hujan untuk mengairi lahan pertanian yang kekurangan air di musim kemarau. Akan tetapi terdapat embung-embung yang kondisinya mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan rehabilitasi. Penentuan kriteria penelitian dilakukan melalui kajian studi pustaka dan expert judgment. Kemudian survey ke lokasi penelitian untuk identifikasi kondisi embung eksisting. Pengumpulan data dilakukan pada saat survey dengan metode wawancara dan penyebaran kuesioner kepada para pakar/ahli di bidang Sumber Daya Air dan masyarakat di sekitar embung. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas rehabilitasi embung di Kab. Malang dengan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan empat Kriteria yaitu aspek Fisik, aspek Manfaat, aspek Lingkungan dan aspek Kebijakan serta sub kriteria sejumlah limabelas indikator. Analisis manfaat dan biaya dilakukan sebagai dasar dalam penilaian prioritas alternatif embung. Hasil perhitungan perbandingan antar subkriteria menunjukkan bahwa lima indikator yang paling berpengaruh dalam menentukan prioritas adalah jumlah penduduk yang dilayani (0,093); tata guna lahan (0,082); ketersediaan air (0,058); kondisi tubuh embung (0,057); dan hasil pertanian dan perkebunan (0,056). Hasil pengambilan keputusan penyusunan prioritas program rehabilitasi embung di Kabupaten Malang yaitu embung Lowokjati (bobot 17,2%), Babadan (bobot 16,7%), Segaran (bobot 14,8%), Rowoklampok (bobot 14,1%), Kutukan (13,6%), Kidangbang (12,1%) dan embung Gedangan Kulon (bobot 11,5%) dengan tingkat inkonsistensi senilai 0,02. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, empat kriteria yang dipakai dalam penelitian ini menjadi cukup praktis dalam pengaplikasian penyusunan prioritas dibandingkan penelitian sebelumnya yang menggunakan tujuh kriteria. =========================================================================================================== East Java Province is one of the areas pointed by the Government of Indonesia as a national granary. Drought causes disruption of agricultural productivity in some areas in East Java. One of the efforts made by the government is build small dam. Malang is one of the areas in East Java province which is frequently affected by drought during the dry season. Farmland affected by drought in August 2015 covering an area of 17 562 hectares, or 39.9 percent of the total area of 45 033 hectares of agricultural land. About 10,000 hectares of rice fields had crop failures or puso. The majority of agricultural land in the district of Malang form of rainfed. Thus, the Malang Government District seeks to optimize the utilization of reservoir or rainwater basin to irrigate farmland water shortages in the dry season. There are small dam that damaged and need to rehabilitation. Determination of criteria for research by studying literature and expert judgment. Second step, survey the research location to identify the existing condition of small dam. Data collection at the time of the survey doing with interview and give questionnaire to the experts of Water Resources and the farmers or communities around the small dam. This study aims to determine the priority of the rehabilitation of small dam in Malang district using Analytical Hierarchy Process (AHP). Physical aspect, Benefit aspect, Environment aspect and Policy aspect were used as Criteria and fifteen indikators as a Sub Criteria. Benefits and costs analysis carried as a supporting information for priority assessment of small dam. The calculation result of pairwise comparison between sub criteria and seven alternative small dam shows that the five from fifteen indicators are most influential in determining the priorities ares the number of population served (0.093); land use (0.082); the availability of water (0.058); dam body condition (0.057); and agricultural and plantation (0.056). From the analitycal hierarchy process analysis result which become rehabilitation reservoir priority are Lowokjati (with value 17.2%), Babadan (value 16.7%), Segaran (value 14.8%), Rowoklampok (value 14.1%), Kutukan (13.6%), Kidangbang (12.1%) and Gedangan Kulon (value 11.5%) with a inconsistency ratio value 0.02. Based on this research, the four criteria were used in this study to be quite practical in application prioritization compared to a previous study using seven criteria.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Analitycal Hierarchy Process (AHP), embung, kabupaten Malang, kekeringan, prioritas, rehabilitasi
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD491 Spillways
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: - PUTRI MITRA NIRWANA
Date Deposited: 24 Jan 2017 07:34
Last Modified: 27 Dec 2018 03:07
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3007

Actions (login required)

View Item View Item