Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Al2o3 Terhadap Kekuatan Tarik Pada Aluminium Matrix Composite

Prabowo, Tito Arifianto (2017) Studi Eksperimental Pengaruh Penambahan Al2o3 Terhadap Kekuatan Tarik Pada Aluminium Matrix Composite. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2110100041-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Pada era teknologi yang semakin maju, manusia terus berusaha menemukan material baru yang memiliki sifat-sifat unggul. Material yang digunakan pun diharuskan memiliki ketentuan tertentu untuk memenuhi kebutuhan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi seperti di bidang komposit dapat menjadi alternatif untuk permasalahan yang timbul dan dapat memenuhi karakteristik dan sifat mekanik tertentu sesuai yang diinginkan. Material komposit didefinisikan sebagai material yang terdiri dari dua atau lebih penyusun berbeda yaitu penguat dan matrix. Metal matrix composite berbasis aluminium merupakan bagian dari komposit yang terus diteliti guna memperoleh sifat yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Matrix dan penguat dikombinasikan dalam skala makroskopis. Dengan penggabungan material tersebut, maka akan didapatkan suatu material yang sifatnya merupakan kombinasi dari material penyusunnya. Pada komposit dapat terbentuk interphase yaitu suatu fase di antara fase matriks dan penguat yang timbul akibat reaksi kimia dan efek dari proses produksi yang dilakukan. Metal Matrix Composite (MMC) adalah komposit dengan matriks aluminium dengan penguat partikel memberikan sejumlah alternatif penggunaan karena komposit ini memiliki keunggulan dari sisi kapasitas panas spesifik, konduktivitas panas tinggi, massa jenis rendah, kekuatan spesifik tinggi, kekakuan spesifik tinggi, koefisien ekspansi baik serta ketahanan aus. Dalam studi ini, Aluminium dicairkan hingga suhu 900oC dalam tungku krusibel. Alumina sebagai penguat ditambahkan saat aluminium dalam keadaan cair, kemudian diaduk selama 10 menit dengan putaran 300 rpm. Aluminium matrix composite dibuat dengan metode stir casting. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik, uji kekerasan, struktur makro dan mikro, uji SEM-EDX. Hasil yang didapatkan adalah nilai kekuatan tarik menurun dari kadar 0% hingga 15 % volume fraksi alumina dan naik pada kadar 20 % volume fraksi alumina, kemudian turun kembali pada kadar 25% volume fraksi alumina. Nilai kekerasan sebanding dengan nilai kekuatan tarik yaitu adalah nilai kekerasan menurun dari kadar 0% hingga 15 % volume fraksi alumina dan naik pada kadar 20 % volume fraksi alumina, kemudian turun kembali pada kadar 25% volume fraksi alumina. ============================================================================================= In advance technology era, people are looking for new advancd materials with excellent properties. These materials should follow the specified properties to be used accordingly to its functions. As technology and knowledge develop, especially in the composite industry, these materials can be an alternative solution to fulfill the desired characteristics and properties that are looked for. Composite is defined as a material that made up of two or more compiler materials, which are reinforce and matrix. Aluminum based metal matrix composite is being researched to get the properties that is needed to function. Matrix and reinforce are combined in a macroscopic scale. By combining the materials, a material with a combined properties from both material will be obtained. In composite, an interphase is able to form, which is is a phase between the matrix and the reinforce that resulted from the chemical reaction and effect of the process. Metal Matrix Composite (MMC) is a composite with aluminum matrix with particle reinforced, which gives several advantages, because this composite is excellent in heat specific capacity, high specific strength, high specific rigidity, good expansion coefficient and resistance to wear. In this study, aluminum is liquefied until it reaches 900oC in a crucible furnace. Alumina, used as the reinforced, is added when the aluminum is in the liquid phase. Then the mixture is stirred for 10 minutes with a 300 rpm rotational speed. Aluminum matrix composite is made using the stir casting method. The material is then tested using tensile test, hardness test, macro and micro structure analysis, and chemical composition test using SEM – EDX. The results shows that tensile strength decreases in 0% to 15% of alumina volume fraction and increases in 20% of alumina volume fraction, then decreases again in 25% of alumina volume fraction. Hardness number is proportional to the tensile strength, which are, decreasing in 0% to 15% alumina volume fraction, increasing in 20% of alumina volume fraction and decreasing again in 25% of alumina volume fraction.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Aluminium Matrix Composite, Al2O3, Stir Casting, Uji tarik, Kekerasan, Struktur Makro, Mikro, SEM-EDX
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA418.9 Composite materials
T Technology > TS Manufactures > TS253 Die-Casting
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: TITO ARIFIANTO PRABOWO
Date Deposited: 05 Apr 2017 08:45
Last Modified: 06 Mar 2019 07:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3010

Actions (login required)

View Item View Item