Pengaruh Konfigurasi Terumbu Buatan Bentuk Hexagonal Pada Transmisi Gelombang

Winarto, Aris (2017) Pengaruh Konfigurasi Terumbu Buatan Bentuk Hexagonal Pada Transmisi Gelombang. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4312100019-Undergraduate-Theses.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Terumbu karang buatan (artificial reef) merupakan salah satu cara untuk merehabilitasi kerusakan terumbu karang alami. Artificial reef berfungsi sebagai habitat baru bagi biota laut dan juga sekaligus dapat berfungsi untuk melindungi pantai dengan meredam energi gelombang tanpa mengurangi estetika pantai yang dilindungi (submerged breakwater). Sebagai pemecah gelombang terumbu buatan perlu diketahui sejauh mana tingkat efektifitas dalam meredam gelombang. Akhir-akhir ini berkembang banyak bentuk dari terumbu buatan guna mendapatkan peredam yang lebih baik. Dalam penelitian ini diusulkan bentuk baru yaitu bentuk hexagonal yang kemudian di uji pengaruh konfigurasinya terhadap nilai koefisien transmisi. Pengujian dilakukan di laboratorium wave flum jurusan teknik kelautan ITS. Data hasil pengujian di olah dan disajikan dalam bentuk grafik. Dari hasil analisa data menunjukkan bahwa : (1) Koefisin transmisi meningkat dengan berkurangnya wave steepness, sebaliknya koefisien transmisi menurun dengan meningkatnya wave steepness, (2) Konfigurasi dengan lebar puncak 1 m dan tinggi struktur 0,2 m (B2) mengasilkan nilai koefisien transmisi paling kecil daripada konfigurasi lainya, yaitu kofisien transmisi terkecil gelombang reguler 0,53 dan 0,63 untuk gelombang irreguler, (3) Energi terbesar yang berhasil direduksi pada konfigurasi B2 yaitu 74,27 % untuk gelombang irreguler dan 83,26 % untuk gelombang reguler, (4) Hexareef menghasilkan nilai koefisien transmisi lebih kecil daripada bentuk silinder dan kubus pada rentang nilai wave steepness 0,003 – 0,005. ======================================================================================== Artificial reefs is one way to rehabilitate the natural coral reef damage. Artificial reef serves as new habitat for marine life and simultaneously protect the coast by reducing wave energy without compromising the aesthetics of the beach protected. As an artificial reef can serves as submerged breakwaters, the extent to which the level of effectiveness in reducing wave need to be investigated. The new form hexagonal shape artificial reef is proposed then tested based on the transmission coefficient value. The tests for various configuration of hexagonal reef in 1:10 scale were conducted in the wave Flume in Department Ocean Engineering ITS. The result of tests were presented in the graphical form and showed that: (1) Transmission coefficient increases with decreasing wave steepness, otherwise the transmission coefficient decreases with increasing wave steepness, (2) Configuration of 1 meter crest width of artificial reef with 0.2 meters of height (B2) produce transmission coefficient value smaller than others. The smallest wave transmission coefficient for regular wave is 0.53 and 0.63 for irregular wave (3) Energy successfully reduced at the largest for B2 configuration; 74.27% for the wave irregular and 83.26% for regular wave (4) Hexareef has smaller coefficient transmission than cylinder and cube artificial reef in range of wave steepness of 0.003 to 0.005.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Submerged breakwater; Hexareef; koefisien transmisi
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Aris Winarto
Date Deposited: 11 Apr 2017 02:08
Last Modified: 06 Mar 2019 07:43
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3112

Actions (login required)

View Item View Item