Analisa Model Pengukuran Kinerja Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa Di Surabaya

Christanti, Arining (2017) Analisa Model Pengukuran Kinerja Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa Di Surabaya. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114207802-Master_Thesis.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Masalah utama yang paling sering dihadapi dalam pengelolaan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) adalah jarangnya pelaksanaan evaluasi dan monitoring pengelolaan rusunawa. Hal ini menyebabkan pengelola sulit menentukan langkah yang tepat untuk menentukan solusi atas permasalahan yang terjadi. Kelangkaan kegiatan evaluasi dan monitoring tersebut disebabkan karena pengelola rusunawa di Surabaya belum memiliki standar kinerja atau parameter penentu yang tepat dalammenilai kinerja rusunawa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh model pengukuran kinerja yang dapat digunakan sebagai parameter penilaian dalam evaluasi dan monitoring pengelolaan rusunawa di Surabaya.Tahapan pada penelitian ini adalah studi literatur, penyebaran kuesioner kepada 8 pakar/pengelola rusunawa, analisis dengan metode perbandingan berpasanganuntuk merumuskan model sesuai kajian literatur dan kondisi eksisting, penilaian kinerja pengelolaan, serta evaluasi kesesuaian model dengan Focus Discussion Group (FGD). Terdapat 22 rusunawa yang berada di kota Surabaya, menggunakan cluster random samplingditentukan 8 rusunawa (7 rusunawa pemkot Surabaya dan 1 rusunawa pemprov Jatim) sebagai sampel yang mewakili rusunawa MBR di Surabaya. Penilaian kinerja pengelolaan rusunawa dilakukan dengan wawancara terhadap pengelola dan ketua paguyuban dari kedelapan rusunawa tersebut menggunakan model yang telah ditentukan. Hasil dari analisis dengan menggunakan perbandingan berpasangan menunjukkan bahwa kriteria kinerja yang mempengaruhi pengelolaan rusunawa di Surabaya adalah efektifitas dan efisiensi (bobot: 34,6%) diikuti oleh kesesuaian kelembagaan dan kepenghunian (bobot: 26,5%), resiko kepatuhan hukum (bobot: 19%), kesesuaian fisik (bobot: 10,9%), kemudian keberlanjutan (bobot: 5,4%) dan yang terakhir adalah dampak (bobot: 3,5%). Dari penilaian kinerja pada 8 obyek penelitian didapatkan 62,5% rusunawa dengan kinerja yang baik dan 37,5% rusunawa dengan kinerja cukup. Rusunawa Pesapen memiliki nilai kinerja tertinggi (total nilai 3,90 dari 5,00) sedangkan nilai kinerja terendah diperoleh Rusunawa Gunungsari (total nilai 2,24 dari 5,00). Dari pelaksanaan FGD diketahui bahwa model pengukuran kinerja sudah cukup relevan untuk digunakan sebagai parameter penilaian pengelolaan rusunawa di kota Surabaya. ================================================================================================================== The increasing number of subsidizedflats (rusunawa) in Surabaya is not only a solution to alleviate the problem of settlements, but also other issues to be resolved. The most commonproblems happened are the management limitations of rusunawa. The lack of evaluation and monitoring of rusunawa management often caused adversity to managers to determine the appropriate steps to the solution of the issues involved. The lack of evaluation and monitoring activities are caused by the absence of performance standard or appropriate parameter in assessing the performance of rusunawa. Therefore, this study aimed to obtain performance measurement models that can be used as a parameter of assessment in the evaluation and monitoring of rusunawa management in Surabaya. Stages of this research are literature studies, questionnaires, analysis with pairwise comparison for formulating the model according to the literatures review and existing conditions, performance appraisal management on8 research objects, and suitability evaluation of the model.There are 22 subsidized apartments in the city of Surabaya, using cluster random sampling determined 8 rusunawa as a representative sample of rusunawa MBR in Surabaya. Rusunawa management performance assessment conducted by interviewing the manager and chief of resident of the eighth rusunawa using predefined models. The analysis result using pairwise comparison indicatedthe performance criteria that affect rusunawamanagement in Surabaya are the effectiveness and efficiency (34.6%) followed by suitabilityof institutional and tenancy (26.5%), the risk of legal compliance (19 %), physical condition (10.9%), and sustainability (5.4%) and the last is the environmental impact (3.5%). Performance assessment of the 8 (eight) research objectshas result 62.5% rusunawa with good performance and 37.5% rusunawa with sufficient performance. Rusunawa Pesapen has the highest performance score (total score 3.90 out of 5.00) while the lowest performance score obtained by Rusunawa Gunungsari (total score 2.24 out of 5.00). The two rusunawa determined as Focus Group Discussion (FGD) participants to evaluate the suitability of the model. The FGD implementation has discovered that the model of performance measurement relevant enough to be used as a parameter assessment of rusunawa management in the city of Surabaya.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: rusunawa, manajemen aset, kinerja aset, penilaian kinerja, model pengukuran kinerja, perbandingan berpasangan, Surabaya,subsidized flats, rusunawa, asset management, performance assesment, performance measurement model, pairwise comparison
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA645 Structural analysis (Engineering)
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: Arining Christanti
Date Deposited: 10 Apr 2017 07:10
Last Modified: 10 Apr 2017 07:10
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3209

Actions (login required)

View Item View Item