Ekstraksi Senyawa Bioaktif dari Rimpang Curcuma Mangga menggunakan Pelarut Ramah Lingkungan Natural Deep Eutectic Solvent (NADES)

Nurhasanah, - and Saktia, Umra Misli (2017) Ekstraksi Senyawa Bioaktif dari Rimpang Curcuma Mangga menggunakan Pelarut Ramah Lingkungan Natural Deep Eutectic Solvent (NADES). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
2314106019-Undergraduate-Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Curcuma mangga atau yang lebih dikenal sebagai kunir putih telah diketahui mengandung senyawa-senyawa bioaktif antikanker berupa curcuminoid (curcumin (C), demethoxycurcumin (DMC) dan bisdemethoxycurcumin (BDMC)). Secara umum, senyawa bioaktif tersebut diektraksi menggunakan pelarut organik seperti etanol, metanol, heksana, ataupun secara steam distillation menggunakan uap air. Dalam penelitian ini digunakan green solvent yaitu Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) sebagai pengganti pelarut-pelarut organik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) sebagai pelarut dalam ekstraksi senyawa-senyawa bioaktif berupa curcuminoid terutama curcumin dari Curcuma mangga serta mendapatkan perolehan yield senyawa bioaktif tersebut dan membandingkannya dengan metode konvensional, ekstraksi soxhlet dan maserasi dengan etanol sebagai pelarut. Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) jenis netral, asam, dan basa dipilih sebagai pelarut dalam proses ekstraksi senyawa bioaktif dari Curcuma mangga. Ekstraksi senyawa bioaktif menggunakan NADES dilakukan dengan menambahkan serbuk Curcuma mangga 2±0,1 mg ke dalam 2,00±0,1 g NADES dan diaduk pada suhu 40 oC dalam 5 mL botol sampel amberlite tertutup. Pengadukan dilakukan selama 1x24 jam. Ekstraksi Soxhlet dan maserasi menggunakan etanol adalah metode ekstraksi konvensional pembanding yang dipilih untuk mengetahui efektifitas penggunaan pelarut alternatif, NADES, guna ekstraksi senyawa bioaktif dari Curcuma mangga. Metode Analisa yang digunakan yaitu analisa kualitatif secara Thin Layer Chromatography (TLC) dan analisa kuantitatif secara High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Hasil analisa menunjukkan bahwa ekstraksi dengan NADES, FS-H2O (2:1:32), dapat mengambil ekstrak curcuminoid lebih baik dibandingkan dengan etanol (96%) dan air. Perolehan yield curcuminoid pada ekstraksi dengan NADES (FS-H2O = 2:1:32) sebagai pelarut dapat mengekstraksi curcuminoid lebih banyak dibandingkan etanol (96%) baik secara ekstraksi-soxhlet ataupun maserasi; FS-H2O (2:1:32) memberikan selektifitas curcumin yang lebih tinggi (98%-berat) dibandingkan etanol (96%); yang mana etanol hanya mampu mengektrak 60-61% curcumin, 22-23% DMC, dan sisanya BDMC. Sedangkan BDMC dan DMC kurang selektif terekstrak pada penggunaan FS-H2O (2:1:32) sebagai pelarut. ================================================================== Curcuma mangga or more popular as white turmeric has been known to contain anticancer bioactive compounds such as kurkuminoid (curcumin (C), demetoxycurcumin (DMC) and bisdemetoxycurcumin (BDMC)). Generally, these bioactive compounds extracted using organic solvents such as ethanol, methanol, hexane, or by steam distillation using water vapor. This study used a green solvent that is Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) as solvent substitute for organic solvents. This research aims to uses Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) as a solvent in the extraction of bioactive compounds such as curcuminoid especially curcumin from Curcuma mangga and gets the yield of bioactive compounds mentioned and compare with the conventional method, soxhlet extraction and maceration with ethanol as a solvent. Natural Deep Eutectic Solvents (NADES) type of neutral, acid and alkali that are chosen as a solvent in the extraction process of bioactive compounds from Curcuma mangga. Extraction of bioactive compounds using NADES done by adding powdered Curcuma mangga 2±0.1 mg in 2.00±0.1 g NADES and stirred at a temperature of 40 °C in 5 mL sample bottle Amberlite closed. Stirring is done for 1x24 hours. Soxhlet extraction and maceration using ethanol is a comparison of conventional extraction methods that are chosen to determine the effectiveness of the use of alternative solvents, NADES, to the extraction of bioactive compounds from Curcuma mangga. The analysis method used is qualitative analysis by Thin Layer Chromatography (TLC) and quantitative analysis High Performance Liquid Chromatography (HPLC). The analysis shows that the extraction with NADES, FS-H2O (2:1:32), can be extracted curcuminoid better than ethanol (96%) and water. Result yield curcuminoid on extraction with NADES (FS-H2O = 2:1:32) as the solvent can extract curcuminoid more than ethanol (96%), either soxhlet extraction or maceration; FS-H2O (2:1:32) giving curcumin higher selectivity (98%-weight) than ethanol (96%); where ethanol is only able extracted 60-61% curcumin, 22-23% DMC, and remaining BDMC. While BDMC and DMC less selectively extracted on the use of FS-H2O (2: 1: 32) as the solvent.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: curcumin; DMC; BDMC; kunir putih; green solvent; white turmeric
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP156 Crystallization. Extraction (Chemistry). Fermentation. Distillation. Emulsions.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - NURHASANAH
Date Deposited: 10 Mar 2017 03:19
Last Modified: 19 Dec 2017 06:00
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3249

Actions (login required)

View Item View Item