Arahan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Di Kawasan Rawan Bencana Banjir Kali Lamong Kabupaten Gresik

Fristyananda, Maulidya Aghysta (2017) Arahan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Di Kawasan Rawan Bencana Banjir Kali Lamong Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3612100020-Undergraduate-Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Salah satu pemanfaatan area hijau DAS Kali Lamong di Kabupaten Gresik adalah pengembangan kawasan budidaya yang menyebabkan kemerosotan lingkungan dan memicu terjadinya banjir. Pada tahun 2015, banjir Kali Lamong memberikan dampak terhadap setidaknya 9.587 jiwa dan 3 orang meninggal dunia serta kerugian materiil mencapai Rp 18 Milyar. Berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat, salah satunya adalah menutup tanggul yang jebol menggunakan anyaman bambu, batang pohon, dan karung plastik berisi tanah. Akan tetapi, dampak yang dirasakan masyarakat masih cukup besar baik dilihat dari jumlah jiwa yang terdampak, jumlah kerugian materiil, terhambatnya aktifitas masyarakat, serta sulitnya mendapatkan air bersih. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan peningkatan kapasitas masyarakat yang dilakukan dari berbagai aspek penting untuk mengurangi dampak dari Banjir Kali Lamong Kabupaten Gresik. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan arahan peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengurangi risiko bencana banjir Kali Lamong di Kabupaten Gresik. Tahapan penelitian terbagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah menentukan lokasi yang memiliki tingkat bahaya banjir tinggi menggunakan teknik analisis AHP dan Overlay Weighted Sum. Tahap kedua adalah mengetahui tingkat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana banjir Kali Lamong menggunakan teknik analisis skoring. Tahap ketiga adalah merumuskan upaya peningkatan kapasitas masyarakat menggunakan teknik analisis Content Analysis. Hasil dari penelitian ini, didapatkan dua desa dengan tingkat ancaman tinggi dan tingkat kerentanan tinggi, yakni Desa Lundo dan Desa Bulangkulon. Berdasarkan hasil skoring, kedua desa tersebut diklasifikasi ke dalam desa dengan tingkat kapasitas sedang. Rumusan arahan yang diperoleh dalam upaya peningkatan kapasitas masyarakat dari in-depth interview, dikelompokkan ke dalam empat tahapan manajemen risiko bencana. Salah satunya, pada tahapan kesiapsigaan, rumusan arahan yang diberikan adalah meningkatkan peran masyarakat desa, khususnya anak muda atau anggota karang taruna sebagai komunitas lokal tanggap bencana yang terintegrasi dengan komunitas TAGANA dan MDMC. ================================================================= Kali Lamong watersh ed in Gresik Regency has always been affiliated with its usage, such as using its green space as a built - up area therefore decreasing environmental condition and triggering flood. In 2015, Kali Lamong flood’s casualty reaches 9.587 person, including 3 deat h with material loss up to Rp 18 billion. People living in the area have attempted many efforts, such as closing the perforated dyke by using platted bamboo, tree stalk, and plastic bag containing dirt. Howefer, judging from the death toll, material loss, as well as reduced productivity and the lack of clean water, the impact is still devasting. Based on these problems, a community capacity building on every aspect is an essential element in decreasing the impact of Kali Lamong flood in Gresik regency. The purpose of the study is to formulate a directive in building community capacity in order to decrease flood risk in Kali Lamong, Gresik Regency. There are three steps within the study, those are (1) determining location that has high risk of flood using AHP and Overlay Weighted Sum, (2) determining community capacity in facing Kali Lamong flood using scoring analysis technique, and (3) formulating community capacity building strategies using content analysis. Based on the analysis, it turns out that there ar e two villages that have high risk of hazard and vulnerability. The scoring of two villages are classified into middle class. There are four directives obtained based on scoring analysis and in - depth interview, all which can be classified into four stages of disaster risk management. One of which is preparedness stage, one of which is increasing the community role, especially the youngsters and members of karang taruna as a disaster - responsive community that is integrated with TAGANA and MDMC community.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Banjir; tingkat bahaya banjir; tingkat kerentanan banjir; tingkat kapasitas masyarakat; Flood; level of hazard; level of vulnerability; level of community capacity
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Regional and Urban Planning > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: MAULIDYA AGHYSTA FRISTYANANDA
Date Deposited: 20 Apr 2017 05:07
Last Modified: 22 Dec 2017 07:13
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3477

Actions (login required)

View Item View Item