Ekstraksi Zat Warna Alami Dari Kayu Secang (Caesalpinia Sappan Linn) Dengan Metode Ultrasound Assisted Extraction Untuk Aplikasi Produk Pangan

FR, Eric Nurandriea and Azmi, Dhiya Dini (2017) Ekstraksi Zat Warna Alami Dari Kayu Secang (Caesalpinia Sappan Linn) Dengan Metode Ultrasound Assisted Extraction Untuk Aplikasi Produk Pangan. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2314106003-2314106042-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Di Indonesia, terdapat kecenderungan penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk berbagai bahan pangan, misalnya zat warna untuk tekstil dan kulit dipakai untuk mewarnai bahan makanan. Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan karena adanya residu logam berat pada pewarna tersebut. Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah manfaat zat warna alami yang terkandung dalam kayu secang (Caesalpinia Sappan Linn). Kayu secang tidak hanya digunakan sebagai zat warna alami untuk waktu yang lama, tetapi juga pengobatan tradisional Cina untuk mengaktifkan sirkulasi darah dan menghilangkan stasis. Brazilin adalah sumber warna merah yang ada pada kayu secang. Proses ekstraksi konvensional yang umum digunakan dari penelitian terdahulu untuk ekstraksi kayu secangadalah ekstraksi dengan menggunakan metode konvensional misalnya soxhletasi, refluks dan maserasi yang memerlukan waktu proses yang cukup lama dan pelarut dalam jumlah banyak. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan inovasi teknologi ekstraksi yang ramah lingkungan dengan penggunaan waktu dan pelarut yang minimum. Salah satu metode ekstraksi yang akan dikembangkan adalah dengan menggunakan Ultrasound Assisted Extraction (UAE), sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas ekstraksi pada bahan aktif khususnya ekstrak zat warna pada kayu secang. Dalam penelitian akan mempelajari parameter-parameter yang mempengaruhi yield ekstrak zat warna dari kayu secang. Parameter yang mempengaruhi antara lain adalah rasio bahan terhadap pelarut, konsentrasi pelarut, temperatur ekstraksi, frekuensi gelombang ultrasonik dan waktu ekstraksi. Selanjutnya menghitung yield optimum dari ekstrak yang dihasilkan, analisa kualitatif kandungan pigmen dalam ekstrak dilakukan dengan uji fitokimia dan GC-MS. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan kondisi operasi optimum untuk ekstraksi kayu secang dengan metode UAE adalah menggunakan pelarut etanol 60% pada suhu 60oC selama 20 menit dengan frekuensi 40 kHz. Nilai % recovery yang didapatkan pada kondisi operasi optimum adalah sebesar 80.3404%. Ekstrak kayu secang menghasilkan warna kuning hingga orange kemerahan pada pH asam (2-6), merah pada pH netral (7) dan bergeser kearah merah keunguan dengan semakin meningkatnya pH. ========================================================================================== In Indonesia, there is a tendency to misuse the dye for various foodstuffs, such as a dye for textiles and leather used for foodstuffs coloring. It is very dangerous for health because of their heavy metal residues in the dye. It is very dangerous for health because of their heavy metal residues in the dye. One of the alternatives to solve the problem is the benefits of natural pigments contained in sappan wood (Caesalpinia Sappan Linn).Sappan woods has not only been used as a natural dyestuff for a long time, but also a Traditional Chinese Medicine for activating blood circulation and removing stasis. Brazilin is the source of the red color that is in the sappan wood. Conventional extraction process commonly used from previous studies on the extraction of sappan wood is extracted using soxhletation, reflux and maceration that takes a fairly long process. Therefore, it is necessary to consider the technological innovation of environmentally friendly extraction with the use of the time and minimum solvent.One of extraction method that will be developed is to use Ultrasound Assisted Extraction (UAE), thus increasing the efficiency and effectiveness of the extraction of the active ingredients specifically extract the dye on the sappan wood. In the research will study the parameters that affect the yield of extract dye from the sappan wood. The parameters that affect among others is the the ratio of the ingredients against solvent, the type of solvent, temperature of extraction, ultrasonic wave frequency and time extraction. Furthermore extracting produced will be analyzed yield optimum extracting, qualitative analysis of pigment content in extracting with fitokimia identification and GC-MS. Based on research that has been done obtained optimum operating conditions for the extraction of the sappan woods by using the UAE is using ethanol 60% at 60°C for 20 minutes with a frequency of 40 kHz. Value %recovery obtained in optimum operating condition is equal to 80.3404%. Extracts sappan woods produces a yellow to reddish orange color at acid pH (2-6) red at neutral pH (7) and shifting toward purplish red with increasing pH.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: pewarna alami, kayu secang, natural dyes,sappan wood, ultrasound assisted extraction
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Q Science > QK Botany
S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - ERIC NURANDRIEA F.R.
Date Deposited: 12 Apr 2017 03:33
Last Modified: 08 Mar 2019 03:57
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3528

Actions (login required)

View Item View Item