Jakarta Urban Oase

Mulyani, Husna Abharina (2017) Jakarta Urban Oase. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3212100063-Undergraduate-Theses.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Dalam mendesain sebuah arsitektur sebagai sebuah bangunan yang hidup dengan adanya pengguna yang beraktifitas didalamnya, sudah seharusnya memperhitungkan dampak dari aktivitas dan pergerakan yang dilakukan oleh pengguna tersebut. Namun, dikarenakan kemungkinan aktivitas yang dilakukan oleh pengguna sangat luas, maka beberapa arsitektur perlu menata ulang hubungan antara aktivitas dan space yang menaunginya. Bernard Tschumi dalam teorinya Architecture and Disjunction memberi gambaran mengenai hubungan antara aktivitas dan space menjadi 3, yaitu indifference, reciprocity dan conflict. Ketiga hubungan tersebut jika diaplikasikan dengan benar dapat merubah wajah arsitekturnya sesuai dengan pengalaman ruang yang ditawarkan. Dengan membawa isu kerusakan alam dan kurangnya apresiasi masyarakat urban terhadap alam urban yang ada, maka disimpulkan bahwa perlu adanya sebuah arsitektur yang ditujukan untuk merubah persepsi masyarakat terhadap alam, dimana persepsi tersebut akhir-akhir ini makin dikaburkan karena terjadi pemisahan antar alam dan manusia. Dengan menggunakan pendekatan biophilic maka didapatkan rincian-rincian program yang dapat meningkatkan keterikatan antara masyarakat urban dan alam yang selanjutnya, diiringi oleh metode superimposisi, mampu menjadikan ruang publik ini terlepas dari identitas program utama yang dimaksudkan oleh perancang namun menyatu secara bersamaan dengan program-program lainnya untuk membangun identitas program utama tanpa harus meneksklusifkan dirinya. Sehingga, ruang publik dengan tujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap alam dapat tercapai. ==================================================================================== When designing an architecture, it is become a critical things to calculate how user movement and activity affect the architecture itself. However, the countless possibility on how user perceive a space, which later conclude the function of it, requiring some of the architecture to take another look of relation between space and activity inside it. Bernard Tschumi on Architecture and Disjunction give us thrree kinds of relation between space, event and movement which is indifference, reciprocity and also conflict. Those relation, if applied correctly in design process, will give new kind of architecture depends on space experience it offers. Bringing nature destruction and the lack of urban society appreciation of nature in urban district as the big issue, it concludes the need of an architecture which able to change society perception toward the very nature, in which recently become more vague than ever because of the separation of nature and man. Using biophilic as approach, the writer able to have a grasp on architectural program that able to escalate the bound between urban community and nature, which later can be placed in the design. With superimpose as methods, the public space can detached from the main program but at the same time being attached to the other program so it can present itself as the main program without having to make themself exclusive for some group of user only. Thus, public space with escalate apprecciation of urban community towards nature surrounding themselves as goals can be achieved.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: kerusakan alam; biophilic; memorial; superimposisi; public space; Nature destruction
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - HUSNA ABHARINA MULYANI
Date Deposited: 17 Apr 2017 08:17
Last Modified: 08 Mar 2019 06:19
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3547

Actions (login required)

View Item View Item