Pemodelan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Timur Menggunakan Pendekatan Regresi Semiparametrik Spline

Octavanny, Made Ayu Dwi (2017) Pemodelan Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Timur Menggunakan Pendekatan Regresi Semiparametrik Spline. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
1313100012-Undergraduate-Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Aspek kesehatan yang dilihat dari umur harapan hidup saat kelahiran belum dapat menjabarkan indeks kesehatan dengan baik sehingga diperlukan indikator yang dapat mengukur aspek kesehatan, yaitu Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM). IPKM dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan kesehatan masyarakat suatu wilayah. Hampir semua kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan peringkat berdasarkan pengembangan IPKM 2013. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemerintah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi IPKM di Provinsi Jawa Timur sehingga pemerintah dapat melakukan usaha perbaikan kualitas kesehatan masyarakat. Pada penelitian ini, IPKM dan faktor-faktor yang memengaruhinya sebagian membentuk pola tertentu dan sebagian lagi tidak membentuk pola tertentu, sehingga digunakan metode regresi semiparametrik spline. Model terbaik didapatkan dari titik knot optimum berdasarkan nilai Generalized Cross Validation (GCV) minimum. Model regresi semiparametrik spline terbaik adalah dengan menggunakan tiga titik knot. Terdapat empat variabel yang signifikan, yaitu Angka Kematian Bayi, kepadatan penduduk, persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat, dan persentase rumah sehat. Nilai koefisien determinasi yang dihasilkan dari model ini adalah sebesar 92,99%. ================================================================================== Health aspect which is seen from life expectancy has not been able to describe health index so well, so it needs an indicator that can measure the health aspect, namely Public Health Development Index (PHDI). PHDI can be used to determine the success of public health development of a region. Almost all districts/cities at East Java had decreased rank in PHDI in 2013. This development should be a concern for the government to know the factors that influence health index at East Java so that the government can do quality improvements in public health. In this research, PHDI and the factors that influence it partially forms a particular pattern and some does not form a specific pattern, so that the semiparametric spline regression is used. The best model is obtained from the optimum knots based on the minimum Generalized Cross Validation (GCV). The best semiparametric spline regression model is using three knots. There are four significant variables, namely Infant Mortality Rate, population density, the percentage of households with clean and healthy living behavior, and the percentage of healthy house. The coefficient of determination of this model is 92,99%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat; Jawa Timur; Regresi Semiparametrik; Spline Truncated; East Java; Public Health Development Index; Semiparametric Regression
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
Q Science > QA Mathematics > QA278.2 Regression Analysis
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: MADE AYU DWI OCTAVANNY
Date Deposited: 18 Apr 2017 07:58
Last Modified: 22 Dec 2017 07:01
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3598

Actions (login required)

View Item View Item