Pemodelan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Angka Morbiditas Di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline

Wulandari, Krisna (2017) Pemodelan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Angka Morbiditas Di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1313100002-Undergraduate-Theses.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Morbiditas adalah kondisi seseorang dikatakan sakit apabila keluhan kesehatan yang dirasakan menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari yaitu tidak dapat melakukan kegiatan bekerja, mengurus rumah tangga, dan kegiatan normal sebagaimana biasanya. Semakin tinggi morbiditas, menunjukkan derajat kesehatan penduduk yang semakin buruk. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), pada tahun 2010 angka morbiditas Jawa Timur sebesar 28,4%, sedangkan pada tahun 2014 angka morbiditas Jawa Timur mencapai 30,21%. Adanya peningkatan angka morbiditas tersebut tentunya disebabkan oleh faktor-faktor baik gaya hidup maupun kondisi lingkungan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, dilakukan sebuah penelitian berupa pemodelan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi morbiditas di Jawa Timur. Berdasarkan data yang diperoleh dari SUSENAS Jawa Timur tahun 2014, menunjukkan bahwa pola hubungan antara morbiditas penduduk dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya tidak mengikuti pola tertentu, sehingga pada penelitian ini digunakan metode regresi nonparametrik spline. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model regresi spline terbaik adalah menggunakan 3 titik knot dengan 6 variabel yang signifikan yaitu kepadatan penduduk, rata-rata lama sekolah, persentase penduduk miskin, Upah Minimum Kabupaten, persentase rumah tangga Open Defecation (OD), dan persentase rumah tangga dengan jarak sumber air minum ke tempat penampungan kotoran lebih dari 10 meter. Nilai R2 yang diperoleh yaitu sebesar 89,72%. ====================================================================================== Morbidity is the condition of a person if the perceived health complaints led to the disruption of daily activities that may not conduct work, taking care of the household, and normal activities as usual. The higher morbidity, indicating the health of the population is getting worse. Based on the results of the National Socioeconomic Survey (SUSENAS) in 2010 morbidity in East Java was 28.4%, whereas in 2014 morbidity in East Java reached 30.21%. The increase of the morbidity rate is certainly caused by factors both lifestyle and environmental conditions in the region. Therefore, a study in the form of modeling is conducted to determine the factors that affect morbidity in East Java. Based on data obtained from SUSENAS in East Java in 2014, relationship between the morbidity of the population and the factors that affect it is not in the certain pattern, so this study used a nonparametric spline regression method. The result of this study indicate that the best regression model is 3-point knots with 6 significant variables that are population density, the average length of the school, the percentage of poor people, the Minimum Wages District, the percentage of Open Defecation (OD) households, and the percentage of households with distances resources drinking water to the septic tank more than 10 meters. The model yields R 2 around 89,72%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Angka Morbiditas; Jawa Timur; GCV; Regresi Non-parametrik Spline; Titik Knot; East Java; Knot Points; Morbidity Rate
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
Q Science > QA Mathematics > QA278.2 Regression Analysis
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - KRISNA WULANDARI
Date Deposited: 17 Apr 2017 03:14
Last Modified: 08 Mar 2019 06:23
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3633

Actions (login required)

View Item View Item