Pemanfaatan Thermosensitive Nipam-Co-Dmaaps Gel Sebagai Alternatif Reversible Adsorben Ion Logam Berat.

Febryanita, Renna and Firdaus, Muhammad Sa'i (2017) Pemanfaatan Thermosensitive Nipam-Co-Dmaaps Gel Sebagai Alternatif Reversible Adsorben Ion Logam Berat. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2314106005-2314106007-Undergraduate_theses.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Kopolimer gel yang terdiri dari zwitterionic betaine dan thermosensitive polimer akan dimanfaatkan sebagai adsorben yang memiliki sifat unggul dalam mengadsorb dan meregenerasi ion pada limbah logam berat. Dalam penelitian ini agen thermosensitive yang digunakan adalah N-isopropylacrylamide (NIPAM) dan agen pengadsorb ion N,N’-dimethyl(acrylamidopropyl)ammonium propane sulfonate (DMAAPS). Karena karakter NIPAM dapat bertransisi dari sifat hidrofilik ke hidrofobik dengan kenaikan suhu maka penelitian ini memiliki tujuan khusus pada pemanfaatan NIPAM-co-DMAAPS gel sebagai alternatif reversible adsorben ion logam berat. Selain itu kami juga akan mempelajari pengaruh konsentrasi monomer, pengaruh suhu dan pengaruh jenis ion terhadap properti swelling, adsorpsi, dan desorpsi dan ketiga hubungan dari properti tersebut. Larutan yang digunakan dalam uji properti swelling, adsorpsi, dan desorpsi yaitu Zn(NO3)2 dan Pb(NO3)2 dengan konsentrasi 10 mmil/L. Pada penelitian ini thermosensitive NIPAM-co-DMAAPS gel dipersiapkan melalui reaksi polimerisasi radikal bebas dengan menggunakan N,N,N’,N’-tetramethylethylenediamine (TEMED) sebagai akselerator, ammonium peroxodisulfate (APS) sebagai inisiator, dan N,N’-methylenebisacrylamide (MBAA) sebagai cross-linker dengan konsentrasi 10 mmol/L. NIPAM-co-DMAAPS disintesis dalam labu leher empat. Pertama-tama melarutkan NIPAM, DMAAPS, MBAA, dan TEMED ke dalam destilled water hingga volume mencapai 100 mL. Larutan di-purging untuk menghilangkan oksigen terlarut menggunakan gas N2, kemudian ditambahkan larutan APS sebanyak 20 mL yang telah di-purging sebelumnya disertai dengan pengadukan. Reaksi polimerisasi berlangsung selama 6 jam pada suhu 10 oC dengan mengalirkan gas N2. Silinder gel diperoleh dengan menggunakan glass tube dengan ukuran diameter 3 mm dan panjang 2 cm pada saat sintesis NIPAM-co-DMAAPS gel, akan digunakan pada uji swelling. Gel dengan ukuran ≥ 90 µm digunakan dalam uji adsorbsi, desorbsi, dan uji reversibility. Uji swelling dilakukan dengan mengukur diameter gel silinder sebelum dan setelah direndam dalam larutan nitrat selama 15 jam. Gel hasil uji adsorpsi, desorpsi dan reversibility dipisahkan dari larutannya untuk dianalisa menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil nilai sweeling degree dan adsorpsi yang semakin meningkat seiring menurunnya suhu pada perbandingan NIPAM : DMAAPS yaitu 9:1 dan 8:2. Semakin tinggi suhu, maka semakin sedikit ion yang teradsorpsi dan terdesorpsi. Nilai sweeling degree dan adsorpsi tertinggi terjadi pada suhu 10 ˚C. Nilai adsorpsi dan desorpsi ion Zn2+ dan Pb2+ terkecil terjadi pada suhu 70 ˚C. Konsentrasi ion pada uji reversibility dengan perbandingan N:D 8:2 dalam larutan (Zn(NO3)2) sebesar 0,0018 mmol/g-dry gel dan larutan (Pb(NO3)2) sebesar 0,0675 mmol/g-dry gel.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: swelling, thermosensitive, adsorpsi, desorpsi
Subjects: Q Science > QD Chemistry > Polymerization
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: RENNA FEBR RENNA FEBRYANITA
Date Deposited: 03 May 2017 03:49
Last Modified: 08 Mar 2019 06:49
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3740

Actions (login required)

View Item View Item