MODEL PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BERBASIS PELABUHAN HIGIENIS : STUDI KASUS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI BAJOMULYO

PAMUNGKAS, INDRIYATNO (2017) MODEL PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BERBASIS PELABUHAN HIGIENIS : STUDI KASUS PELABUHAN PERIKANAN PANTAI BAJOMULYO. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
4412100029-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Ikan merupakan komoditi utama yang dihasilkan oleh pelabuhan perikanan maka dari itu peranan sanitasi dan higienis suatu pelabuhan perikanan sangatlah penting untuk menjaga kualitas produk ikan. Penurunan kualitas produk perikanan berimbas terhadap penurunan harga jual yang merugikan bagi nelayan serta berimbas bagi kesehatan bagi konsumen. Pelabuhan perikanan memiliki peranan penting yaitu sebagai tempat untuk membina peningkatan mutu dan pengendalian mutu ikan dalam menghindari kerugian dari pasca tangkap. Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo dengan fasilitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) terbesar dari 6 (enam) TPI lain yang ada di Kabupaten Pati. Pada Pelabuhan Pantai (PPP) Juwana memiliki dua tempat pendaratan ikan yaitu TPI Bajomulyo Unit I dan TPI Bajomulyo Unit II. Dari penelitian ini didapatkan nilai indeks higienis pelabuhan dengan metode pembobotan menggunakan Fuzzy AHP. Indeks higienis Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo sebesar 2.54 dimana nilai tersebut belum memenuhi syarat pelabuhan higienis. Untuk menjadikan pelabuhan higienis maka dilakukan pengembangan fasilitas pelabuhan dimana dilakukan pengembangan fasilitas pokok dan fasilitas fungsional. Biaya yang dikeluarkan dalam pengembangan agar menjadi pelabuhan higienis sebesar Rp 47,662,453,000. Kata kunci: indeks higienis pelabuhan, Fuzzy AHP, pengembangan pelabuhan, biaya ===================================================================================================== Fish is the main commodities produced by the fishing ports of the role of sanitation and hygiene a fishing harbor is important to maintain the quality of fish products. The decline in the quality of fishery products impact on the selling price decrease harmful for fishermen as well as the impact on health for consumers. Fishing ports have an important role as a place to foster quality improvement and quality control of fish in avoiding losses from post-fishing. Coastal Fishery Port (PPP) with facilities Bajomulyo fish auction place (TPI), the largest of the six (6) other TPI in Pati regency. At Harbour Beach (PPP) Juwana had two fish landing sites that Bajomulyo TPI Bajomulyo Unit I and Unit II. From this study, the index value hygienic harbor with the weighting method using Fuzzy AHP. Hygienic index Bajomulyo Coast Fishery Port at 2:54 where the value has not been eligible hygienic harbor. To make the port hygienic then made development of port facilities which made the development of basic facilities and functional facilities. Costs incurred in the development of the port in order to be hygienic Rp 47,662,453,000. Keywords: hygienic harbor index, Fuzzy AHP, port development, costs

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: indeks higienis pelabuhan, Fuzzy AHP, pengembangan pelabuhan, biaya, hygienic harbor index, Fuzzy AHP, port development, costs
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH337.5 Fishing ports--Design and construction
V Naval Science > V Naval Science (General)
Divisions: Faculty of Marine Technology > Marine Transportation > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: INDRIYATNO INDRIYATNO PAMUNGKAS
Date Deposited: 30 Jan 2017 06:37
Last Modified: 30 Jan 2017 06:37
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/3916

Actions (login required)

View Item View Item