Analisa Beban Gelombang pada Konstruksi Kapal Perang Tipe Corvette di Kondisi Perairan Indonesia

Perdana, Denis Ibrahim (2013) Analisa Beban Gelombang pada Konstruksi Kapal Perang Tipe Corvette di Kondisi Perairan Indonesia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4108100019-Undergraduate-Thesis.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Sebagai desainer kapal yang baik haruslah dapat memperkirakan beban-beban yang akan terjadi pada kapal. Salah satu beban yang penting adalah beban gelombang. Beban gelombang dianggap penting karena dapat menyebabkan bending moment pada kapal pada saat berlayar. Saat terjadi bending moment pada kapal, kapal mengalami tegangan yang berakibat kepada ketahanan badan kapal. Bahkan pada kondisi ekstrem bending moment dapat membuat kapal patah dikarenakan tegangan yang melebihi tegangan ijin. Banyak metode yang dapat digunakan dalam menghitung dan menganalisa beban gelombang mulai dari metode numerik maupun eksperimental. Pada saat mengerjakan tugas akhir ini penulis menggunakan metode numerik dengan media perangkat lunak. Perangkat lunak yang dipakai terlebih dahulu dilakukan proses validasi data dengan membandingkan dengan hasil dari perangkat lunak lainnya. Pada proses validasi penulis membandingkan data dari program WAMITS dengan program Ansys Aqwa. Untuk meningkatkan keakuratan perhitungan digunakan beberapa variasi seperti kecepatan, wave heading, dan kondisi perairan mulai dari sea state 4 sampai dengan 7. Berdasarkan hasil perhitungan,bending moment maksimal terletak pada bagian midship kapal. Menurut peraturan klasifikasi Lloyd’s Register (LR) kekuatan memanjang kapal telah memenuhi requirement. ================================================================================================================== As a good ship designers must be able to estimate loads that will happen on the ship. One of the critical load is the wave loads. Wave loads are considered important because it can lead to bending moment on the ship when sailing. During a bending moment on the ship, the ship had resulted in hull’s resistance. Even in conditions of extreme bending moment can make fracture in ship because stress exceeds the allowable stress. There are many methods that can be used in calculating and analyzing the wave loads ranging from numerical and experimental methods. At the time of working on this final project the author uses numerical methods with software as the media. Before use, the software first through the validation phase. In the validation process the authors compared data from WAMITS program with Ansys AQWA program. To improve the accuracy of the calculations, author used several variations such as speed, wave heading, and water conditions ranging from sea state 4 to 7. Based on calculations, the maximum bending moment is located at the midship. According to the classification rules Lloyd's Register (LR) longitudinal strenght of that ship has met the requirement.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: bending moment, kapal perang, tegangan.
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM293 Shipping--Indonesia--Safety measures
Divisions: Faculty of Marine Technology > Naval Architecture > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Mrs Ansi Aflacha
Date Deposited: 08 May 2017 07:54
Last Modified: 08 May 2017 07:56
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/41233

Actions (login required)

View Item View Item