Simulasi Combined Cycle Power Plant 500 MW Dengan Mode Konfigurasi Operasi 3-3-1 Sebagai Peak Load Dan Base Load Dengan Menggunakan Software Gatecycle

Muttaqin, M.Iqbal (2016) Simulasi Combined Cycle Power Plant 500 MW Dengan Mode Konfigurasi Operasi 3-3-1 Sebagai Peak Load Dan Base Load Dengan Menggunakan Software Gatecycle. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2111100156-Undergraduate-Theses.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Pemadaman listrik yang dialami hampir setiap daerah saat ini disebabkan kekurangan pasokan listrik. Bila hal ini tidak mendapat perhatian khusus dan upaya terobosan luar biasa, maka krisis listrik bisa terjadi dalam 3-4 tahun kedepan. Saat ini total kapasitas terpasang nasional sebesar 50.000 MW yang dibangun PLN beserta swasta sejak PLN berdiri. Dengan memperhitungkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6-7% setahun, dalam lima tahun ke depan dibutuhkan tambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW atau 7.000 MW per tahun. Oleh karena itu, pemerintah tidak memiliki pilihan lain kecuali harus menambah kapasitas listrik sebesar 35.000 MW. Program kelistrikan ini menjadi program strategis nasional yang dikukuhkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Hal inilah yang memperkuat keputusan PT Indonesia Power untuk mengganti PLTU UBP Perak dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU atau Combined Cycle). Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan awal yaitu identifikasi kebutuhan listrik nasional, perumusan tujuan beban puncak dan dasar pembangkit, studi literature dan observasi lapangan. Sebagai referensi dalam melakukan tahapan-tahapan umum tersebut, diperlukan pengambilan data operasi PLTGU Unit Pembakitan Gresik dan spesifikasi turbin gas Mitsubishi M501DA. Data-data tersebut digunakan untuk membuat pembuatan sistem pada software GateCycle. Setelah perancangan simulasi dinyatakan convergen dan sesuai dengan validasi termodinamika, maka akan dilakukan variasi sesuai dengan output yang diingikan yakni peak load 500MW dan base load 100MW. Dari penelitian ini didapatkan bahwa untuk memenuhi beban puncak 500MW (peak load), pembangkit dioperasikan dengan konfigurasi 3-3-1 beban 100% dengan konsumsi LHV bahan bakar sebesar 1005320 kJ/s. Sedangkan pada beban dasar 100MW (base load), pembangkit dioperasikan dengan konfigurasi 1-1-1 beban 60% dengan konsumsi LHV bahan bakar sebesar 221292 kJ/s. Pada saat peak load, pembangkit memiliki efisiensi sebesar 49,73%. Sedangkan pada saat base load, pembangkit memiliki efisiensi sebesar 45,18%. Berbanding terbalik dengan heat rate yang bernilai 1728,9 kcal/kWh dan 1903,5 kcal/kWh. ============================================================================= Power outages experienced in most area these recent days was caused by power shortage. If it does not get any special attention and extraordinary breakthrough efforts, the electricity crisis will occur within 3-4 years. Currently, the national installed capacity of 50,000 MW have been built by PLN and private companies since PLN was established. By considering the projected economic growth of 6-7% per year, it needs additional power capacity 35,000 MW during next five years (or 7,000 MW per year). Therefore, the government has no another choice besides adding35,000 MW of electricity capacity. It becomes national strategic program which is stated in National Medium- Term Development Plan period 2015-2019. This is what reinforces PT Indonesia Power’s decision to replace UBP Perak steam power plant with gas and steam power plant (or Combined Cycle Power Plant).. This research was carried out with some of early stages, which were identification national electricity needs, explaining peak and basic load of generator, literature studies and field observations. As reference in taking those general stages, data taking of Gresik Power Plant Unit and Mitsubishi gas turbine M501DA specification were needed. The data was used to build system at GateCycle software. Once simulation design has been represented as convergent and compatible with thermodynamics validation, variation which were suitable with expected output (in which peak load is 500MW and base load is 100MW) will be carried out. By this study, it was found that to fulfill peak load 500MW, power plant was operated with configuration 3-3-1 load 100% with LHV fuel consumption 1005320 kJ/S. While with base load 100MW, power plant was operated with configuration 1-1-1 load 60% with LHV fuel consumption 22192 kJ/S. At peak load, power plant efficiency was 49.73%, while at base load power plant got 45.18% of efficiency. Inversely proportional to

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSM 621.312 1 Mut s
Uncontrolled Keywords: Combined Cycle; Peak Load; Base Load; Efisiensi; Heat Rate; Efficiency
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery > TJ164 Power plants--Design and construction
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Mechanical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Mrs Anis Wulandari
Date Deposited: 26 May 2017 04:18
Last Modified: 27 Dec 2018 03:03
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/41383

Actions (login required)

View Item View Item