Analisa Kecepatan Laju Korosi Pada Pelat Kapal ASTM A36 Pasca Terbakar Dengan Pendekatan Eksperimen

Kusumah, Pondra Widhi (2017) Analisa Kecepatan Laju Korosi Pada Pelat Kapal ASTM A36 Pasca Terbakar Dengan Pendekatan Eksperimen. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
4108100100-Undergraduate Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kejadian kebakaran pada kapal merusak bagian penting kapal seperti badan kapal, peralatan & perlengkapan kapal, dan sistem permesinan, walaupun ada kebakaran yang hanya terjadi pada sebagian badan kapal saja. Kebakaran pada sebagian kapal akan mengakibatkan bagian yang rusak parah dan bagian yang masih bisa digunakan kembali. Pelat kapal masih bisa digunakan kembali jika tidak terjadi deformasi yang berlebihan, namun harus dipastikan lagi dari sisi perubahan laju korosinya, karena laju korosi akan mempengaruhi akselerasi pengurangan ketebalan pada pelat. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui nilai laju korosi pada pelat kapal pasca terbakar. Oleh karena itu dilakukan simulasi kebakaran di laboratorium dengan alat bantu tungku pembakar dengan variabel temperatur adalah 400°C, 600°C, 800°C, dan 1000°C. Temperatur tersebut diketahui dengan menggunakan alat thermometer infrared. Sesaat setelah tercapai temperatur yang diinginkan, pelat kemudian langsung disiram dengan air laut (quenching) untuk mewakili simulasi pemadaman kebakaran. Kemudian pelat diuji dengan metode sel tiga elektroda sesuai dengan standar ASTM G5-94. Pada eksperimen ini ditambah satu pelat lagi yang diuji dengan variabel tanpa perlakuan panas sebagai benchmark laju korosi pelat dalam kondisi normal. Hasil uji korosi didapatkan berturut-turut dari 400°C, 600°C, 800°C, dan 1000°C adalah 0,168 mmpy, 0,317 mmpy, 0,201 mmpy, dan 0,143 mmpy. Sedangkan nilai laju korosi pelat tanpa perlakuan panas adalah 0,159 mmpy. Laju korosi tertinggi terjadi pada temperatur 600°C, sedangkan pada temperatur 800°C dan 1000°C terjadi penurunan nilai laju korosi. Hal ini diakibatkan kedua variabel tersebut berada di atas temperatur kritis bawah (A1) yaitu sebesar 727°C sehingga struktur mikro pada baja karbon telah mengalami perubahan. Hal ini mempengaruhi proses pengujian dengan sel tiga elektroda yang memanfaatkan arus listrik untuk menentukan laju korosi. ============================================================================================ Fires on the ship will damage important parts such as ship hulls, equipments, and machinery, even though there is a fire that just happened to the hull partially. Fire-partially on ships will result in severely damaged in some parts and the other parts that can still be reused. Ship plate can still be used again if there is no excessive deformation, but must be confirmed again in terms of corrosion rate changes, because the corrosion rate will affect the acceleration of the reduction in thickness of the plates. This final project aims to determine the value of the rate of corrosion on post-burned ship plate. Therefore simulated fire in the laboratory with the torch burner with variable temperature is 400°C, 600°C, 800°C and 1000°C. The temperature is known by using infrared thermometer. Shortly after the desired temperature is reached, the plate then immediately sprayed with sea water (quenching) to represent the fire fighting simulation. Then the plate was tested by the method of threeelectrode cell in accordance with ASTM standard G5-94. In this experiment plus one plate again tested with variable with no-heat treatment as a the corrosion rate benchmark of plates in normal conditions. The results of the corrosion test obtained in a row 400°C, 600°C, 800°C and 1000°C are 0.168 mmpy, 0.317 mmpy, mmpy 0.201 and 0.143 mmpy. While the value of the corrosion rate of the plate without heat treatment is 0.159 mmpy. The highest rate of the corrosion occured at a temperature of 600°C, while at temperatures of 800°C and 1000°C have decreased the corrosion rate. This is due both variables were above the lower critical temperature (A1) that is equal to 727°C so that the microstructure in carbon steel has changed. This affects to the process of three-electrode cell testing that used electrical current to determine the corrosion rate.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSPe 620.112 23 Kus a
Uncontrolled Keywords: Kapal Pasca Terbakar, ASTM A36, Laju Korosi, Sel Tiga Elektroda, Polarisasi Linear.
Subjects: V Naval Science > VC Naval Maintenance
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 29 May 2017 06:40
Last Modified: 18 Dec 2017 01:59
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/41403

Actions (login required)

View Item View Item