Mereduksi Waste Berdasarkan KPI Manufaktur untuk Meningkatkan Produksi Susu Pasteurisasi dengan Pendekatan Lean Sigma Studi Kasus : KUD Nadhi Murni

Syahroni, Feby Rajab (2015) Mereduksi Waste Berdasarkan KPI Manufaktur untuk Meningkatkan Produksi Susu Pasteurisasi dengan Pendekatan Lean Sigma Studi Kasus : KUD Nadhi Murni. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2510100150-undergraduated_thesis.pdf]
Preview
Text
2510100150-undergraduated_thesis.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Permasalahan yang dialami sistem produksi KUD Nandhi Murni yaitu
adanya produk defect, overproduction dan excess processing. Terdapat dua jenis
defect yaitu botol yang rusak kemudian susu tumpah. Kedua defect tersebut terjadi
pada proses pengemasan susu. Permasalahan yang kedua yaitu overproduction.
Perusahaan mempunyai kebijakan bahwa akan menambah 1% dari total produksi.
Permasalahan yang ketiga yaitu excess processing terjadi karena adanya proses
rework dari produk dengan botol rusak. Adanya waste dalam proses produksi
mengindikasikan bahwa proses produksi perusahaan kurang baik. Sehingga
dibutuhkan proses improvement pada KUD Nandhi Murni ini. Berdasarkan kasus
tersebut metode yang cocok untuk mengatasi permasalahan ini adalah lean six
sigma. Lean six sigma adalah metode yang dikembangkan untuk meningkatkan
kualitas produksi berdasarkan metodologi six sigma dengan memperhatikan
prinsip-prinsip lean manufacturing, yaitu fokus pada eliminasi pemborosan di
perusahaan. Metode yang digunakan antara lain Root Cause Analysis untuk
mencari akar permasalahan yang kemudian digunakan metode Failure Mode and
Effect Analysis untuk menentukan alternatif perbaikan yang dapat dilakukan.
Setelah itu alternatif-alternatif yang telah disusun dicari alternatif terbaik dengan
value engineering. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan waste kritis pada
proses produksi yaitu defect. Defect dapat disebabkan karena susu tumpah, botol
penyok, dan botol bocor. Setelah diketahui waste kritis dilakukan analisa untuk
mencari akar penyebab permasalahan dengan menggunakan metode root cause
analysis. Dalam analisis akar penyebab masalah terdapat 4 penyebab, yaitu tidak
terdapat SOP yang jelas, pipa saluran bocor, pabrik tidak pernah direlokasi, dan
operator terburu-buru. Berdasarkan akar penyebab permasalahan dilakukan
analisis failure mode and effect analysis. Berdasarkan FMEA terdapat tiga
alternatif solusi yaitu yang pertama pembuatan SOP, yang kedua melakukan
preventive maintenance dan yang ketiga membuat tempat untuk meletakkan botol.
Untuk mengetahui alternatif yang dipilih digunakan metode value engineering.
Alternatif yang terpilih adalah alternatif 1,2 dengan value tertinggi sebesar 1,127
yaitu dilakukannya pembuatan SOP khususnya pada proses pengemasan untuk
mereduksi jumlah defect yang berdampak pada berkurangnya jumlah rework.
serta dilakukannya preventive maintenance.
===================================================================================================
Problems that are encountered by the production system of KUD Nandhi
Murni are defect products, overproduction, and excess processing. There are two
kinds of defects namely defected bottles and spoiled milk, both of which occur
during packaging process. The second problem encountered is overproduction.
The company had already planned to add 1% of total production. Excess
processing becomes the third problem to encounter due to rework process of the
defected bottles. These wastes indicate that the production processes are not
carried out quite well. Therefore, an improvement is necessary for KUD Nandhi
Murni. Considering the situation that had been described before, Lean Six Sigma
can be implemented to solve this problem. Lean Six Sigma is a method used to
improve the quality of production using the principles of six sigma while
considering the principles of lean manufacturing, i.e. to focus at eliminating all
forms of wastes in the company. Root Cause Analysis is then performed to find
the root problems which will then be analyzed by using Failure Mode and Effect
Analysis to define applicable alternative improvements. Among all alternatives,
the best one will be selected using Value Engineering. The result shows that the
critical waste is the defect products. In the end of the research, there are 4
identified root causes: unclear SOP, leak in piping, unrelocated manufacture
location, and frequent rush of operators. Based on these, a Failure Mode and
Effect Analysis is performed which ends up with three alternative solution: (1)
SOP deployment, preventive maintenance, and bottle rack installation. Value
Engineering is then carried out to select the best alternative. The result shows that
SOP deployment especially in the packaging process to reduce the number of
defect products.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSI 658.562 Sya m
Uncontrolled Keywords: Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Lean Six Sigma, Root Cause Analysis (RCA), Value Engineering, Waste
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures > TS156 Quality Control. QFD. Taguchi methods (Quality control)
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > 26201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Fandika aqsa
Date Deposited: 15 Jun 2017 03:29
Last Modified: 15 Jun 2017 03:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/41687

Actions (login required)

View Item View Item