Analisis Konsekuensi Green Port Terhadap Biaya Pelabuhan Dan Eksternalitas (Studi Kasus: Teluk Lamong)

Roosanti, Marizka Agy (2015) Analisis Konsekuensi Green Port Terhadap Biaya Pelabuhan Dan Eksternalitas (Studi Kasus: Teluk Lamong). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4110100086-Undergraduated Thesis.pdf - Published Version

Download (8MB) | Preview

Abstract

Teluk Lamong akan menjadi terminal multipurpose pertama yang mengaplikasikan konsep ramah lingkungan (Green Port). Konsep ramah lingkungan yang diterapkan adalah penggunaan peralatan bongkar muat elektrik dan fasilitas pelabuhan yang ramah lingkungan dengan sumber daya yang dapat diperbaharui. Dengan konsep ramah lingkungan yang digunakan ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan, yaitu pengurangan polusi udara akibat emisi yang ditimbulkan dari penggunaan peralatan bongkar muat dan fasilitas pelabuhan. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah menganalisis biaya pelabuhan dan eksternalitas Green Port (Teluk Lamong) dan Non-Green Port (Nilam) dari penggunaan peralatan bongkar muat dan fasilitas yang digunakan, yaitu container crane, truk dan yard crane. Biaya pelabuhan meliputi investasi, biaya operasional dan biaya perawatan atas peralatan bongkar muat dan fasilitas pelabuhan, sedangkan eksternalitas merupakan biaya emisi yang dihasilkan dari penggunaan peralatan bongkar muat dan fasilitas pelabuhan. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa biaya pelabuhan Green Port sebesar 30.68 milyar rupiah/tahun dan biaya pelabuhan Non-Green Port sebesar 45.77 milyar rupiah/tahun. Eksternalitas Green Port sebesar 1.33 milyar rupiah/tahun (batu bara) dan 800 juta rupiah/tahun (gas). Eksternalitas Non-Green Port sebesar 1.98 milyar rupiah/tahun. Sehingga unit biaya untuk Green Port sebesar 91,464 rupiah/box (batu bara) dan 89,923 rupiah/box (gas), sedangkan unit biaya Non-Green Port sebesar 136,437 rupiah/box. =============================================================================================== Teluk Lamong will be one of the multipurpose terminal that applying environmental friendly concept (Green Port). The concept is using electric cargo handling equiptments and environmental friendly port facilities with renewable resources. This concept is expected to give possitive effect to the environment that is reduction air pollution due to emissions caused by the use of cargo handling equiptments and port facilities. The purpose of this study is to analyze port costs and externalities of Green Port (Teluk Lamong) and Non-Green Port (Nilam) from the use of cargo handling equiptments and port facilities that is container crane, truck and yard crane. Port Costs include investment, operational cost and maintenance cost, while externalities are cost of emissions from the use of cargo handling equiptments and port facilities. According to analysis result, showed that port costs of Green Port are 30.68 billion rupiah/year and port costs of Non-Green Port are 45.77 billion rupiah/year. Eksternalities for Green Port are 1.33 billion rupiah/year (coal) and 800 million rupiah/year (gas). Eksternalities for Non-Green Port are 1.98 billion rupiah/year. So, unit costs for Green Port are 91,464 rupiah/box (coal) and 89,923 rupiah/box (gas), while unit cost for Non-Green Port is 136,437 rupiah/box.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSPe 623.888 1 Roo a
Uncontrolled Keywords: Biaya pelabuhan, eksternalitas, emisi, green port.
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS167 Costs, Industrial
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM293 Shipping--Indonesia--Safety measures
Divisions: Faculty of Marine Technology > Naval Architecture > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 16 Jun 2017 03:20
Last Modified: 16 Jun 2017 03:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/41705

Actions (login required)

View Item View Item