Studi Total Suspended Solid Dan Tranparansi Perairan Menggunakan Citra Satelit Worldview-2 Sebagai Faktor Pembatas Pertumbuhan Terumbu Karang (Studi Kasus : Perairan PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo)

Shodiqin, Muzani Ali (2016) Studi Total Suspended Solid Dan Tranparansi Perairan Menggunakan Citra Satelit Worldview-2 Sebagai Faktor Pembatas Pertumbuhan Terumbu Karang (Studi Kasus : Perairan PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3511100001-Undergraduate-Theses.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem unik perairan tropis dengan tingkat kesuburan, keanekaragaman biota, dan nilai estika yang tiggi, namun juga termasuk biota yang paling peka terhadap perubahan kualitas lingkungan. Termasuk juga pada terumbu karang yang berada di perairan PLTU Paiton, dimana dengan aktifitas sebagai pembangkitan listrik dapat menyebabkan perubahan kualitas lingkungan perairan PLTU Paiton yang signifikan, yang akan mempengaruhi faktor pembatas pertumbuhan terumbu karang. Dijelaskan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Biota Laut, dimana faktor TSS dan transparansi merupakan faktor penting dalam pertumbuhan dan kehidupan terumbu karang, sehingga diperlukan pemantaun konsentrasi TSS dan transparansi untuk monitoring kondisi terumbu karang tersebut. Dalam penelitian ini dikembangkan algoritma empiris yang sesuai untuk estimasi konsentrasi TSS dan transparansi perairan serta untuk pemetaan konsentrasi TSS dan transparansi di perairan PLTU Paiton menggunakan metode penginderaan jauh dengan data citra satelit Worldview – 2. Algoritma empiris yang sesuai untuk estimasi konsentrasi TSS adalah persamaan regresi model polinomial orde 2 dengan transformasi kromatisiti kanal 3 yaitu TSS = 3365x2 - 910,33x + 63,507, sedangkan algoritma untuk transparansi perairan adalah persamaan model regresi eksponensial dengan transformasi rasio logaritma kanal 1 dengan logaritma kanal 3 yaitu transparansi = 1000000000e-24,93x. Konsentrasi TSS di perairan PLTU Paiton memiliki nilai yang sangat normal dimana antara 5 mg/L – 20 mg/L, sedangkan nilai transparansi di PLTU Paiton termasuk memiliki transparansi tinggi yaitu rata-rata antara 15 – 25 meter. Dari hasil zonasi di perairan PLTU Paiton, wilayah perairan yang sesuai untuk kehidupan terumbu karang seluas 14,227 km2, sedangkan wilayah yang kurang sesuai untuk kehidupan terumbu karang seluas 2,293km2. ================================================================================== Coral reef is one of the tropical ocean’s ecosystem equipped with not only high fertility rate, diverse biota and high aesthetics value but also act as a sensitive indicator of environment’s quality changes. One of those is located in coastal area of PLTU Paiton, East Java; where huge activity of electricity generation could alter the quality of PLTU Paiton’s surrounding waters significantly, which become one of a kind of coral reef’s growth rate limitation factor. Decreed in Environment Minister Decree Number 51, 2004 about Sea Water’s Quality Standard for Oceanic Biota; TSS and transparency of sea water are two of important factors for coral reef’s growth and quality of life. Those lead to an urgency of monitoring effort for TSS and transparency condition of sea waters in order to understand the condition of corresponding coral reefs. This research’s purpose was to apply an empirical developed algorithm for TSS concentration and sea waters transparency estimation using remote sensing method, then the obtained results used for TSS concentration and sea waters transparency estimation mapping of PLTU Paiton’s coastal waters. Data used in this research were Worldview-2 satellite imagery. The result of this research was application of an empirical algorithm for TSS concentration estimation the 2nd order polynomial regression model which used band 3 as the chromaticity transformation band, formed in TSS = 3365x2 – 910.33x + 63.507. Another result was exponential regression model which used ratio of band 1 and band 3 as the transformation, formed in transparency=1000000000e-24.93x. Based on the research’s empirical algorithm, PLTU Paiton’s coastal waters had normal TSS concentration, valued from 5 mg/L to 20 mg/L, while its transparency value was 15-25 meters; it classified as high-transparent sea waters. A zonal analysis was also done in this research to classify places suited for coral reefs, and 14.227 km2 was regarded as viable area for coral reefs, while 2.293 km2 classified otherwise.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 621.367 8 Sho s
Uncontrolled Keywords: PLTU Paiton, Terumbu Karang, TSS, Transparansi, Worldview-2, Pemetaan, Zonasi, Coral Reefs, Transparency, Mapping, Zonal Analysis
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mrs Anis Wulandari
Date Deposited: 10 Jul 2017 03:42
Last Modified: 27 Dec 2018 07:44
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/41944

Actions (login required)

View Item View Item