Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pernikahan Dini Di Kabupaten Sumenep Menggunakan Regresi Logistik Ordinal

Wahyusari, Dianita (2017) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pernikahan Dini Di Kabupaten Sumenep Menggunakan Regresi Logistik Ordinal. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1314030004-Non_Degree.pdf - Published Version

Download (1MB) | Preview

Abstract

Laporan BKKBN pada Juni 2011 untuk usia kawin pertama penduduk wanita kurang dari usia 20 tahun di seluruh Jawa Timur mencapai 19,88 persen dari seluruh perkawinan pertama penduduk wanita di semua usia dimana Madura merupakan penyumbang terbanyak. Salah satu budaya masyarakat Madura adalah pernikahan dini dimana hal tersebut masih dilaksanakan dan menjadi hukum adat masyarakat. Kabupaten Sumenep memiliki jumlah pernikahan dini tertinggi di Madura. Sebuah metode diperlukan untuk mengetahui hubungan antara pernikahan dini dengan faktor-faktor yang berpengaruh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data yang diperoleh berasal dari data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di kabupaten Sumenep. Pernikahan dini pada saat usia pihak perempuan (10-21) dan laki-laki (>21) tahun 54,80%, pernikahan dini pada saat usia pihak perempuan (>21) dan laki-laki (10-21) tahun 11,39%, serta pernikahan dini pada saat usia pihak perempuan dan laki-laki (10-21) tahun 33,81%. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap pernikahan dini di kabupaten Sumenep adalah pendidikan terakhir perempuan SMP/sederajat, pendidikan terakhir laki-laki tidak sekolah atau tidak tamat SD/sederajat, pendidikan terakhir laki-laki SD/sederajat, pekerjaan Ibu pihak perempuan adalah buruh/tukang, pekerjaan Ibu pihak laki-laki adalah buruh/tukang, dan pekerjaan Ibu pihak laki-laki adalah wiraswasta/wirausaha. Jika terdapat 100 pasangan pernikahan dini, hampir dipastikan keseluruhannya adalah perempuan (10-21) dan laki-laki (>21) tahun.===========================================================================BKKBN report on june 2011 to breeding age first inhabitant of woman less than the ages of 20 years in East Java reached 19,88 percent of all marriage first inhabitant of women in all ages where Madura is most contributor. One of culture of society Madura is early marriages where was still be implemented and being legal the community. Sumenep having the number of early marriages highest in Madura. A method needed in order to know the relationship between early marriages with factors influence it. The data used in this research was secondary data. Data obtained from data in the Department of Population and Civil Registration in Sumenep. Early marriage in the category of zero as much as 54.80%, 11.39% category one and category two 33.81%. Factors that significantly influence early marriage are the last education female Junior High School/equivalent, the last education of men is not school or not complete primary school/equivalent, the latest education male Elementary School/equivalent, work mother the woman is a worker, work mother party man is a worker, and the work of the groom's mother is self-employed/entrepreneurs. If there are 100 a early marriage partner, almost ascertained overall are women (10-21) and male (>21 ) years old.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: RSSt 519.536 Wah a-1
Uncontrolled Keywords: BKKBN, Pernikahan Dini, Regresi Logistik Ordinal, Sumenep
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Q Science > QA Mathematics > QA278.2 Regression Analysis
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Statistics > 49401-(D3) Diploma 3
Depositing User: Wahyusari Dianita
Date Deposited: 25 Oct 2017 07:55
Last Modified: 05 Mar 2019 02:27
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/42013

Actions (login required)

View Item View Item