Analisis Dampak Keterlambatan Pengadaan Tanah Dan Pelaksanaan Konstruksi Terhadap Masa Konsesi Pada Pembangunan Jalan Tol Kertosono - Mojokerto

Kusuma, Silvya Candra (2017) Analisis Dampak Keterlambatan Pengadaan Tanah Dan Pelaksanaan Konstruksi Terhadap Masa Konsesi Pada Pembangunan Jalan Tol Kertosono - Mojokerto. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114207805-Master_Thesis.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Pembangunan jalan tol merupakan salah satu prioritas Pemerintah sebagai dukungan infrastruktur sarana penghubung antar daerah yang ada di Indonesia. Pada umumnya sistem pengelolaan jalan tol adalah secara Build Operate Transfer (BPJT, 2012), dengan pemberian hak konsesi kepada pihak swasta. Ruas Jalan Tol yang menjadi objek penelitian adalah Jalan Tol Kertosono-Mojokerto. Dengan konsep Bisnis Plan, pembangunan jalan tol ini merupakan proyek KPS antara BPJT dan PT. Marga Harjaya Infrastruktur, dengan nilai investasi Rp. 3,47 T dan konsesi 35 tahun (BPJT, 2012). Realisasinya kondisi eksisting tidak sesuai dengan Bisnis Plan. Terjadi keterlambatan pada pengadaan tanah sehingga pelaksanaan konstruksi yang terlambat mengakibatkan kenaikan biaya investasi dan mundurnya operasional jalan tol. Hal ini memungkinkan perlunya penambahan masa konsesi. Oleh karena itu perlu dikaji perlu tidaknya penambahan waktu masa konsesi. Perhitungan masa konsesi dilakukan dengan menggunakan analisis finansial tanpa resiko dan dengan resiko. Analisis dan perhitungan dilakukan dengan discounting factor (i) = 5.76% pertahun (rata-rata kenaikan inflasi 6 tahun terakhir) dan Minimum Attractive Rate of Return (MARR), yaitu i = 15.26% pertahun (i ditambah keuntungan 9.50% pertahun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis finansial tanpa resiko dengan menggunakan i = 5.76% pertahun, maka discounted payback period (PBP) adalah pada tahun ke 11 dan dengan MARR = 15.26% maka discounted payback period (PBP) adalah pada tahun ke 15. Pada perhitungan analisis finansial dengan resiko, yang meliputi resiko pada kenaikan biaya investasi tahap pra dan konstruksi sebesar 13.065% selama pelaksanaan, resiko terhadap kenaikan biaya operasional dan pemeliharaan jalan tol sebesar 5% pertahun, resiko terhadap pendapatan tol (kenaikan LHR lebih rendah dari rencana 25.41% pertahun turun menjadi 15% pertahun dan resiko terhadap pelaksanaan kenaikan tarif tol yang tidak sesuai regulasi yaitu 2 tahun sekali mengikuti kenaikan inflasi menjadi 5 tahun sekali sebesar 10% pertahun, maka discounted payback period (PBP) adalah pada tahun ke 30. =============================================================================== Construction of toll roads is one of the priorities of the Government as a support infrastructure of inter-regional liaison facilities in Indonesia. In general, toll road management system is in the form of Build Operate Transfer (BPJT, 2012), by granting concession rights to private parties. Toll Road Section which is the object of research is Kertosono-Mojokerto Toll Road. With the Business Plan concept, the construction of this toll road is a PPP project between BPJT and PT. Marga Harjaya Infrastruktur, with an investment value of Rp. 3.47 T and 35 years concession (BPJT, 2012). The realization of the existing condition is not in accordance with the Business Plan. There is a delay in land procurement resulting in the delayed implementation of construction resulting in increased investment costs and the withdrawal of toll road operations. This allows the need for additional concessions. Therefore, it is necessary to study whether or not to increase the concession period. The calculation of the concession period is carried out using riskless and risky financial analysis. The analysis and calculation is done by discounting factor (i) = 5.76% per year (average inflation rate of 6 years) and Minimum Attractive Rate of Return (MARR), which is i = 15.26% per year (i plus 9.50% per year profit). The result of the research shows that the financial analysis without risk using i = 5.76% per year, the discounted payback period (PBP) is in the 11th year and with MARR = 15.26%, the discounted payback period (PBP) is in the 15th year. Financial risk with risks covering risks to pre-and construction investment cost increment of 13.065% during implementation, risks to increase of operational cost and maintenance of toll roads by 5% per year, risks to toll revenues LHR increase lower than 25.41% into 15% per year and the risk of execution of unregulated toll road tariff increases every two years following inflation up to 5 years at 10% per year, the discounted payback period (PBP) is in the 30 th year.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Jalan Tol Kertosono-Mojokerto, analisa finansial akibat keterlambatan, analisa resiko, konsesi, Kertosono–Mojokerto Toll Road, financial analysis due to delays, risk analysis, concessions
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: kusuma silvya candra
Date Deposited: 15 Aug 2017 01:14
Last Modified: 15 Aug 2017 01:14
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/42020

Actions (login required)

View Item View Item