Pengembangan Arsitektur Proses Bisnis Sebagai Model Referensi Dalam Penerapan Teknologi Informasi UMKM Garmen Berskala Kecil (Studi Kasus: UMKM Garmen di Jawa Timur)

Pradana, Muhammad Hafiz Egan (2017) Pengembangan Arsitektur Proses Bisnis Sebagai Model Referensi Dalam Penerapan Teknologi Informasi UMKM Garmen Berskala Kecil (Studi Kasus: UMKM Garmen di Jawa Timur). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
5213100089-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Salah satu sektor UMKM potensial adalah UMKM di sektor industri garmen. Namun, UMKM menghadapi tantangan dalam mengadopsi teknologi informasi karena anggaran dana yang terbatas, kurangnya pengetahuan manajer dan sulitnya menemukan teknologi informasi yang sesuai dengan proses bisnis UMKM. Hal ini menimbulkan resiko terjadinya kegagalan implementasi teknologi informasi. Selain itu dari sisi lain, perbedaan proses bisnis dari UMKM dalam sektor industri garmen menjadi kendala untuk mengetahui proses bisnis yang umum dan ideal. Hal tersebut dikarenakan belum adanya referensi model teknologi yang sesuai dan dapat digunakan acuan oleh calon pengguna teknologi informasi pada sektor tertentu yang dapat menyelesaikan masalah dan meminimalisasi terjadinya risiko tersebut. Untuk dapat mengatasi permasalahan tersebut diperlukan sebuah arsitektur proses bisnis yang dapat mencakup seluruh proses bisnis dari beberapa UMKM pada industri garmen. Tugas akhir ini mengembangkan arsitektur proses bisnis untuk UMKM garmen. Pengembangan model tersebut berdasarkan identifikasi hubungan antara tipe kasus dan fungsi bisnis pada UMKM sehingga menghasilkan arsitektur proses bisnis. Menghubungkan tipe kasus dan fungsi bisnis dilakukan dengan cara menggunakan matriks. Matriks tersebut menghasilkan proses-proses yang ada pada setiap UMKM. Proses tersebut merupakan arsitektur proses bisnis level 1 atau disebut process landscape. Proses-proses tersebut kemudian diklasifikasikan berdasarkan persamaan dan perbedaan proses yang ada pada setiap UMKM. Untuk mendapatkan model referensi yang bisa diterapkan pada setiap UMKM, maka setiap proses yang sama dipilih dan dibentuk menjadi process map. Process map atau arsitektur proses bisnis level 2 merupakan penjabaran aktivitas yang lebih detil dari process landscape. Untuk menghasilkan proses dan aktivitas, peneliti menggunakan model referensi framework PCF dari APQC untuk mendapatkan hasil identifikasi yang lengkap. Hasil tugas akhir ini adalah model arsitektur proses bisnis UMKM sektor industri garmen. Dengan adanya model arsitektur proses bisnis ini, UMKM pada sektor industri garmen dapat memiliki acuan dan tolak ukur bagi UMKM yang belum mendefinisikan proses bisnis. Selain itu dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut serta menentukan bagian dalam proses bisnis yang dapat dibantu dengan Teknologi Informasi. ======================================================================================================================== One potential sector of SMEs is SMEs in the garment industry sector. However, SMEs face challenges in adopting information technology due to limited budget, lack of managerial knowledge and the difficulty of finding information technology that suits SMEs business processes. This poses a risk of failure of information technology implementation. In addition, on the other hand, the difference in the business processes of SMEs in the garment industry sector becomes an obstacle to know the general business process and ideal. This is because there is no reference technology model that is appropriate and can be used by referents of potential users of information technology sector that can solve problems and minimize the occurrence of such risks. To be able to overcome these problems required a business process architecture that can cover all business processes of some SMEs in the garment industry. This final project develops business process architecture for SMEs garment. The development of the model is based on the identification of the relationship between case type and business function in SMEs so as to produce business process architecture. Connecting case types and business functions is done by using a matrix. The matrix produces the processes that exist in each SMES. The process is a business process architecture level 1 or called process landscape. The processes are then classified based on the similarities and process differences that exist in each SMES. To get a reference model that can be applied to each SMES, then each process is the same selected and formed into a process map. Process map or business process level 2 architecture is a more detailed description of the process of landscape. To generate process and activity, the researcher uses PCF framework reference model from APQC to get complete identification result. The result of this final project is a model of business process architecture of SMEs in the garment industry sector. With this model of business process architecture, SMEs in the garment industry sector can have benchmarks and benchmarks for SMEs that have not defined business processes. In addition it can be used for further analysis as well as determining the part in business processes that can be assisted with Information Technology

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Business Process Management, Process Architechture, UMKM, Garmen
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions: Faculty of Information Technology > Information System > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Muhammad Hafiz Egan Pradana
Date Deposited: 15 Aug 2017 04:03
Last Modified: 05 Mar 2019 03:25
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/42211

Actions (login required)

View Item View Item