Analisis Tingkat Kematangan Proses Bisnis dan Kesiapan Teknologi Informasi Studi Perusahaan Garmen Mikro, Kecil, dan Menengah di Jawa Timur

Rosianti, Nadya Chandra (2017) Analisis Tingkat Kematangan Proses Bisnis dan Kesiapan Teknologi Informasi Studi Perusahaan Garmen Mikro, Kecil, dan Menengah di Jawa Timur. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
5213100068-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama Indonesia dalam menggerakkan ekonomi negara. Seiring berkembangnya teknologi informasi saat ini, UMKM harus meningkatkan inovasi karena ketatnya persaingan bisnis, baik di pasar domestik maupun internasional. Salah satu strategi peningkatan daya saing UMKM adalah pendampingan serta peningkatan kapasitas teknologi informasi. Dilihat dari kondisi UMKM saat ini, mayoritas UMKM gagal mengimplementasikan TI karena adanya ketidaksesuaian antara tingkat kesiapan TI dengan infrastruktur TI yang diimplementasikan. Sebagai penentu keputusan, pemilik UMKM perlu memahami pentingnya mengetahui tingkat kematangan proses bisnis yang dimiliki usahanya jika dilihat dari aspek kesiapan TI. Penelitian ini mengukur tingkat kematangan proses bisnis dan kesiapan penerapan TI pada perusahaan garmen berskala kecil berdasarkan metode Business Process Orientation Maturity Model (BPOMM) dari McCormack dan Johnson. Penelitian ini akan dilakukan secara kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara pada sepuluh perusahaan garmen berskala kecil di Jawa Timur. Penelitian ini berbasis studi kasus karena penelitian ini membutuhkan jawaban yang lebih mendalam dan bersifat lebih jelas yang dapat diperoleh dengan kategori “bagaimana” dan “mengapa”. Untuk aspek Dukungan Sistem Informasi pada BPMM, penelitian ini menjabarkan dukungan TI untuk bisnis dengan kesiapan penerapan TI. Hal ini dilakukan karena aspek Dukungan Sistem Informasi pada metode BPOMM McCormack dan Johnson lebih berfokus pada perusahaan yang telah mengimplementasikan TI, sedangkan mayoritas UMKM di Indonesia belum mengimplementasikan TI. Aspek penilaian kesiapan penerapan TI yang digunakan adalah infrastruktur TI, aplikasi TI, dan sumber daya manusia TI. Dari sampel perusahaan garmen tersebut, maka dapat dipetakan karakteristik dan kecenderungan kesiapan TI yang dimiliki. Pada penelitian ini diperoleh nilai kematangan proses bisnis dan kesiapan penerapan teknologi informasi dari sepuluh UMKM garmen yang diteliti. Untuk nilai kematangan proses bisnis, 9 UMKM berada pada Tingkat 1 yaitu Ad hoc dan 1 UMKM berada pada Tingkat 2 yaitu Defined. Sedangkan nilai kesiapan penerapan teknologi informasi terbagi menjadi 3 kategori, yaitu 3 UMKM berada di tingkat rendah, 3 UMKM berada di tingkat sedang, 2 UMKM berada di tingkat tinggi, dan 2 UMKM saling bertolak belakang. Hasil akhir dari penilaian dua elemen tersebut dikaitkan dan diprofilkan menjadi empat, yaitu sama-sama tinggi, sedang, rendah, dan bertolak belakang. =================================================================== Micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) is one of Indonesia’s main sector to promoting nation’s economic growth. Along with information technology development recently, MSMEs have to escalate innovation due to the tight business competition, whether in domestic or international market. One of strategy to increasing MSMEs competitiveness is IT accompaniment and capacity enhancement. As seen from MSMEs current condition, most of MSMEs failed to implement IT due to incompatibility of IT readiness with the implemented IT infrastructure. As the decision maker, MSMEs owner have to understand well the importance to know their business process maturity level as seen from IT readiness aspect. This study measures business process maturity and IT readiness level in micro, small, and medium-sized garment enterprises based on Business Process Maturity Model (BPMM) method from McCormack and Johnson. This study will be done qualitatively by doing observation and interview in ten MSMEs in East Java. This study is study case based because this study needs clear and visceral statements that can be obtained from “how” and “why” categories. Specific for Information Systems Support area in BPMM, this study substitute it with IT readiness. This is done because Information Systems Support area in BPOMM method from McCormack and Johnson is more focused to enterprises that already implemented IT, while most of MSMEs in Indonesia have not implemented IT. IT readiness assessment aspects that used in this study are the current IT infrastructure, IT application, and IT human resources in MSMEs. From ten samples of garment MSMEs, it can be concluded the characteristics and IT readiness tendency from each MSME. This study obtained the business process maturity and IT readiness from ten garment MSMEs. For the business process maturity, 9 MSMEs are on Level 1 which is Ad hoc and 1 MSME is on Level 2 which is Defined. On the other hand, the IT readiness in this study is categorized into 3 clusters, 4 MSMEs are in low stage, 4 MSMEs are in medium stage, and the other 2 are in high stage. The final result of the two elements are linked and profiled into 4 categories, which are equally high, equally medium, equally low, and opposites.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: proses bisnis, UMKM, garmen, Business Process Management, Business Process Orientation Maturity Model, IT Readiness, business process, MSMEs, garment, Business Process Maturity Model, IT Readiness
Subjects: T Technology > T Technology (General)
T Technology > T Technology (General) > T56.8 Project Management
Divisions: Faculty of Information Technology > Information System > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Nadya Chandra Rosianti
Date Deposited: 16 Aug 2017 01:46
Last Modified: 16 Aug 2017 01:46
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/42232

Actions (login required)

View Item View Item