Perencanaan Ulang Jalan Tol Mojokerto -Kertosono (Moker) Sesi II Pada STA 8+000 – 11+000 Menggunakan Perkerasan Kaku Metode AASHTO 1993 Dan Pd-T-14-2003

Muqoddam, Ahmad Faqihul and Indriani, Eka (2017) Perencanaan Ulang Jalan Tol Mojokerto -Kertosono (Moker) Sesi II Pada STA 8+000 – 11+000 Menggunakan Perkerasan Kaku Metode AASHTO 1993 Dan Pd-T-14-2003. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114030007_3114030022-Non_Degree.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia baik dalam ekonimi maupun sosial. Disisi lain pertumbuhan penduduk setiap tahunnya semakin meningkat, maka jalan mempunyai peranan penting untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat baik sebagai akses perekonomian maupun sosial. Dalam perencanaan jalan kenyamanan dan keamanan jalan merupakan hal terpenting. Seperti pada perencanaan jalan Tol Mojokerto-Kertosono. Rencana pembangunan Jalan Tol Kertosono-Mojokerto (MOKER) merupakan program pemerintah untuk mengatasi pertumbuhan lalu lintas di kabupaten Mojokerto dan kabupaten Jombang yang mana Jalan Tol ini akan terhubung dengan Jalan Tol Surabaya- Mojokerto. Pada tugas akhir ini, perencanaan jalan tol MOKER dibatasi pada Sesi II STA 8+000-11+000. Perencanaan jalan tol memiliki beberapa tahapan yaitu pengumpulan data-data yang dibutuhkan, mengolah data lalu lintas, analisa geometrik, perencanaan tebal pekerasan jalan menggunakan metode AASTHO 1993 dan Pd-T-14-2003, perencanaan sambungan, perencanaan drainase dan gambar rencana. Hasil penghitungan perencanaan jalan Tol MOKER Sesi II STA 8+000 – 11+000 untuk analisa kapasitas jalan memenuhi persyaratan yaitu pada awal tahun rencana DS = 0,15 dan akhir umur rencana DS= 0,84 dengan syarat DS < 0,85. Analisa geometrik jalan untuk alinyemen horizontal memenuhi syarat yaitu Rrencana = 6000 m > Rmin = 365 m dan Lc < 2 Tc. Sedangkan alinyemen vertikal memiliki kelandaian maksimal 3% (datar) maka untuk kelandaian <5% diasumsikan tidak terjadi lengkung cembung maupun lengkung cekung. Hasil perencanaan tebal perkerasaan untuk metode AASTHO 1993 sebesar 300 mm dan metode Pd-T-14-2003 sebesar 260 mm. Perbedaan perencanaan metode AASTHO 1993 dan Pd-T-14-2003 yaitu pada hitungan lalu lintas rencana, spesifikasi Jenis Kendaraan, parameter desain tebal perkerasan, tingkat perencanaan, analisa penerimaan desain, dan kondisi drainase. Tebal perkerasaan metode Pd-T-14-2003 sebagai acuan perencanaan sambungan. Dimensi perencanaan drainase tepi menggunakan tipe persegi dengan dimensi b= 1 m; h= 1 m, drainase tengah menggunakan tipe persegi dengan b= 0,5; h= 0,6. Total biaya yang dibutuhkan pada jalan Tol MOKER Sesi II STA 8+000 – 11+000 dengan acuan HSPK Mojokerto 2016 dan tebal perkerasan terpilih yaitu metode Pd-T-14-2003 dengan tebal perkerasan 290 mm sebesar Rp. 87.011.114.545,76. ======================================================================================================================== Road is one of the land connetor facility that has an important role in human’s life, for economy’s life as good as for social’s life. On the other hand, population growth for every year is increased, so the road has an important role for fulfilling the need of people, for economy’s access as well as social. On the planning of road, comfort and safety are very important. Just like the planning of Mojokerto-Kertosono Highway road. The plan of building the Mojokerto-Kertosono (MOKER) Highway is the government’s program to resolve the traffic growth’s of the kabupaten Mojokerto and kabupaten Jombang which is this highway will connected to Surabaya-Mojokerto Highway. In this final project, the planning of MOKER highway is limited between Section II STA. 8+000 - 11+000. The planning of highway has some stages that is collecting data that needed, processing the traffic data, geometric analysis, planning the thickness of the pavement using AASTHO 1993 and Pd-T-14-2003 methods, connector planning, drainage planning and the picture plan. The result of the calculation of the MOKER section II STA. 8+000 - 11+000 highway planning for road capacity analisis meet the requirement, which is the first year of planning DS = 0,15 and the end of life plan DS = 0,84 with the provision of DS < 0,85. The road geometric analysis for horizontal alignment meet the requirement which is Rrencana = 6000 m > Rmin = 365 m dan Lc < 2 Tc. While the vertical alignment has slopiness maximum 3% (flat) then for slopiness <5% asumed to not convex arcing occurs and convace either. The result of the planning thickness for AASTHO 1993 method is 300 mm and for Pd-T-14-2003 method is 260 mm. The difference calculation method between AASTHO 1993 and Pd-T-14-2003 is calculation traffic plan, vehicle specification, design pavement thickness parameter, planning level, design acceptment analysis and drainage condition. The thickness pavement of Pd-T-14-2003 method as reference to planning th connector. The planning dimention of the side drainage is using square type with b = 1 m; h = 1 m dimention, as well as the middle drainage using the square type with b = 0,5; h = 0,6 dimention. The total cost that needed on MOKER highway section II STA. 8+000 - 11+000 road with HSPK Mojokerto 2016 as reference and the selected thickness pavement method which is Pd-T-14-2003 with 290 mm thick is Rp. 87.011.114.545,76.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Tol MOKER, Metode AASTHO 1993, Metode Pd-T-14-2003, Tebal Perkerasan
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (D3) Diploma
Depositing User: Ahmad Faqihul Muqoddam
Date Deposited: 21 Aug 2017 07:52
Last Modified: 05 Mar 2019 03:36
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/42461

Actions (login required)

View Item View Item