Evaluasi Kesesuaian Jadwal Pemeliharaan Runway Dengan Pertumbuhan Pergerakan Pesawat Di Bandar Udara Juanda

Kristiawan, Freedy (2017) Evaluasi Kesesuaian Jadwal Pemeliharaan Runway Dengan Pertumbuhan Pergerakan Pesawat Di Bandar Udara Juanda. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3115105060-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (7MB) | Preview

Abstract

Bandar udara Juanda menempati urutan kedua sebagai bandar udara tersibuk di Indonesia dengan data statistic jumlah penumpang yang mampu ditampung adalah 18 juta penumpang pada tahun 2015. Berdasarkan data kondisi saat ini dari PT Angkasa Pura I, pertumbuhan jumlah penumpang di bandar udara (bandara) Juanda pada triwulan I 2016 tercatat lebih besar 23.4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini mengakibatkan kerusakan yang terjadi pada runway semakin sering terjadi. Kerusakan yang terjadi biasanya hanya bersifat fungsional sehingga perbaikan yang dilakukan cukup dengan dilakukan pelapisan ulang (overlay) dan pemeliharaan lainnya. Permasalahan utama yang terjadi yaitu kesesuaian jadwal pemeliharaan dan pelapisan ulang terhadap pertumbuhan pergerakan pesawat. Pada tugas akhir ini dilakukan evaluasi kesesuaian antara jadwal pemeliharaan dengan pertumbuhan pergerakan pesawat. Di samping itu, dilakukan perencanaan kebutuhan tebal pelapisan ulang yang dibutuhkan runway agar dapat melayani pertumbuhan pergerakan pesawat yang terjadi. Dalam evaluasi ini juga dibahas tentang pemeliharaan runway terhadap kontaminasi rubber deposit serta kesesuaian jadwal pemeliharaannya. Evaluasi dalam tugas akhir ini memberikan hasil untuk pertumbuhan pergerakan pesawat rata-rata total dalam 8 tahun terakhir (2009-2016) adalah 6.93%, 7.33% untuk penerbangan domestik dan 4.14% untuk penerbangan internasional. Peratingan kondisi perkerasan runway berdasarkan pengecekan visual maka dikategorikan rating 3 (fair) dimana dalam rating ini diperlukan tindakan pemeliharaan berupa overlay. Pemeliharaan kerusakan-kerusakan kecil masih mempertahankan pemeliharaan langsung seperti yang dilakukan pihak bandara Juanda. Berdasarkan perhitungan akumulasi rubber deposit terhadap pertumbuhan pergerakan pesawat dan distribusi penggunaan runway, maka rubber deposit removal dapat dilakukan setiap 1 bulan sekali pada area touchdown runway R10 dan 6 bulan sekali pada area touchdown R28 sebagai ganti pemeliharaan rutin bandara Juanda yang dilakukan setiap 2 bulan sekali. Adapun untuk kegiatan overlay yaitu dilakukan perataan dengan ketebalan menyesuaikan dengan tebal perkerasan tertinggi sebesar 1299 mm terhadap semua segmen. Untuk mencapai usia perencanaan hingga 20 tahun, perlu dilakukan pemeliharaan setiap 5 tahun dan pengawalan intensif agar usia pemeliharaan minimum dan usia rencana maksimum dapat terlaksana dengan baik. ============================================================================================== Juanda Airport is placed on second rank in the busiest airport in Indonesia’s list with passenger amount capacity statistic data around 18 million passengers in 2015. Due to existing condition data from PT. Angkasa Pura I, passenger amount growth in Juanda Airport on first quarterly 2016 is 23.4% bigger than the last year period. The growth cause enhancement on runway failure. Common failures occurs functionally so that it is only take overlay or the general refinement to fix it. The main problem is maintenance schedule suitability and overlay towards aircraft movement growth. This final project is evaluating suitability of maintenance schedule towards aircraft movement growth. Moreover, the maintenance schedule was applied according to the pattern that has been previously used by Juanda Airport maintenance keeper. Furthermore, designing overlay runway thickness in order to provide aircraft movement growth enhancement. In addition, this project examine runway mainten ance towards rubber deposit contamination and its maintenance schedule suitability. The evaluation result in average total aircraft movement growth in the last 8 years (2009-2016) is 6.93%, 7.33% for domestic flight and 4.14% on international flight. Runway pavement condition was rated by visual check and generate 3 (fair) rate where in this rate maintenance using overlay. Minor damage can be taken care by direct maintenance used by Juanda maintenance keeper. Based on accumulate calculation of rubber deposit towards aircraft movement growth and runway utilize distribution, rubber deposit removal could be applied every month on touchdown runway R10 area and twice a year on touchdown R28 area as a replacement of Juanda routine maintenance every 2 months. First step to do overlay is pavement quality refinement with thickening layer according to the thickest pavement layer in amount 1299 mm into whole segment. For 20 years planning age, it is needed intensive preservation every 5 years during application to reach the plan of minimum maintenance age and maximum planning age.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Overlay, rubber deposit, runway, Juanda, pemeliharaan, maintenance
Subjects: T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE7 Transportation--Planning
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Freedy Kristiawan .
Date Deposited: 11 Aug 2017 03:30
Last Modified: 05 Mar 2019 06:31
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/42968

Actions (login required)

View Item View Item