Fitoremediasi Air yang Tercemar Limbah Laundry dengan Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Kayu Apu (Pistia stratiotes)

Raissa, Dea Ghiovani (2017) Fitoremediasi Air yang Tercemar Limbah Laundry dengan Menggunakan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Kayu Apu (Pistia stratiotes). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3313100089_Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Usaha laundry saat ini berkembang terutama di daerah pemukiman seperti di Surabaya yang dimana terdapat beberapa di sekitar area seperti di Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Dampak negatif dari limbah laundry yaitu adanya pencemar limbah cair yang dihasilkan dari sisa proses pencucian baju sehingga menyebabkan kekeruhan dan menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air yang akan mengakibatkan eutrofikasi. Kandungan bahan pencemar yang terdapat dalam air limbah laundry dapat menimbulkan dampak negatif pada kehidupan biota sehingga berakibat terjadinya pencemaran pada badan air tersebut. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan penelitian tentang pengolahan limbah yang efektif, efisien, dan tidak membutuhkan biaya mahal yaitu dengan teknik fitoremediasi. Tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eceng gondok dan Kayu apu. Tumbuhan tersebut dapat hidup di lingkungan tercemar dan cocok dimanfaatkan untuk pengolahan limbah. Variabel yang digunakan berupa variasi jenis tumbuhan yaitu Eceng gondok dan Kayu apu, serta variasi kerapatan tumbuhan yaitu 10 mg/cm2, 20 mg /cm2, dan 30 mg /cm2 Eceng gondok, sedangkan Kayu apu 14 mg /cm2, 25 mg /cm2, dan 35 mg /cm2. Limbah cair yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah laundry yang didapatkan pada usaha laundry di Surabaya. Parameter yang diuji pada penelitian ini meliputi BOD, COD, fosfat, suhu dan pH. Penelitian pendahuluan yang dilakukan berupa aklimatisasi tumbuhan dan range finding test untuk menentukan konsentrasi air limbah laundry yang akan digunakan dalam penelitian. Uji fitoremediasi dilakukan selama 20 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan terbesar dalam menyisihkan removal adalah dengan kerapatan tumbuhan 30 mg/cm2 Eceng gondok menyisihkan BOD sebesar 98% atau setara dengan 8 mg/L, COD sebesar 96% atau setara dengan 19 mg/L , fosfat sebesar 99% atau setara dengan 0,07 mg/L dan kerapatan tumbuhan 35 mg/cm2 Kayu apu mampu menyisihkan BOD sebesar 98% atau setara dengan 6 mg/L, COD sebesar 96% atau setara dengan 17 mg/L, fosfat sebesar 99% atau setara dengan 0,07 mg/L. ======================================================================================================================== Laundry business are appearing everywhere and booming, especially in residential areas like Surabaya where there are a lot of university neighbourhoods, such as ITS. Wastewater from laundry activities usually flow directly towards drainage channels and finally ending up in bodies of water. The negative effect of laundry wastewater is the presence of liquid pollutants coming from the laundry process which makes the body of water murky and blocks sunlight, causing eutrophication. This has a negative effect on water biota and pollutes the water.From the problem stated above, research on effective, efficient, and inexpensive waste treatment method is needed. One such method is phytoremediation which uses the aquatic water hyacinth and water cabbage. The two aquatic plants thrive in polluted water and can be used for wastewater treatment. The research uses 2x3 variables which are the type of plants and density of the plants. The plants used are Kayu apu (Pistia stratiotes) and Eceng gondok (Eichhornia crassipes). Density of the plants that will be tested in the research is 10 mg/cm2, 20 mg/cm2, and 30 mg/cm2 for Eceng gondok and 14 mg/cm2, 25 mg/cm2, and 35 mg/cm2 for Kayu apu. The wastewater used will be from laundry activities in Surabaya. The parameters that will be measured in this research are BOD, COD, phosphate, temperature, and acidity level (pH). Supporting parameters such as temperature and pH are measured when taking samples, and plant biomass measurement will be done before and after the research. The preliminary research undertaken is plant acclimatization and range finding test to determine the concentration of laundry wastewater which will be used in the research. Phytoremediation tests will be done for 20 days. Results show that Eceng gondok with a density of 30 mg/cm2 has the highest removal of pollutants with 98% of BOD removed or equal to 8 mg/L, 96% of COD or equal to 19 mg/L, and 99% of phosphate or equal to 0.07 mg/L. Kayu apu with density of 35 mg/cm2 can remove 98% of BOD or equal to 6 mg/L, 96% of COD or equal to 17 mg/L, and 99% of phosphate or equal to 0.07 mg/L.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: BOD, COD, Deterjen, Eceng gondok, Fitoremediasi, Fosfat, Kayu apu
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD789 Refuse and refuse disposal
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Dea Ghiovani Raissa
Date Deposited: 28 Aug 2017 06:43
Last Modified: 05 Mar 2019 06:45
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/42976

Actions (login required)

View Item View Item