Analisis Deformasi Permukaan Gunung Raung Menggunakan Teknologi Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) Berdasarkan Erupsi 28 Juni 2015

Febriyanti, Rani Fitri (2017) Analisis Deformasi Permukaan Gunung Raung Menggunakan Teknologi Differential Interferometry Synthetic Aperture Radar (DInSAR) Berdasarkan Erupsi 28 Juni 2015. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3513100015-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (5MB) | Preview

Abstract

Gunung Raung merupakan salah satu gunung api aktif Indonesia yang terletak di bagian timur pulau Jawa. Pada tanggal 24 Juni 2015 citra satelit BMKG mendeteksi adanya peningkatan aktivitas pada gunung Raung yang mengakibatkan terjadinya erupsi pada tanggal 28 Juni 2015. Erupsi yang terjadi menyebabkan adanya perubahan (deformasi) pada permukaan gunung Raung. Deformasi yang ada pada permukaan gunung Raung dapat diukur dengan berbagai teknologi, salah satunya yaitu menggunakan teknologi Differential Interferometry SAR (DInSAR). Dalam penelitian ini pengukuran deformasi pada permukaan gunung Raung dilakukan pengolahan dengan teknologi DInSAR metode two-pass dan three-pass dari tiga buah citra satelit Sentinel-1A bulan Juni 2015, Juli 2015, dan September 2015 serta DEM SRTM 30 meter. Penggunaan dua metode ini digunakan untuk membandingkan hasil pengolahan dari kedua metode tersebut jika diterapkan bersamaan apakah memiliki hasil yang sama atau berbeda. Hasil menunjukkan bahwa metode two-pass dan three-pass teknologi DInSAR dapat di terapkan untuk mengetahui deformasi pemukaan gunung Raung, yang menunjukkan terjadinya deformasi mayoritas ada di kaldera gunung Raung. Dari kedua metode, nilai LOS displacement yang dihasilkan memiliki nilai yang sama pada kaldera bagian utara dan selisih relatif kecil, yakni 1 mm pada kaldera bagian selatan. Sedangkan perbedaan terdapat pada kaldera bagian timur dan barat, yang memiliki selisih hasil cukup besar, yakni ~40 mm. Metode three-pass interferometry dapat menunjukkan hasil deformasi yang signifikan di banding dengan metode two-pass, yang dapat dilihat di kaldera bagian timur dan barat, jika dikaitkan dengan kondisi geologi gunung Raung yang mengalami aktivitas dari bulan Agustus 2015 hingga awal tahun 2016 menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Meskipun begitu untuk mengetahui besar nilai deformasi yang akurat perlu dilakukan pengukuran secara langsung di lapangan ============================================================================== Mount Raung is one of active volcanoes in Indonesia which located in East Java. On June 24th 2015, BMKG’s satellite imagery detected an increase activity at mount Raung which caused an eruption on June 28th 2015. The eruption can cause deformation on the surface of volcano. Surface deformation at mount Raung can be measured by various technology, one of the technology is using Differential Interferometry SAR (DInSAR) technology. In this research, measurement of deformation on the surface of mount Raung processed by DInSAR technology with two-pass and three-pass method, derived from three images Sentinel-1A in June 2015, July 2015, and September 2015, and DEM SRTM 30 meter. The use of these two methods is to compare the result either have same value or not. The result of this research shows that two-pass and three-pass methods can be applied to find out deformation on the surface of mount Raung. The main deformation happened in the caldera of mount Raung. From these two methods, LOS displacement have the same value at north caldera and relatively small difference of value, i.e. 1 mm at south caldera of mount Raung. While the difference occur at east and west caldera of mount Raung, whose the value have large difference, i.e. ~40 m. Three-pass method showed significant deformation result than two-pass method, that can be seen at east and west caldera, which can be attributed to Raung mountain geological condition experiencing activity from August 2015 to early 2016 according to Centre of Volcanology and Geological Hazard Mitigation (PVMBG) report. However, to find out more accurate value of deformation, it is necessary to measure it directly in the field.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Deformasi, DInSAR, Sentinel-1A, Gunung Raung, Deformation
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Febriyanti Rani Fitri
Date Deposited: 20 Sep 2017 03:04
Last Modified: 05 Mar 2019 04:42
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43028

Actions (login required)

View Item View Item