Studi Dispersi Emisi Nox Pesawat Komersil Dari Sumber Garis (Line Source) Di Bandar Udara Internasional Juanda

Hidayat, Muhammad Alif (2017) Studi Dispersi Emisi Nox Pesawat Komersil Dari Sumber Garis (Line Source) Di Bandar Udara Internasional Juanda. Undergraduate thesis, institut teknologi sepuluh nopember.

[img] Text
3313100021-Undergraduate-Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Bandara Internasional Juanda merupakan salah satu bandara yang paling sibuk yang berada di Jawa Timur. kegiatan penerbangan yang tinggi di bandara juanda menimbulkan potensi pencemaran udara yang dihasilkan oleh pesawat melalui pembakaran bahan bakar avtur pada mesin jet pesawat. Hal ini menimbulkan potensi pencemaran udara apalagi jika dilihat total penerbangan yang ada di juanda rata rata 137.051 pertahun. Kegiatan penerbangan per harinya mencapai 380 kegiatan. Emisi yang dikeluarkan dari pesawat salah satunya adalah NOx. NOx yang tertimbun dalam jumlah yang besar dalam waktu yang lama di dalam tubuh. Pada bandara juanda belum terdapat stasiun pemantau kualitas udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dari polutan NOx pada sekitar bandar udara Juanda. Sebaran polutan NOxakan disesuaikan dengan arah angin dominannya. Peta sebaran polutan nantinya akan menjadi sebuah rekomendasi kepada pihak otoritas bandara untuk dapat menanggulaingi dampaknya. Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh dari kondisi meteorologi. Penelitian kali ini menggunakan pemodelan gaussian finite line source untuk mendapatkan persebaran dispersi dari polutan NO¬x. Model ini dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu kondisi meteorologi, arah angin, kecepatan angin, laju emisi, panjang sumber emisi. Model dapat digunakan dengan baik, maka faktor faktor tersebut harus dimiliki datanya secara lengkap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder melalui pihak terkait. Data laju emisi diambil data dari angkasa pura dari jumlah pesawat yang melakukan aktifitas di bandar udara Juanda. Data data arah angin, kecepatan angin, dan cuaca didapatkan dari BMKG ataupun BLH kota Surabaya. Data yang sudah terkumpul akan di olah menjadi windrose yang berfungsi untuk mengetahui arah angin dominan dan kecepatannya. Windrose digunakan sebagai acuan untuk menentukan lokasi titik reseptor dari model yang akan dibuat. Sampling lapangan dilakukan untuk membandingkan hasil model yang telah dibuat. Hasil yang didapatkan dari model dengan beberapa skenario menunjukkan bahwa di beberapa tempat terdapat titik yang konsentrasinya melebihi baku mutu. Model dispersi jika dibandingkan dengan hasil sampling dengan menggunakan impinger terlihat angka yang jauh berbeda. Hasil sampling yang dihitung dengan menggunakan RSMPE error yang didapat mencapai 73,67% dan yang terendah adalah 47,62%. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah sumber emisi lain yang masuk semisalkan dari kendaraan, keadaan meteorologi, dan juga tidak diperhitungkannya disposisi. ======================================================================================================================== International Juanda Airport is one of the most busy airport in East Java . Juanda airport potential to make air pollution because its high act ivity in aviation. Air pollution is caused by avtur combustion which is emmited by jet engine in every airplane. As we can see there are 137.051 per year. If we count there is 380 airplane that using Juanda International Airport each day. pollutant that e mmited by airplane is NO x . If NO x is concentrate with high level in body can in a long period time can cause illness. Therefore there are no air monitoring stastion in Juanda Airport. This research is to see how much airplane activity and meterological con dition is affect to dispersion of pollutant in some area near airport focusing on NO x emmision. In this research to calculate dispersion of NO x emmision that emmited by airplane is using gaussian finite line source. This model is affec with several conditi on such as, wind direction, wind speed, emmision rate, length of emmision source. If we want to calculate we have to make sure we can get all of those data. All of data we need is collect given by related agency . Emmision rate data is collect from angkasa pura, calculate from airplane number that landing or take off in bandara juanda. Wind speed and wind direction is collect from BMKG or BLH surabaya. After all data is collected so we can continue to make windrose. Windrose is calculate to know dominant win d speed and direction. After that we can put reseptor point to calculate dispersion NO x concentration. After dispersion model is calculate we need to do air sampling with impinger to know that model we calculate is accurate or not.Model calculate result from different scenario show that some reseptor point is above threeshold. But if we compare with air sampling with impinger the result is difference by + - 100 μg/m 3 . If we count with RSMPE error percentage is 73,67% and 47,62%. This condition is caused by emmision near sampling site, meterological condition and not considerable disposition of emmision.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Bandara, Dispersi, NO x , Sumber garis, Pesawat komersil
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD883.5 Air--Pollution
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Muhammad Alif Hidayat
Date Deposited: 28 Aug 2017 04:15
Last Modified: 27 Nov 2017 08:17
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43071

Actions (login required)

View Item View Item