Aplikasi Metode Threshold Adaptif Dan Segmentasi Multi Skala Dalam Pendeteksian Tumpahan Minyak Menggunakan Data Envisat Asar (Studi Kasus : Perairan Kepulauan Seribu)

Tazaroh, Nurul (2017) Aplikasi Metode Threshold Adaptif Dan Segmentasi Multi Skala Dalam Pendeteksian Tumpahan Minyak Menggunakan Data Envisat Asar (Studi Kasus : Perairan Kepulauan Seribu). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3513100069-Undergraduate-Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Selain memiliki potensi dalam sektor perikanan dan pariwisata, Kepulauan Seribu merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi eksplorasi minyak di lepas pantainya. Akan tetapi, dampak dari eksplorasi tersebut menyebabkan adanya tumpahan minyak di perairan Kepulauan Seribu. Selain itu, aktivitas pelayaran di perairan Kepulauan Seribu juga memberi dampak pencemaran air. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penanggulangan tumpahan minyak secara efisien untuk mengurangi dampak dari peristiwa tersebut. Dalam hal ini, sistem penginderaan jauh aktif RADAR (Radio Detection and Ranging) memiliki keunggulan dalam pendeteksian tumpahan minyak, karena tidak tergantung dengan sinar matahari dan cuaca. Dengan menggunakan metode threshold adaptif dan segmentasi multi skala, tumpahan minyak yang terdeteksi lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan pendeteksian secara manual. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data citra ENVISAT ASAR WSM Bulan Maret, April, Mei, September, dan Nopember 2004. Dalam pengolahan data, didapatkan hasil pendeteksian tumpahan minyak yang menunjukkan bahwa data pada bulan pengamatan yaitu Bulan Maret, April, Mei, September, dan November memiliki nilai presisi lebih dari 70%. Selain itu, tingkat kepercayaan untuk data pendeteksian tumpahan minyak pada Bulan Maret, April, September, dan November adalah tingkat kepercayaan menengah karena memiliki data kecepatan angin sebesar 3-6 m/s. Sedangkan data pada pada Bulan Mei memiliki tingkat kepercayaan rendah karena hanya memiliki data kecepatan angin sebesar 2,24 m/s. Hal tersebut menunjukkan bahwa metode threshold adaptif dan segmentasi multi skala dapat digunakan dalam pendeteksian tumpahan minyak di perairan Kepulauan Seribu. Hasil juga menunjukkan bahwa luas tumpahan minyak di perairan Kepulauan Seribu menunjukkan bahwa pada Bulan Maret adalah 11,734 km2. Sedangkan pada Bulan April, Mei, dan September adalah 14,284 km2, 12,043 km2 , dan 23,373 km2 . Dan terjadi perubahan luas yang signifikan pada Bulan November dengan nilai luas tumpahan minyak sebesar 1084,803 km2. ================================================================================ Kepulauan Seribu is one area in Indonesia that well known as conservation area and has potential in fishery and tourism. This area is also having potential for oil exploration. The activities of the explorations and oil productions has cause oil spill in the Kepulauan Seribu water such as what had happened in 2004. In addition, shipping activities in the waters of Kepulauan Seribu also have an impact on water pollution. Active remote sensing RADAR (Radio Detection and Ranging) is one of technology that can be used to detect and monitor the spread of oil spill. This method is a powerful tool as it does not depend of sunlight and weather. In this research, the method of adaptive threshold and multi scale segmentation, is used as it is faster and more efficient than manual detection. The data that be used are ENVISAT ASAR WSM image from March, April, May, September, and November 2004. The result has precision values of oil spill detection in March, April, May, September and November are over 70%. Moreover, confidence level of oil spill detection on March, April, September, and November is medium because the values of wind speed data in 3-6 m/s. While data on May has low confidence level because the wind speed data is 2,24 m/s. The results indicate that adaptive threshold and multi scale segmentation method can be used in oil spill detection. And this research show that oil spill area in Kepulauan Seribu in March is 11,734 km2 . Whereas the oil spill area in April, May, and September are 14,284 km2, 12,043 km2, and 23,373 km2. And significant changes occurred in November with value of area is 1084,803 km2.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: ENVISAT, oil spill, threshold
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA1637 Image processing--Digital techniques
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Tazaroh Nurul
Date Deposited: 25 Aug 2017 04:37
Last Modified: 25 Aug 2017 04:37
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43081

Actions (login required)

View Item View Item