Studi Pemetaan Batimetri Perairan Dangkal Menggunakan Citra Landsat 8 Dan Sentinel-2A (Studi Kasus : Perairan Pulau Poteran Dan Gili Iyang, Madura)

Bobsaid, Muhammad Wildan (2017) Studi Pemetaan Batimetri Perairan Dangkal Menggunakan Citra Landsat 8 Dan Sentinel-2A (Studi Kasus : Perairan Pulau Poteran Dan Gili Iyang, Madura). Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3513100064-Undergraduate-Theses.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Pemetaan batimetri digunakan untuk memetakan dasar laut. Data dasar laut yang akurat dan terkini sangat dibutuhkan oleh banyak kegiatan manusia seperti untuk rute transportasi air dan konstruksi infrastruktur lepas pantai. Pemetaan in situ secara umum menggunakan multi-single beam echo-sounder memakan waktu, biaya tinggi dan akses yang sulit ke daerah terpencil. Pemetaan batimetri pada perairan dangkal di dekat daerah pesisir juga menghadapi tantangan saat pemetaan in situ sulit dilakukan karena akses kapal survei. Dalam penelitian ini mengusulkan teknik baru untuk memetakan dasar laut dangkal (kurang dari 80 m kedalaman) menggunakan data satelit penginderaan jauh optik dengan memanfaatkan citra Sentinel 2A dan Landsat 8. Data kedalaman yang diperkirakan dari satelit ini kemudian divalidasi dengan data pengukuran in situ yang dikumpulkan pada bulan April dan Oktober, 2015. Kisaran kedalaman absolut yang diperoleh adalah 8,714 – 12,056 meter untuk Landsat 8 dan 9,220 -11,149 meter untuk Sentinel 2. Hasil yang menjanjikan dihasilkan oleh Landsat 8 dengan NMAE sebesar 25,777% dan rentang kedalaman estimasi yang lebih lebar dibandingkan dengan kedalaman yang didapat oleh Sentinel-2A yaitu dengan NMAE 26,887%. Akan tetapi, kedua citra satelit ini tidak bisa digunakan untuk mendapatkan kedalaman yang lebih dalam dari 13 meter. ================================================================= Bathymetric mapping was used to map the sea floor. The accurate and recent sea floor data are needed by many human activities such as for water transportation routes and off - shore infrastruct ure constructions. General in situ mapping using multi/single beam echo - sounder is time consuming, high cost and difficult access to a remote area. Bathymetric mapping on shallow water near coastal area also facing a challenge when the in - situ mapping is d ifficult to be performed for the reason of the access of survey - ship. In this research, proposed a new technique to map the shallow sea floor (less than 80 m of depth) using optical remote sensing satellite data by exploiting the Sentinel 2A and Landsat 8 imageries. The depth data estimated from these satellites then validated with in situ m easurement data collected in April and October, 2015 . The range of absolute depth was 8.714 – 12.056 meter for Landsat 8 and 9.220 – 11.149 meter for Sentinel 2. A promising result was obtained for Landsat 8 data with NMAE of 25.777% and wider range of est imated depth compared with obtained depth by Sentinel 2 with NMAE of 26.887%. Both of remote sensing images failed to deal with water depth deeper than 13 m.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSG 621.367 8 Bob s
Uncontrolled Keywords: Batimetri Perairan Dangkal, Landsat 8, Sentinel-2A, Algoritma Van Hengel and Spizer, Shallow Water Bathymetry, Van Hengel & Spitzer Algorithm
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Muhammad Wildan Bobsaid
Date Deposited: 09 Nov 2017 04:32
Last Modified: 05 Mar 2019 07:32
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43286

Actions (login required)

View Item View Item