Studi Kualitas Udara (Karbon monoksida, Sulfur dioksida dan PM10) dengan Stasiun Pemantau di Kota Surabaya

Fahrisa, Titing Reza (2017) Studi Kualitas Udara (Karbon monoksida, Sulfur dioksida dan PM10) dengan Stasiun Pemantau di Kota Surabaya. Undergraduate thesis, Intitut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3313100037-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Beberapa parameter penting yang terbentuk dari kegiatan sektor transportasi dan industri antara lain CO, SO2 dan PM10. Parameter tersebut dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia dan penurunan kualitas udara. Sehingga diperlukan adanya alat yang berfungsi untuk memantau kualitas udara berbasis microcontroller dengan sensor MQ-7. Kalibrasi alat terhadap SUF-1 sangat rendah -0.0009x + 0.5745 dan nilai regresinya sebesar R² = 0.092. Penelitian selanjutnya yaitu mengevaluasi parameter terhadap baku mutu untuk mengetahui seberapa sering konsentrasi parameter melebihi baku mutu. Persentase data yang hilang untuk CO SUF-1 (15.92%), SUF-6 (25.80%) dan SUF-7 (16.15%); SO2 SUF-1 (78.58%), SUF-6 (37.90%) dan SUF-7 (33.58%); dan PM10 SUF-1 (90.32%), SUF-6 (31.97%) dan SUF-7 (27.81%). Parameter CO terjadi 1 kali melebihi baku mutu yaitu sebesar 28.88 mg/m3. Peristiwa melebihi baku mutu untuk SO2 terbanyak terjadi pada SUF-1 tahun 2012, namun nilai tertinggi terjadi pada SUF-6 pada tahun 2014 yaitu 752.73 µg/m3. Nilai tersebut dimasukkan kedalam matriks satuan internasional dan mendapatkan indeks sebesar 190 (Tidak Sehat) yang ditandai dengan warna kuning. Sedangkan PM10 disemua SUF mengamai kelebihan baku mutu dengan nilai tertinggi 687 µg/m3 yang terjadi pada SUF-6 Tahun 2016. Diurnal pattern menunjukkan rata-rata konsentrasi setiap parameter setiap 30 menit. Dimana CO mulai mengalami naik pada pagi hari dan puncaknya pada siang hari. Hal ini sesuai dengan tingkat kemacetan yang terjadi pada waktu berangkat sekolah dan pulang sekolah yaitu sekitar pukul 07.30. SO2 berubah tidak sigifikan dikarenakan industri beroperasi selama 24 jam setaip harinya. Sedangkan PM10 dipengeruhi oleh sumber seperti letak pembongkaran jalan dan pembangunan gedung. Dengan menggunakan Multilevel Model maka dapat diketahui hubungan antartvariabel. Untuk parameter SO2, arah angin didominasi berasal dari arah Barat dan Barat Laut dengan kecepatan rata-rata 1.56 m/s. Sedangkan PM10 di SUF-1 didominasi berasal dari arah Timur dan Timur Laut dengan kecepatan rata-rata 0.80 m/s. Kemudian SUF 6 arah angin dan kecepatan rata ratanya 1.17 m/s yang didominasi berasal dari Timur dan Tenggara. SUF-7 kecepatan dan arah anginnya di dominasi dari arah Timur dan Timur Laut dengan kecepatan rata-rata 1.38 m/s. Hal ini juga dipengaruhi letak SUF yang dekat dengan Tol Surabaya-Gempol. Semua faktor meteorologi berpengaruh secara signifikan yang menunjukkan semakin cepat angin semakin menurunkan CO dan PM10 (-9.97 dan -32.09), semakin tinggi temperatur dapat menurunkan konsentrasi CO secara signifikan dan semakin meningkatnya kelembaban menurunkan konsentrasi SO2 secara signifikan. Adapun adanya program caf free day yang dicanangkan tidak banyak menyumbang perubahan konsentrasi CO. Program ini hanya mengalihkan distribusi polutan dari jalur satu ke jalur lainnya. Sedangkan libur panjang berpengaruh terhadap penurunan konsentrasi secara signifikan. ================================================================= Air pollution is also influenced by several meteorological factors such as temperature, humidity, wind direction and speed, and solar radiation. Some important parameters that are formed from transportation and industrial activities are CO, SO2 and PM10. These parameters can lead to various health problems in humans and decreased air quality. So that required a tool that serves to monitor the quality of air-based microcontroller with MQ-7 sensor. The tool calibration to SUF-1 is very low -0.0009x + 0.5745 and its regression value is R² = 0.092. The next research is to evaluate the parameters to the quality standard to find out how often the parameter concentration exceeds the quality standard. Percentage of missing data for CO SUF-1 (15.92%), SUF-6 (25.80%) and SUF-7 (16.15%); SO2 SUF-1 (78.58%), SUF-6 (37.90%) and SUF-7 (33.58%); And PM10 SUF-1 (90.32%), SUF-6 (31.97%) and SUF-7 (27.81%). CO parameters occur 1 times exceed the standard quality of 28.88 mg / m3. Events exceeded the SO2 quality standard mostly occurred in SUF-1 in 2012, but the highest value occurred in SUF-6 in 2014 ie 752.73 μg /m3. The value is entered into an international unit matrix and obtains an index of 190 (Unfair) which is indicated by yellow. While PM10 in all SUF to match the excess quality standard with the highest value of 687 μg/m3 that occurred in SUF-6 of 2016. The diurnal pattern shows the average concentration of each parameter every 30 minutes. Where CO begins to rise in the morning and peak during the day. This is in accordance with the level of congestion that occurred at the time of leaving school and home school is around 07.30. SO2 changes are not significant because the industry operates for 24 hours a day. While PM10 is influenced by sources such as the location of road demolition and building construction. By using Multilevel Model it can be seen the relationship between variables. For SO2 parameters, the predominant wind direction is from the west and northwest direction with an average speed of 1.56 m/s. While PM10 in SUF-1 is dominated from the east and northeast with an average speed of 0.80 m / s. Then SUF 6 wind direction and average speed of 1.17 m / s dominated from east and southeast. SUF-7 speed and wind direction is dominated from east and northeast with an average speed of 1.38 m/s. This is also influenced by the location of SUF which is close to Surabaya-Gempol’s highway. All meteorological factors have a significant effect which indicates that the faster the wind decreases CO and PM10 (-9.97 and -32.09), the higher the temperature can decrease the CO concentration significantly and the increase in the humidity decreases the SO2 concentration significantly. The existence of the free day caf program is proclaimed not much to contribute to changes in CO concentration. This program simply diverts the distribution of pollutants from one path to another. While the long holiday affect the decrease in concentration significantly.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSL 363.739 2 Fah s
Uncontrolled Keywords: CO, Diurnal Pattern, Multilevel Model, PM10, SO2, SUF
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD883.5 Air--Pollution
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Titing Reza Fahrisa
Date Deposited: 09 Nov 2017 08:24
Last Modified: 13 Dec 2017 03:07
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43313

Actions (login required)

View Item View Item