Perubahan Emisi Karbondioksida Dengan Pemindahan Kendaraan Pribadi Ke Kendaraan Umum Konvensional Di Kota Surabaya

Nestiti, Rani Fajar (2017) Perubahan Emisi Karbondioksida Dengan Pemindahan Kendaraan Pribadi Ke Kendaraan Umum Konvensional Di Kota Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3313100050-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Aktivitas manusia membutuhkan moda transportasi untuk menunjang kelancaran manusia dalam mempermudah aktivitasnya. Pertumbuhan kendaraan bermotor yang tinggi dapat menimbulkan dampak yang serius, terutama terhadap lingkungan, antara lain polusi udara. Di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Surabaya, transportasi merupakan salah satu penyumbang terbesar emisi karbondioksida di udara. Penggunaan kendaraan pribadi menyebabkan bertambahnya volume kendaraan di jalan. Jumlah emisi CO2 dari kendaraan pribadi mencapai 3.285.241 ton CO2/ tahun pada tahun 2016. Oleh karena itu, penggunaan kendaraan pribadi perlu dibatasi untuk membantu mengurangi emisi gas buang yang akan menyebabkan pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat responden untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum konvensional khususnya taksi, bus kota, dan angkot, sehingga bisa diketahui emisi yang dapat direduksi dengan adanya pemindahan tersebut. Kemudian juga ditentukan faktor-faktor yang mempengaruhi responden untuk memilih jenis kendaraan umum. Data yang dikumpulkan berupa persentase minat warga yang ingin melakukan pemindahan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum dan faktor yang mempengaruhi pemindahan tersebut. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada 215 orang responden yang merupakan pengguna kendaraan pribadi secara random sampling. Data tersebut kemudian digunakan untuk menghitung potensi reduksi emisi karbondioksida sebelum dan setelah pemindahan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum. Sebanyak 4% responden bersedia berpindah ke taksi, 24% bersedia berpindah ke bus kota, dan 28% bersedia berpindah ke angkot. Dari perpindahan tersebut, didapatkan reduksi emisi sebesar 1.129.589 ton CO2/ tahun. Selanjutnya dilakukan dianalisis faktor-faktor signifikan yang mempengaruhi pemindahan tersebut dengan SPSS. Faktor yang signifikan terhadap pemilihan taksi yakni kemacetan dan terdapatnya AC. Faktor signifikan yang mempengaruhi terhadap pemilihan bus kota yakni kemacetan lalu lintas dan biaya bahan bakar, dan faktor signifikan yang mempengaruhi terhadap pemilihan angkot yakni faktor lebih praktis. ================================================================= Human activity requires a mode of transportation to support the fluency of humans in facilitating their activities. High vehicle growth can have serious impacts, especially on the environment, such as air pollution. In major cities in Indonesia, including Kota Surabaya, transportation is one of the largest contributors of carbon dioxide emissions in the air. The use of private vehicles causes an increase in the volume of vehicles on the road. The amount of CO2 emissions from private vehicles reaches 3,285,241 tons of CO2/year by 2016. Therefore, the use of private vehicles needs to be limited to help reduce exhaust emissions that would cause global warming. This study aims to determine the interest of respondents to move from private vehicles to conventional public transportation, especially taxis, city buses and paratransit, so it can be known emissions that can be reduced with the removal. Then also determined the factors that influence respondents to choose the type of public vehicle. The data collected in the form of percentage of interest of citizens who want to make the transfer from private vehicle to public transportation and factors that affect the transfer. The data were collected by interviewing 215 respondents who were private vehicle users in random sampling. The data are then used to calculate the potential for carbon dioxide emission reduction before and after removal from private vehicles to public transport. As many as 4% of respondents are willing to move to taxi, 24% are willing to move to city bus, and 28% are willing to move to paratransit. From the displacement, the emission reduction was 1,129,589 tons CO2 / year. Further analyzed significant factors that affect the transfer with SPSS. Significant factors for the selection of taxis are congestion and the presence of air conditioning. Significant factors affecting the selection of city buses are traffic congestion and fuel costs, and significant factor that affect the selection of angkot that is more practice.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSL 363.738 7 Nes p
Uncontrolled Keywords: Angkot, Bus kota, Emisi karbondioksida, Kendaraan pribadi, Taksi, Carbondioxide emission, City bus, Paratransit, Private vehicle, Taxi
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Rani Fajar Nestiti
Date Deposited: 13 Nov 2017 03:21
Last Modified: 05 Mar 2019 07:40
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43326

Actions (login required)

View Item View Item