Penentuan Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Emisi CO2 Dari Konsumsi Bahan Bakar Kegiatan Permukiman Di Kabupaten Gresik

Pradipta, Andreas Ari (2017) Penentuan Luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Emisi CO2 Dari Konsumsi Bahan Bakar Kegiatan Permukiman Di Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3313100027-Undergraduate-Thesis.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Sumber emisi CO2 dapat berasal dari sektor permukiman. Emisi CO2 dapat direduksi dengan menggunakan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Berdasarkan data RTH eksisting dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik memiliki RTH seluas 881,834 Ha. RTH ini tersebar kedalam enam kelas kecamatan pada Kabupaten Gresik. Persebaran jenis RTH eksisting di setiap kecamatan terdapat sebelas jenis RTH. Jenis RTH eksisting terdiri dari taman kota dan taman lingkungan, lapangan olah raga, kawasan hutan kota, pemakan kota, jalur hijau di sempadan jalan, jalur hijau di sempadan sungai, jalur hijau di bawah sutet, jalur hijau di sempadan rel kereta api, lokasi RTH, sempadan pantai, dan sempadan waduk. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah emisi CO2 yang dihasilkan dari kegiatan sektor permukiman yaitu bidang transportasi dan bidang kegiatan sehari-hari. Perhitungan emisi CO2 dari kedua bidang tersebut dilakukan pada setiap kecamatan di Kabupaten Gresik. Perhitungan emisi CO2 ini menggunakan perhitungan IPCC. Emisi CO2 di setiap kecamatan telah diketahui maka dapat dilakukan analisis persebaran beban emisi di setiap kecamatan. Persebaran beban emisi di setiap kecamatan dilakukan dengan pemetaan tingkatan beban emisi CO2. Setiap tingkatan beban emisi CO2 memiliki lima tingkatan kategori yang berbeda yaitu emisi sangat tinggi, emisi tinggi, emisi sedang, emisi rendah, dan emisi sangat rendah. Metode yang digunakan untuk memetakan beban emisi CO2 menggunakan metode box model. Kebutuhan luasan RTH kemudian dihitung sehingga dapat diketahui kemampuan RTH untuk menyerap emisi CO2. Data untuk mengetahui kemampuan penyerapan adalah luas tajuk, jenis pohon, daya serap pohon, % kerapatan tajuk, laju serapan CO2 menggunakan intensitas cahaya. Berdasarkan hasil perhitungan emisi CO2 dapat diketahui bahwa RTH eksisting di semua kecamatan pada Kabupaten Gresik belum effisien dalam mereduksi emisi CO2. Seluruh kecamatan di Kabupaten Gresik perlu adanya RTH tambahan berdasarkan jenis RTH yang sudah di skenariokan. RTH tambahan yang dibutuhkan oleh Kabupaten Gresik adalah seluas 4602 Ha. Kecamatan yang membutuhkan RTH tambahan terbesar adalah Kecamatan Menganti sebesar 626,4 Ha. RTH tambahan terkecil adalah Kecamatan Panceng sebesar 109,9 Ha. RTH luasan total yang dibutuhkan oleh Kabupaten Gresik berdasarkan penelitian ini sebesar 5483,83 Ha. Nilai tersebut berasal dari penjumlahan luasan RTH eksisting di Kabupaten Gresik dengan luasan RTH tambahan yang di skenariokan. ======================================================================================================================== Housing sector could be one of the CO 2 emission source. CO 2 that is emitted from those sources could be reduced by green open spaces. According to the data of the existing green open spaces from Regional Development and Planning Agency (BAPPEDA), Gresik Regency has 881,834 Ha of green open space area. These green open spaces outspread to sixteen district in Gresik Regency that can be categorized to be eleven kind of green open spaces. Those are city and environmental park, sport field, urban forest area, cemeteries, green lane for train demarcation, green open space area, beach demarcation, and reservoi r demarcation. The purpose of this research is to calculate the amount of CO 2 emission that has emitted from housing sector, specifically from transportation and daily activities. Th e calculation of CO 2 emission from both sector is held in all of district in Gresik Regency. The calculation of CO 2 emission used IPCC method. The analysis of CO2 dispersion in every district can be done because the emission of CO 2 has been known. To know the dispersion of its amount in every district, the mapping of CO2 emission dispersion level is made. The amount of CO2 dispersion has 5 levels; very high, high, medium, low, and very low. To map the CO2 dispersion, the box model method is used. The requir ement of the area green open space is also calculated so its ability to absorb CO2 could be determined. The ability of green open space absorption could be determined by using several data; the area of canopy, species of tree, tree absorption capacity, can opy percent density, and CO2 absorption rate using light intensity. This conclusion of this research is the existin g green open space in Gresik Regency in e very district is not efficient yet to reduce CO2 based on the calculation of CO2 emission. All sub - districts in Gresik Regency need additional RTH based on the type of green open space that is already made in to a scenario . The add itional green space required by Gresik Regency is 4602 Ha. Menganti and Panceng District requires the largest and the smallest additional of green open space, which is 626,4 and 109,9 Ha, respectively. The total area of green o pen space requires by Gresik Regency is 5483,83 Ha. This total amount is the sum of th e existing green open space in Gresik R egency and the additional green open space from the scenario

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: RTH, CO 2 , IPCC, Permukiman, Transportasi
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD883.5 Air--Pollution
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Andreas Ari Pradipta
Date Deposited: 07 Sep 2017 08:38
Last Modified: 05 Mar 2019 07:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43428

Actions (login required)

View Item View Item