Perancangan Tipikal Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Kecil Rumah Tangga (IKRT) Tahu Di Kota Surabaya

Pamungkas, Agung Wahyu (2017) Perancangan Tipikal Instalasi Pengolahan Air Limbah Industri Kecil Rumah Tangga (IKRT) Tahu Di Kota Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3313100006-Undergratuate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Industri tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah, baik limbah padat maupun cair dengan karakteristik mengandung bahan organik dengan kadar BOD, COD yang cukup tinggi. Akibat dari tingginya kandungan bahan organik dalam limbah industri tahu, akan menurunkan daya dukung lingkungan apabila dibuang langsung ke lingkungan. Industri tahu sendiri umumnya adalah industri skala kecil yang membutuhkan pengolahan dengan investasi biaya serta O&M yang terjangkau. Perencanaan ini bertujuan untuk merencanakan desain tipikal dari IPAL industri tahu di Surabaya. Tahapan perencanaan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah studi literatur, pengumpulan data, penelitian pendahuluan, pengolahan data, pembahasan dan kesimpulan. Data yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah data primer berupa kualitas air limbah dan survey kondisi eksisting, serta data sekunder yang berupa HSPK kota surabaya, data lokasi, data produksi, dan data monitoring. Data primer diambil dari kegiatan produksi tahu di 3 industri tahu berbeda di kota surabaya. Data sekunder didapatkan dari dinas terkait dan industri yang bersangkutan. Dalam perencanaan ini digunakan rangkaian unit biodigester anaerobik dan 3 alternatif. Alternatif yang digunakan dalam perencanaan ini, yaitu unit Anaerobik Filter, Wetland, dan Aerobik Biofilter. Ketiga industri tahu dibedakan atas produksi tahu hariannya. Dari ketiga alternatif yang tersedia, digunakan alternatif pertama, yaitu kombinasi Anaerobik Biodigester-Anaerobik Filter untuk ke tiga industri tahu. Pemilihan ini didasarkan pada efisiensi penurunan kualitas limbah dan penggunaan lahan. Pada industri dengan kapasitas produksi dibawah 100 kg/hari digunakan unit digester dengan diameter 2,15 m dan kedalaman 4 m, serta unit Anaerobik Filter dengan 1 tangki filter. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 200.571.373. Pada industri dengan kapasitas produksi 100-500 kg/hari digunakan unit digester dengan diameter 4,3 m dan kedalaman 4 m, serta unit Anaerobik Filter dengan 3 tangki filter. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 312.668.316. Pada industri dengan kapasitas produksi diatas 500 kg/hari digunakan unit digester dengan diameter 4,9 m dan kedalaman 6 m, serta unit Anaerobik Filter dengan 6 tangki filter. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 507.239.001. ============================================================================= The tofu industry in its production process produces waste, both solid and liquid waste with characteristics containing organic matter with high levels of BOD, COD. As a result of the high content of organic matter in tofu industry waste, will reduce the carrying capacity of the environment when disposed of directly to the environment. The tofu industry is generally a small-scale industry that requires processing with cost investments and affordable O & M. This planning aims to design a typical design of knowledgeable industrial WTP in Surabaya. Stages of planning used in this final project is the study of literature, data collection, preliminary research, data processing, discussion and conclusions. The data used in this final project are primary data of waste water quality and survey of existing condition, and secondary data in the form of HSPK surabaya city, location data, production data, and monitoring data. Primary data taken from tofu production activities in 3 different tofu industry in surabaya city. Secondary data is obtained from relevant offices and industries concerned. In this planning an anaerobic unit biodigester unit and 3 alternatives are used. Alternatives used in this planning, namely Anaerobic Filter, wetland, and aerobic biofilter units. The three toufu industries categorized based on the daily production rate they hold. Of the three alternatives available, the first alternative is used, namely the Anaerobic Biodigester-Anaerobic Filter combination for the three tofu industries. This selection is based on the efficiency of waste quality reduction and land use. In industries with a production capacity below 100 kg/day, a digester unit with a diameter of 2.15 m and a depth of 4 m, also an anaerobic filter unit with 1 tank filter is used. The required investment cost is Rp 200.571.373. In industries with a production capacity of 100-500 kg/day, the digester unit with a diameter of 4.3 m and a depth of 4 m, also an Anaerobic Filter unit with 3 filter tanks is used. The required investment cost is Rp 312.668.316. In industries with a production capacity above 500 kg/day, a digester unit with a diameter of 4.9 m and a depth of 6 m, also an Anaerobic Filter unit with 6 filter tanks is used.The required investment cost is Rp 507.239.001.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Aerobik Biofilter, Anaerobik Filter, Biodigester Anaerobik, Limbah cair tahu, Wetland
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD646 Sewage--Purification
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Agung Wahyu Pamungkas
Date Deposited: 25 Sep 2017 06:46
Last Modified: 21 Nov 2017 04:27
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43828

Actions (login required)

View Item View Item