Peningkatan Ketersediaan Aplikasi Web Menggunakan Arsitektur Layanan Mikro Berdasarkan Identifikasi Log Akses

Hermawan, Ardyanto (2017) Peningkatan Ketersediaan Aplikasi Web Menggunakan Arsitektur Layanan Mikro Berdasarkan Identifikasi Log Akses. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
5114201025-Master_Thesis.pdf - Published Version

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pola arsitektur microservices (layanan mikro) yang menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir menawarkan modernisasi pada aplikasi dengan pola arsitektur monolitik. Jika terdapat bug pada aplikasi yang menerapkan arsitektur monolitik, dapat mematikan seluruh proses karena setiap modul dijalankan dalam proses yang sama sehingga mempengaruhi ketersediaan aplikasi. Arsitektur layanan mikro bertujuan untuk mengembangkan sistem yang terdiri dari kumpulan layanan yang kohesif yang dapat dievolusi berulang-ulang dan dapat dikembangkan atau dipasang secara mandiri. Untuk menerapkan arsitektur layanan mikro tidak harus mengubah aplikasi yang ada secara keseluruhan. Kandidat yang dapat dijadikan layanan mikro yaitu komponen yang terus berubah, komponen yang membutuhkan sumber daya yang besar, atau pada tingkat antarmuka pengguna. Aplikasi web yang sering dikunjungi akan meningkatkan kebutuhan sumber daya pada komponen yang di akses. Pemrosesan log akses dan kode sumber dari sistem dilakukan untuk mendapatkan kandidat layanan mikro. Kode sumber pada kandidat yang terpilih akan ditulis ulang berdasarkan karakteristik dari layanan mikro. Setiap layanan mikro akan dipasang pada kontainer. Dari hasil pengujian Performance, Average Response Time, dan ketersediaan, dapat disimpulkan bahwa layanan mikro dapat meningkatkan persentase Average Response Time dan juga meningkatkan ketersediaan. =============================================================================================== The microservices architecture pattern that has become a trend in recent years offers modernization in applications to monolithic architectural patterns. If a bug exists in an application that implements a monolithic architecture, it can shut down the entire process because each module is run in the same process affecting the availability of the application. The microservice architecture aims to develop systems that consist of a cohesive set of services that can be evolved over and over and can be developed or deployed independently. To implement the microservice architecture does not have to change the whole existing application. Candidates that can be used as microservices are components that are constantly changing, components that require large resources, or at the user interface level. The frequently visited web app will increase the resource requirements of the accessed component. Access log processing and source code from the system is done to obtain microservice candidates. The base code of the selected candidate will be rewritten based on the characteristics of the microservices. Each microservice will be deployed on the container. Based on the performance, Average Response Time, and availability testing results, it can be concluded that microservices architecture pattern can increase the percentage of Average Response Time and also increase availability than monolithic architecture.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Software architecture, microservice, access log, container
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA76.9 Computer algorithms. Virtual Reality. Computer simulation.
T Technology > T Technology (General) > T58.62 Decision support systems
Divisions: Faculty of Information Technology > Informatics Engineering > 55101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Ardyanto Hermawan .
Date Deposited: 17 Nov 2017 07:46
Last Modified: 06 Mar 2019 03:01
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43832

Actions (login required)

View Item View Item