Ekstraksi Senyawa Fitokimia dari Alga Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp menggunakan CO2 Superkritis dan Air Subkritis sebagai Pelarut

Setyorini, Dwi and Aanisah, Ridlo (2017) Ekstraksi Senyawa Fitokimia dari Alga Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp menggunakan CO2 Superkritis dan Air Subkritis sebagai Pelarut. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
2313100001_2313100015-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekstrak senyawa fitokimia berupa β-karoten, asam linoleat, karagenan, dan polifenol dari rumput laut jenis Eucheuma cottonii dan Gracilaria sp menggunakan CO2 superkritis dan air subkritis sebagai pelarut. Ekstraksi menggunakan CO2 Superkritis dilakukan dengan kondisi operasi tekanan 25 MPa, temperatur 60oC, laju alir CO2 superkritis 15ml/min, dan laju alir Etanol 0,25 ml/min. Untuk mengetahui kandungan β-karoten dan asam linoleat, ekstrak yang didapat dianalisa menggunakan Spektrofotometer UV–Vis. Residu yang didapatkan dari ekstraksi dengan CO2 superkritis kemudian diekstrak kembali menggunakan Subcritical water yang dilakukan dengan kondisi operasi yang bervariasi yaitu tekanan 3, 5, 7 MPa, temperatur 120, 140, 160, 180 oC, dan laju alir air subkritis 1 ml/min. Kandungan karagenan dianalisa menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR), kandungan total phenolic compound dianalisa dengan reagen Folin Ciocalteu yang selanjutnya dianalisa menggunakan spektrofotometer uv-vis. Untuk analisa aktivitas antioksidan digunakan metode DPPH assay dimana larutan DPPH berperan sebagai senyawa radikal bebas. Dari hasil penelitian diperoleh kadar β-karoten dan asam linoleat pada Eucheuma cottonii berturut-turut adalah 209,91 dan 321,025 µg/g sampel. Kadar β-karoten dan asam linoleat pada Gracilaria sp berturut-turut adalah 219,994 dan 286,516 µg/g sampel. Adanya kenaikan suhu operasi pada proses ekstraksi hydrothermal (120oC-180oC) menyebabkan peningkatan total phenolic compound (TPC) dan yield karagenan dalam ekstrak. Sama halnya dengan kenaikan tekanan pada proses ekstraksi hydrothermal (3 sampai 7 MPa) menyebabkan kecenderungan peningkatan total phenolic compound (TPC) dan yield karagenan dalam ekstrak. Kandungan total phenolic compound terbanyak Eucheuma cottonii pada kondisi operasi 180oC dan tekanan 7 MPa dengan kandungan TPC sebesar 18,508 mg GAE/g sampel, sedangkan, Gracilaria sp dengan kondisi operasi yang sama memiliki kandungan TPC sebanyak 22,47 mg GAE/g sampel. Kondisi optimum untuk mengekstrak karagenan dari kedua jenis rumput laut tersebut terjadi pada suhu 180oC dan tekanan 7 MPa dengan kandungan % yield karagenan pada Eucheuma cottonii sebesar 61,33% dan Gracilaria sp. sebesar 65,54% (massa karagenan/massa rumput laut kering), serta % recovery karegenan pada Eucheuma cottonii sebesar 95,15% dan Gracilaria sp sebesar 101,68%. Aktivitas antioksidan terbaik yaitu pada kondisi operasi 180oC dan 7 MPa. Pada Kondisi operasi tersebut, Nilai AE pada Eucheuma cottonii sebesar 0,513 min-1 dan pada Gracilaria sp sebesar 0,277 min-1. ========================================================================= The purpose of this research is to extract phytochemical compounds (such as β-carotene, linoleic acids, carrageenan, and polyphenols) from Eucheuma cottonii and Gracilaria sp with supercritical CO2 and subcritical water as a solvent. The CO2 extraction carried out at pressure of 25 MPa, temperature of 60oC, CO2 flowrate of 15 ml/min, ethanol flowrate of 0,25 ml/min. To determine the content of carotenoids and linoleic acids, extracts obtained were analyzed using a spectrophotometer UV-Vis. Subcritical water extraction carried out by the varying pressure 3, 5, 7 MPa, and temperature of 120, 140, 160, 18 oC. Carrageenan of seaweed will be analyzed using Fourier Transform Infra Red (FTIR), the total phenolic compound will be analyzed with UV-vis spectrophotometer, whereas the method to analyze the efficiency of antioxidant is DPPH assay. From the research, β-carotene and linoleic acid content in Eucheuma cottonii respectively were about 209,91 and 321,025 µg/g sample. While β-carotene and linoleic acid content in Gracilaria sp respectively is about 219,994 and 286,516 µg/g sample. The increase of temperature in hydrothermal extraction process causes the increase of total phenolic compound (TPC), yield of carrageenan and antioxidant activity. Similar with the temperature, the increase of pressure in hydrothermal process cause a tend to the increase of total phenolic compound (TPC), yield of carrageenan and antioxidant activity. The highest total phenolic compound content of Eucheuma cottonii and Gracilaria sp is at temperature of 180oC and pressure of 7 MPa with TPC content of 18,508 mg GAE / g sample and 22.47 mg GAE / g sample respectively. The optimum condition for extracting carrageenan from both types of seaweed occurred at temperature 180oC and pressure 7 MPa with yield of carrageenan in Eucheuma cottonii equal to 61,33% and Gracilaria sp. equal to 65,54% (mass of karagenan / mass of dried seaweed) and %recovery of Eucheuma cottonii is 95,15% and Gracilaria sp is 101,68%. The best antioxidant activity is at operating conditions 180oC and 7MPa. In the operating conditions, the AE value of Eucheuma cottonii is 0,513 min-1 and in Gracilaria sp equal to 0,277 min-1.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Aktivitas Antioksidan. Alga, Asam Linoleat, CO2 Superkritis, Ekstraksi, Eucheuma cottonii, Fitokimia, Gracilaria sp, Hidrotermal, Karagenan, Polifenol, β-karoten.
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP156 Crystallization. Extraction (Chemistry). Fermentation. Distillation. Emulsions.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Ridlo Aanisah .
Date Deposited: 22 Sep 2017 07:26
Last Modified: 06 Mar 2019 02:54
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/43894

Actions (login required)

View Item View Item