Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Jl.Semolowaru – Jl.Semolowaru Tengah – Jl.Sukosemolo – Jl.Semolowaru Utara, Surabaya

Saputro, Muchamad Erwin Fajar (2017) Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Jl.Semolowaru – Jl.Semolowaru Tengah – Jl.Sukosemolo – Jl.Semolowaru Utara, Surabaya. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114030047-Non_Degree.pdf - Published Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Surabaya adalah kota besar yang mempunyai banyak permasalahan, salah satunya permasalahan lalu lintas. Hal ini dikarenakan bertambahnya jumlah kendaraan yang beroperasi tiap harinya dan menyebabkan kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi di daerahdaerah tertentu di Surabaya. Kondisi persimpangan pada JL. Semolowaru Utara – JL. Suko Semolo – JL. Semolo Waru Tengah – JL. Semolowaru pada saat ini memang tidak terlihat bermasalah pada jam-jam biasa, Namun pada saat jam puncak tertentu terutama jam puncak sore kemacetan akan terjadi. Bagaimana kinerja simpang pada tahun 2017 dan 5tahun setelahnya yaitu pada tahun 2022. Analisa kinerja persimpangan untuk kondisi saat ini dan untuk 5 tahun yang akan datang hingga tahun 2022 dilaksanakan denganmetode MKJI 1997 serta dengan bantuan program KAJI dan Ms.Excel.Analisa ini di awali dari pengumpulan data-data jumlah penduduk, tata guna lahan dan pertumbuhan bangkitan jumlah kendaraan yang diperoleh dari Bappeko dan Dispendukcapil sebagai data sekunder, sedangkan untuk data primer didapat dari hasil survey di lapangan. Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi didapatkan jika DS>0.75 maka diperlukan perbaikan berupa perbaikan fase sinyal atau dapat dilakukan perubahan geometrik maupun keduanya untuk mendapatkan kondisi lalu lintas yang terbaik sehingga kemacetan dapat dihindari Tingkat pelayanan pada persimpangan Jl.Semolowaru-Jl.Semolowaru Tengah - Jl.Sukosemolo - Jl. Semolowaru Utara untuk kondisi eksisting (2017) diperoleh LOS F, dengan (DI) pada puncak Sore 79,08 det/smp .Berdasarkan hasil analisa tersebut maka kondisi untuk simpang bersinyal tidak memenuhi persyaratan MKJI 1997, sehingga perlu adanya perbaikan geometrik dan cycletime.Tingkat pelayanan pada persimpangan Jl.Semolowaru-Jl.Semolowaru Tengah - Jl.Sukosemolo - Jl. Semolowaru Utara untuk kondisi pada Tahun 2022 tanpa perbaikan diperoleh LOS F, dengan (DI) pada puncak Sore 80.60 det/smp .Berdasarkan hasil analisa tersebut maka kondisi untuk simpang bersinyal tidak memenuhi persyaratan MKJI 1997, sehingga perlu adanya perbaikan.Berdasarkan hasil perhitungan dengan perbaikan waktu sinyal untuk 5 tahun kedepan, didapatkan tingkat pelayanan untuk puncak Sore pada tahun 2017 dan 2022 setelah perbaikan adalah LOS E dengan (DI) untuk Tahun 2017 adalah 52.40 det/smp, untuk Tahun 2022 adalah 56.41 det/smp. ============================================================Surabaya is a big city that has many problems, one of which is traffic problems. This is due to the increasing number of vehicles that operate each day and cause high traffic density in certain areas in Surabaya. Crossing conditions on JL. North Semolowaru - JL. Suko Semolo - JL. Semolo Waru Tengah - JL. Semolowaru at this time does not look problematic at regular hours, but during certain peak hours, especially peak hours of the afternoon congestion will occur. How the performance intersection in 2017 and 5 years after that is in 2022. . Analysis of intersection performance for current conditions and for the next 5 years until 2022 is implemented by the MKJI method 1997 and with the help of KAJI and Ms.Excel program. This analysis starts from the collection of population data, land use and the growth of the number of Vehicles obtained from Bappeko and Dispendukcapil as secondary data, while for primary data obtained from survey results in the field. Based on the results of analysis and evaluation is obtained if DS> 0.75 then required improvements in the form of signal phase improvement or geometric changes can be made and both to get the best traffic conditions so that congestion can be avoided Level of service at the intersection Jl.Semolowaru-Jl.Semolowaru Tengah - Jl.Sukosemolo - Jl. North Semolowaru for existing condition (2017) obtained by LOS F, with (DI) at the peak of Afternoon 79,08 det / smp. Based on result of that analysis hence condition to signal intersection do not fulfill requirement MKJI 1997, so need improvement geometrik and cycletime.Tingkat Service at the intersection Jl.Semolowaru-Jl.Semolowaru Tengah - Jl.Sukosemolo - Jl. North Semolowaru for the condition in Year 2022 without improvement obtained LOS F, with (DI) at the peak of Sore 80.60 s / smp. Based on the results of the analysis then the condition for the intersection did not meet the requirements of MKJI 1997, so the need for improvement.Based on the calculation with the improvement Signal time for the next 5 years, the service level for the peak of Sore in 2017 and 2022 after repair is LOS E with (DI) for the year 2017 is 52.40 det / smp, for Year 2022 is 56.41 det / smp.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Simpang bersinyal, MKJI 1997, KAJI, Signal Intersection
Subjects: T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (D3) Diploma
Depositing User: Muchamad Erwin Fajar Saputro
Date Deposited: 28 Sep 2017 08:03
Last Modified: 06 Mar 2019 03:50
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/44000

Actions (login required)

View Item View Item