Proses Fenton Pada Pengolahan Lindi TPA Ngipik, Gresik

Tamas, Isna Nufussilma (2017) Proses Fenton Pada Pengolahan Lindi TPA Ngipik, Gresik. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3313100023-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Lindi merupakan cairan yang dihasilkan dari infiltrasi air hujan melewati sampah sehingga terjadi proses biokimia di dalam sampah dan kandungan air dari sampah yang umumnya memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tingginya senyawa organik pada lindi dapat mencemari lingkungan sekitar apabila tidak dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Pengolahan lindi dapat dilakukan secara biologis, fisik, kimia, maupun fisik-kimia. Dalam penelitian ini, dilakukan pengolahan lindi secara kimia dengan salah satu pengolahan lindi yaitu proses Fenton yang dijadikan sebagai salah satu alternatif pengolahan lindi. Penelitian dilakukan menggunakan proses Fenton (Fe2+/H2O2) yang memiliki tujuan untuk menentukan efisiensi pengolahan lindi dengan metode Fenton tanpa dan dengan adanya penambahan NaCl serta menentukan penurunan residual hidrogen peroksida dan besi dengan netralisasi. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan memvariasikan konsentrasi H2O2 pada proses Fenton, selama 240 menit waktu pengolahan. Waktu pengolahan ditentukan pada dasar lamanya waktu yang diperlukan untuk menurunkan COD awal hingga mencapai nilai baku mutu PermenLHK No. 59 Tahun 2016 yaitu 300 mg/L. Variasi rasio molar [Fe2+] : [H2O2] yang dilakukan pada penelitian ini yaitu 1:1; 1:5; 1:10; 1:15; 1:20 dengan variasi pH 3, 4, dan pH asli dari lindi yaitu 8.14. Penelitian menggunakan reaktor berupa beaker glass dengan volume 2 Liter. Pengoperasian reaktor, menggunakan magnetic stirrer yang berfungsi untuk mengaduk sehingga larutan menjadi homogen. Proses Fenton dilakukan pada reaktor tertutup tanpa adanya pengaruh cahaya (dark Fenton), di mana reaktor dilapisi dengan menggunakan alumunium foil. Parameter yang diuji adalah pH, COD, klorida (Cl-), konsentrasi H2O2 yang tersisa setelah proses, dan analisis besi (Fe). Sedangkan analisis BOD diukur di akhir percobaan (menit ke 240) sebagai BOD5 effluent pengolahan. Netralisasi residual H2O2 dan besi menggunakan penambahan NaOH sebagai adjustment pH hasil pengolahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa removal COD lindi yang dihasilkan menggunakan Fenton yaitu 86%, 89%, dan 89% pada pengolahan tanpa penambahan NaCl, dan 86%, 88%, dan 88% dengan penambahan NaCl dengan pH asli, 3 dan 4 serta BOD5/COD rata-rata yaitu 0,33. Adapun penurunan residual besi dan hidrogen peroksida mencapai 55% dan 99% pada pH adjustment 9. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan rasio molar 1:1 dan 1:5 dapat mencapai baku mutu lindi (300 mg/L) dengan removal COD lindi maksimum yang dihasilkan 89% pada rasio molar 1:1 tanpa penambahan NaCl. =========================================================================================== Leachate is liquid from infiltration of rainwater that pass through waste resulting biochemical process in waste and water content of the waste. The water content of waste have a high organic compound. High content of organic compound in leachate can pollute the environment if there isn’t treatment beforhand. Types of leachate treatment is biological, physical, chemical, and physical-chemical. In this research, leachate treatment is done chemically (chemical treatment) by Fenton method which one of alternative treatment of leachate. The study was conducted using a Fenton (Fe2+ / H2O2) process which aims to determine leachate treatment efficiency by Fenton method without and with the addition of NaCl and to determine the residual decrease of hydrogen peroxide and iron by neutralization. This research carried out in laboratory scale by varying the concentration of H2O2 in Fenton process, during the treatment time. Treatment time is determined on the basis of the length of time required to reduce the initial COD until it reaches the quality standard of PermenLHK No. 59 of 2016 is 300 mg/L. Variation molar ratio [Fe2+] : [H2O2] in this research is 1:1; 1:5; 1:10; 1:15; 1:20 and pH variation is 3, 4, and the original pH of leachate is 8.14. The treatment using beaker glass as reactor with volume of 2 litre. The operation of the reactor using magnetic stirrer that have function to stir, so the solution becomes homogeneous. Fenton process performed in a closed reactor without the influence of light (dark Fenton), which the reactor is coated with aluminum foil. The parameters tested is pH, COD, chloride (Cl-), H2O2 and iron remaining. While BOD analysis measured at the end of the experiment as BOD5 effluent treatment. The residual neutralization of H2O2 and iron using the addition of NaOH as the adjustment of pH treatment. The results showed that the removal of COD leachate produced by Fenton was 86%, 89%, and 89% in the treatment without NaCl addition, and 86%, 88%, and 88% with the addition of NaCl and BOD5/COD averages of 0.33. The decrease of residual iron and hydrogen peroxide reached 55% and 99% at pH adjustment 9. In this research it can be concluded that the addition of molar ratio of 1:1 and 1:5 can reach leachate standard (300 mg/L) with maximum removal of COD leachate was 89% at a 1:1 molar ratio without the addition of NaCl.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Besi, COD, Fenton, H2O2, Lindi
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Isna Nufussilma Tamas
Date Deposited: 26 Sep 2017 04:42
Last Modified: 06 Mar 2019 04:15
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/44158

Actions (login required)

View Item View Item