Analisis Perkerasan Lentur Landa Pacu Bandar Udara Juanda dengan Membandingkan Aspal Shell dengan Aspal Pertamina

Wahyudi, Ary (2017) Analisis Perkerasan Lentur Landa Pacu Bandar Udara Juanda dengan Membandingkan Aspal Shell dengan Aspal Pertamina. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3113100142-Undergraduated_Theses.pdf - Accepted Version

Download (29MB) | Preview

Abstract

Kondisi perkerasan lentur runway bandara di Indonesia memiliki beragam karakteristik material yang berbeda-beda dengan tipe perkerasan lentur menggunakan aspal minyak sebagai pengikat dan agregat serta filler atau pengisi campuran aspal. Kinerja optimum dari suatu lapisan perkerasan dapat dicapai melalui variasi campuran aspal dengan mengkombinasikan beberapa material yang masing-masing sifatnya menguatkan apabila telah disatukan di dalam suatu campuran. Kerusakan aspal yang pernah terjadi di Indonesia diantaranya adalah terkelupasnya aspal dibeberapa titik di landasan Bandara Juanda, lalu kasus lain yang terjadi di Bandara Ngurah Rai, Bali yaitu terkelupasnya aspal di sekitar ujung barat landas pacu 09. Kasus seperti ini umumnya disebabkan oleh pembebanan yang terjadi berlebihan (overload) atau panas akibat temperatur lingkungan maupun panas mesin jet dan bergantung pada material aspal yang digunakan. Berdasarkan peraturan, di dalam ASTM dan SNI, uji karakteristik material pada tugas akhir ini dibagi menjadi dua yaitu uji karakteristik aspal dan uji karakteristik agregat. Dari hasil uji karakteristik aspal didapat untuk aspal Shell nilai penetrasi 63.2 mm, nilai titi lembek 53.2˚C, nilai titik nyala dan titik bakar 302˚C dan 324˚C, nilai daktilitas 141.5 cm, dan nilai berat jenis 1.033 gr/m3 sedangkan hasil uji aspal Pertamina didapat nilai penetrasi 63.9 mm, nilai titik lembek 52.5˚C, nilai titik nyala dan titik bakar 280˚C dan 310˚C, nilai daktilitas 139.5 cm, dan nilai berat jenis sebesar 1.028 gr/m3. Dari hasil uji karakterisik dan uji Marshall jika dihubungkan dengan permasalahan kerusakan runway di Bandara Juanda jenis kerusakan potholes atau lubang dan kerusakan jetblast erosion yang keduanya dominan dipengaruhi oleh lalu lintas beban yang diterima oleh runway secara kontinu dan akibat panas yang diterima oleh runway dari panas mesin jet maka dibutuhkan material aspal yang memiliki karakteristik dengan kemampuan ketahanan terhadap panas. Hasil kedua material aspal tidak berbeda jauh namun dari perbedaan itu bisa dilakukan uji lebih lanjut untuk mengetahui penyebab perbedaannya ========================================================= ============================================ The flexible pavement condition of airport runways in Indonesia has a variety of different material characteristics with flexible pavement type using asphalt binder and aggregate and filler or asphalt filler filler. The optimum performance of a pavement layer can be achieved by varying the asphalt mixture by combining several reinforcing materials when incorporated in a mixture. Asphalt damage that ever happened in Indonesia among others is the peeling of asphalt at some point on the runway Juanda Airport, then another case that occurred at Ngurah Rai Airport, Bali is peeled asphalt around the west end of runway 09. Cases like this are generally caused by overloading (Overload) or heat due to environmental temperature or jet engine heat and depending on the bitumen material used. Based on the regulation, in ASTM and SNI, the material characteristic test in this final project is divided into two, namely asphalt characteristic test and aggregate characteristic test. The asphalt characteristic was obtained for Shell asphalt penetration value 63.2 mm, titi softness 53.2˚C, flame point value and 302˚C and 324˚C burn point, ductility value 141.5 cm, and weight value 1,033 gr / m3 while yield Pertamina asphalt test obtained 63.9 mm penetration value, soft point value 52.5˚C, flash point value and burning point 280˚C and 310˚C, ductility value 139.5 cm, and type weight value of 1.028 gr / m3. From the results of characteristic test and Marshall test if connected with runway damage problems at Juanda Airport type of damage to potholes or holes and jetblast erosion damage which are both dominantly influenced by the load traffic received by the runway continuously and due to the heat received by the runway from the heat of the jet engine Then the required asphalt material that has characteristics with the ability of resistance to heat. The results of both asphalt materials do not differ much but from the difference it can be done further test to determine the cause of the difference

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSS 629.136 34 Wah a
Uncontrolled Keywords: Perkerasan lentur runway, Aspal Pertamina, Aspal Shell, dan Marshall Test
Subjects: T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE7 Transportation--Planning
T Technology > TF Railroad engineering and operation
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Ary Wahyudi
Date Deposited: 09 Jul 2020 07:07
Last Modified: 09 Jul 2020 07:07
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/44304

Actions (login required)

View Item View Item