Timeless Tower: A Sustainable Museum

Andhikaputra, Mohammad Irfan (2017) Timeless Tower: A Sustainable Museum. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3213100084-Undergraduate_Thesis.pdf - Published Version

Download (10MB) | Preview

Abstract

Arsitektur dipengaruhi oleh waktu secara tidak terelakkan. Proses menerjemahkan gambar menjadi struktur nyata telah memengaruhi arsitektur sejak awal peradaban. Salah satu cara yang paling umum untuk menyaksikan pengaruh waktu dalam arsitektur adalah dengan melihat bangunan tua di masa sekarang. Masyarakat dewasa ini masih dapat menggunakan bangunan sebagaimana bangunan tersebut digunakan pada masa dahulu. Bangunan yang memiliki nilai historis bagi masyarakatnya, mampu digunakan terus menerus dengan menjaga bentuk bangunan tersebut namun secara adaptif digunakan kembali. Namun, beberapa bangunan hanya ditinggalkan bagi masyarakatnya, walaupun bangunan tersebut mungkin memiliki nilai yang sama dengan bangunan lainnya. Distrik Kota Tua telah menjadi asal dari perkembangan kota Jakarta di masa penjajahan di Indonesia, distrik ini berfunsi sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan. Setelah kemerdekaan, perkembangan kota Jakarta dibentuk dengan aksis baru yang menyebabkan kota tua semakin ditinggalkan. Pada akhirnya, banyak bangunan di kota tua yang ditinggalkan. Sebagai bentuk untuk menjaga identitas historis, pemerintah telah mengajukan proyek untuk mengembalikan distrik Kota Tua. Dengan menempatkan identitas historis sebagai kerangka utama, ide `Timeless Architecture` diajukan dalam tugas akhir ini. Tapak yang terpilih dikembangkan dan diadaptasikan, diberikan fungsi baru sebagai museum dengan menggunakan `pattern language` dan `adaptive reuse` sebagai metode untuk mencapai kondisi yang sesuai pada konsep `timeless`. ========================================================== Architecture is inevitably influenced by time. The process of translating a drawing into a physical structure in the four-dimensional realms, influencing architecture since the beginning of a civilized society. One of the possible way to witness the influence of time in architecture is looking through the present old-structure building. Society and environment in the present time are able to use the building as they were used in the previous time. The building that holds historical value to its society, are able to be used over time while retaining its form but adaptively reused by society to fulfill their needs. In the other hand, some buildings are just left abandoned by its society, although it may have the same value with the other “timeless” building. The district of Kota Tua has been the root of Jakarta city development in the colonial era of Indonesia, this district served as a central government and trading area. After 1945, The development of New Capital city of Jakarta is built within a linear pattern and made Kota Tua’s development diminished. As a result, many of the building are left unused. As to retain its historical identity, the government has issued some projects to rejuvenate this sector of Kota Tua. By placing its historical identity as the main framework, the idea of `Timeless Architecture` is proposed through this final project. Selected site is developed and adapted, given its newest function as a museum by using pattern language and adaptive reuse as a method to achieve a suitable look of a timeless concept.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSA 727.6 And t
Uncontrolled Keywords: accessibility, museum, perception, pattern language, sustainability, timeless.
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Mohammad Irfan Andhikaputra
Date Deposited: 26 Sep 2017 06:16
Last Modified: 06 Mar 2019 04:23
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/44378

Actions (login required)

View Item View Item