Analisis Bahaya Kegempaan di Wilayah Malang Menggunakan Pendekatan Probabilistik

Purbandini, Pambayun (2017) Analisis Bahaya Kegempaan di Wilayah Malang Menggunakan Pendekatan Probabilistik. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1113100096-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Studi mengenai bahaya kegempaan dilakukan untuk meminimalisasi dampak dari bencana gempabumi di wilayah rawan bencana gempa. Penelitian ini mempresentasikan analisis bahaya kegempaan dengan menggunakan pendekatan probabilistik untuk wilayah Malang, Jawa Timur. Analisis PSHA yang dilakukan yaitu pada T=0 detik (PGA), T=0.2 detik (periode pendek), dan T=1 detik (periode panjang). Digunakan model sumber gempa regional dan persamaan atenuasi standar terpublikasi untuk menghitung percepatan puncak tanah dengan probabilitas 2% dalam 50 tahun di batuan dasar. Software yang digunakan pada analisis ini adalah Crisis 2007. Data gempabumi yang digunakan untuk analisis ini adalah historis gempabumi dari tahun 1900 hingga 2017 dengan kedalaman 0-300 km, magnitudo ≥ 5 Mw, dan batas koordinat 3,6o - 12.65o LS dan 108.2o - 117.2o BT dari katalog gempabumi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia dan Katalog United States Geological Survey (USGS). Hasil menunjukkan rentang nilai percepatan 0.31 – 0.43 g untuk PGA, 0.62 – 0.88 g untuk periode pendek (T = 0.2 detik), dan 0.22 – 0.28 g untuk periode panjang (T = 1 detik). Rentang bahaya wilayah Malang bagian selatan didominasi oleh sumber gempa megathrust dan untuk wilayah Malang bagian utara didominasi oleh sumber gempa fault. Hal ini menunjukkan perbedaan dengan SNI 1726:2012. ============================================================ Seismic hazard studies is conducted to minimize the effect of earthquake disaster in earthquake inclined area.This research presented earthquake hazard analysis using probabilistic approach in Malang region, East Java. PSHA analysis is performed at T=0 second (PGA), T=0.2 second (short period), and T=1 seconds (long period). This research used regional earthquake source models and standard published attenuation equations to calculate peak ground acceleration at 2% probability of exceedance in 50 years in bedrock. Software that was used in this analysis is Crisis 2007. Earthquake data used in this analysis is the historical earthquake from 1900 to 2017 with the depth of 0-300 km, magnitude ≥ 5 Mw, and area of 3,6o - 12.65o LS and 108.2o - 117.2o BT taken from catalog of Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia and United States Geological Survey (USGS). The results showed that the ground acceleration of bedrock is 0.31 – 0.43 g for PGA (T=0 second), 0.62 – 0.88 g for short period (T=0.2 second), and 0.22 – 0.28 g for long period (T=1 seconds). Hazard range for southern Malang is dominated by megathrust earthquake source and for northern Malang is dominated by fault earthquake source. This shows the difference with SNI 1726:2012.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Atenuasi, PGA, Seismic Hazard, Sesar Kendeng, Attenuation, Kendeng Fault
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
Q Science > QE Geology > QE601 Geology, Structural
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Physics > 45201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Pambayun Purbandini .
Date Deposited: 04 Oct 2017 06:56
Last Modified: 06 Mar 2019 06:45
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/44480

Actions (login required)

View Item View Item